Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!


Sampai saat ini dunia masih bergantung pada penggunaan energi yang bersumber pada bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi dan gas alam.  Selama bertahun-tahun manusia  telah melepaskan CO2 ke dalam atmosfer melalui penggunaan energi yang bersumber dari fosil tersebut,
Hal ini memicu terjadinya peningkatan selimut alami bumi yang memicu peningkatan suhu iklim bumi. Maka perubahan iklim menjadi tak terprediksikan dan beresiko menyebabkan kematian.

Mencairnya tudung es di kutub utara dan selatan, meningkatnya suhu air laut, kemarau berkepanjangan, badai besar di lautan, coral bleaching, banjir dan menyebarnya wabah penyakit di berbagai negara. Semuanya adalah bencana besar yang merupakan kengerian tak terelakkan akibat meningkatnya suhu panas bumi. Peningkatan suhu panas bumi adalah  efek rumah kaca yang dihasilkan oleh negara-negara dengan penduduk terbesar di dunia yang juga merupakan pengguna terbesar energi yang bersumber dari fosil.

Continue reading “Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!”

Ketika Label Halal Menjadi Syarat Global (Part 1)


Pertama kali mendengar tentang issue Halal -Non Halal (subhat / haram)  itu sudah puluhan tahun lalu, saat saya masih anak sekolah.

Hal yang cukup menghentakkan perhatian masyarakat Muslim Indonesia adalah saat beredarnya daftar temuan beberapa brand makanan dan minuman yang disinyalir mengandung unsur-unsur non halal.

image description

 

 

Continue reading “Ketika Label Halal Menjadi Syarat Global (Part 1)”

Bukan Ngeblog Biasa dengan AsusPro P2430U,


Saat ini profesi sebagai Blogger itu makin keren, dipuja dan diburu-buru para brand dan korporasi, baik besar maupun kecil untuk mempresentasikan produk mereka agar dikenal di seluruh penjuru dunia.

Lha iya toh, lha wong sekarang, manusia itu udah males baca koran atau majalah, sukanya mantengin gadget dan internetan. Maka jangan heran banyak surat kabar maupun majalah cetak yang gulung tiker dan beralih menjadi situs online.

Akibatnya bisa ditebak. Brand yang dulu rajin beriklan di media mainstream, mulai melirik media online sebagai ajang beriklan. Nah ujung-ujungnya, blogger itulah yang ketiban durian runtuh.

Siapa sih yang gak ngiler diulas para Blogger yang baik hati dan tidak sombong itu? Iya, karena Blogger itu  kalo ngulas atau review produk pasti total. Menceritakan pengalaman pribadi dalam menggunakan produk tertentu plus dibumbui kisah-kisah lucu, gambar-gambar yang eyecatcing plus video yang menarik. Otomatis banyak yang suka baca-baca ulasan para blogger, ya,kan?

Udah gitu, tulisan di blog itu…bisa dengan mudah dishare dan berpotensi menjadi viral. Nah kalo sering dibaca, otomatis bakalan nangkring di halaman satu Google, ya, kan?
Yang beruntung siapa, coba?

Yang beriklan dong. Ibarat beli satu bonus seribu, hihihi.
Makanya salut banget sama Brand yang tahu bagaimana menghargai Blogger, karena tahu betapa beruntungnya mereka yang produknya diulas tuntas seorang Blogger.

Nge-Blog Bukan Sekadar Nulis.
E..tapi.. yaaa..ituu…
Blogging sekarang ngga semudah dulu. Bukan hanya konten tulisan yang bermutu yang bisa bikin sebuah blog itu moncer terkoncer-koncer. Tapi ada banyak faktor lain.
Apaan, sih?
Continue reading “Bukan Ngeblog Biasa dengan AsusPro P2430U,”

Aku Anak Indonesia, Masa Kecilku Yang Bahagia


Masa kecilku sebagai anak Indonesia tidaklah terlalu istimewa. Tetapi sudah menjadi kodrat setiap manusia, seperti apapun warna hidupnya, masa kecil selalu mengguratkan kenangan paling istimewa. Saat tak ada beban harus menanggung kerasnya kehidupan dan tanggung jawab yang besar , yang ada hanyalah kesenangan belajar dan bermain.

Aku lahir dan dibesarkan di sebuah desa di pesisir Bengawan Solo. Sungai panjang yang mengular mulai dari Grojokan Sewu di kota Solo- Jawa Tengah, hingga bermuara ke Laut Utara Jawa di desa Sidayu Gersik – Jawa Timur itu merupakan urat nadi kehidupan masyarakat pesisirnya dan bahkan sumber kebahagiaan bagi anak-anak yang tinggal di desa-desa tepiannya.

Yang kuingat, hampir setiap sore kami Bluron alias mandi-mandi sampai kulit  hitam gosong dan bersisik terpapar  sinar matahari, mata memerah perih karena  terlalu lama menyelam di air, dan rambut yang memerah  terpanggang matahari.

Kami tidak akan  menthas atau beranjak keluar dari air  sampai orang tua kami masing-masing berteriak memanggil untuk menyudahi acara bluron dan bersiap mengaji di  surau dekat rumah kami.

Continue reading “Aku Anak Indonesia, Masa Kecilku Yang Bahagia”