The Taman Dayu, Sepotong Surga di Bumi Pandaan

Hijau-hijau-hijau. Sejauh mata memandang, deretan pepohonan sepanjang sisi kanan-kiri jalan, benar-benar memuaskan hasrat kecintaanku pada alam. Kawasan seluas 600ha tersebut telah terbagi menjadi beberapa sektor. The Taman Dayu yang terintegrasi antara  perumahan, villa, pertokoan, mall dan kawasan rekreasi  untuk keluarga.

taman-dayu-boulevard
Jalan menuju villa Semeru

Sementara itu ada lagi kawasan Taman Dayu Golf and Resort. Ingat, tanpa “The” di depan. Rupanya Taman Dayu adalah kawasan Golf and Resort yang dibangun pertama kali. Dan dibagian depannya dilengkapi dengan pasar rakyat dan pertokoan. Namun The Taman Dayu mencakup semua kawasan, termasuk kawasan baru yang dikembangkan kemudian, dengan konsep perumahan villa , dilengkapi kawasan bisnis yang lebih mewah dari yang pertama.

gambar dari www.kompasiana.com/mawan.sidarta/
gambar dari Mawan Sidarta, Kompasiana

Masuk ke kawasan ini, bagaikan menemukan oase di padang gersang tipikal jalan-jalan di Indonesia yang dibiarkan kering dan sesak oleh polusi udara dan kemacetan yang tiada henti-henti. Potret keberhasilan pembangunan dari satu pemerintahan ke pemerimtahan yang lain, eh?

Dan selalu, sebuah kawasan indah, terencana dan terintegrasi, adalah buah karya tangan-tangan pihak swasta yang dibantu para perencana asing, yang tentu saja berbiaya mahal.

Kadang aku berpikir, mengapa pemerintah Indonesia tak meniru apa-apa yang telah banyak dilakukan oleh pihak swasta? Bukankah cukup banyak proyek sejenis yang berhasil? Mengapa pemerintah tak pernah merencanakan dan membangun konsep perkotaan yang baru, terintegrasi, ada perumahan kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah, dengan fasilitas bisnis, olah raga, sosial dan sebagainya. Mulai dari kebutuhan manusia yang baru lahir  hingga mati, semuanya terencana dengan rapi. Terus dijual ke masyarakat sesuai stratanya. Mengapa tidak? Kalau pihak swasta saja berhasil melakukannya. apatah lagi pemerintah yang semestinya punya kuasa dan banyak uang dari hasil pajak, bagi hasil pertambangan dan segala macam ijin dan sewa ini-itu?

Huft Okeh..kita kembali ke laptop. Maksudku kembali ke pokok pembicaraan.

Kawasan Taman Dayu dimulai dengan sarana food court. Paling depan ada K*C yang nampak mencolok saat kita memasuki gerbangnya. Ada pula beberapa arena bermain anak semacam caroussel gitulah. Terus dibelakangnya ada semacam pasar rakyat yang rapih. Disampingnya berderet pertokoan, apotik dan lain-lain. Kemudian ada jalan kembar yang rindang, ada kawasan food junction  lama yang murah meriah.  Dan sederet ruko yang menjual aneka kebutuhan seperti sepatu olah raga, baju-baju, aneka toiletters, hingga aneka kerupuk dan keripik.. Pas banget buat yang mau kemping di pine woods.

gambar dari www.kompasiana.com/mawa.sidarta/
gambar dari  Mawan Sidarta, Kompasiana

Nah, di sebelah kiri jalan sekarang telah berdiri kawasan pertokoan baru, food junction  baru dan semacam mall kecil yang cukup mewah. Aku sempat terkejut melihatnya. Aku rasa kawasan baru inilah yang dinamai The Taman Dayu. Kawasan yang dirancang memenuhi selera kelas atas. Mewah, indah dan terintegrasi dengan perumahan-perumahan bernuansa villa yang menghadap ke hutan pinus.

Setelah itu bila kita meneruskan perjalanan, akan nampak jalanan panjang yang kanan-kirinya dipenuhi pepohonan hijau. jalan panjang itu bisa berakhir di kawasan villa-villa yang disewakan seperti  Villa Bromo dan Villa Semeru yang bisa ditempati oleh beberapa keluarga dengan sewa sekitar 5 jutaan semalam. Ini murah banget loh. Misal ada lima keluarga, masing-masing dapat dua kamar. Jadi total ada sepuluh kamar. Dengan standar kemewahan villa. Kamar mandi air panas, ruang tengah yang menghadap ke kolam renang dan taman yang luas penuh pohon-pohon rindang. Hmm…, a trully heaven on earth.

tampak-depan-villa-semeru
Villa Semeru

Kalau kita mau terus ke atas, nantinya kita bisa bertemu kolam renag yang disewakan untuk umum, selanjutnya makin ke atas, ada hotel bintang lima bernuansa resort dan kawasan golf. Inilah kawasan termahal. Dan bila kita terus sampai ke puncak, maka kita bisa bertemu hutan pinus alias pine woods yang biasanya disewakan untuk perkemahan ataupun menginap di rumah pohon.

lobi-villa-semeru
Lobi Villa Semeru
kamarku-dari-luar
Depan kamarku, disebelahnya ada tangga meunuju ruang bawah yang penuh kamar-kamar, living room, kolam renang, dapur dan lainnya

Hiii.. terus terang kalau malam, rada ngeri, Gelap gulita, sepi, airnya dingin. hmm syerem banget susana di sana.Namun suasana akan berubah menjadi sangat indah saat menjelang fajar. Karena deretan pohon pinus itu akan bermandikan  sinar matahari pagi yang malu-malu mengintip dari balik dedaunan nan rimbun.

Bagi pecinta alam, suasan keseluruhan di Taman Dayu Golf and Resort maupun kawasan pengembangan The Taman dayu yang menjual perumahan dan bisnis area berkonsep resort yang berkelas , bisa sangat memanjakan rasa. Hmm..indah, alami dan sejuk.

kamar-villa-semeru
Kamar
kamar2-villa-semeru
sudut kamar

Aku ingat beberapa tahun yang lalu sempat menginap di kawasan pine woods nya, eh … engga bisa tidur semalaman karena digigiti serangga kecil-kecil di dalam rumah pohon. Kapok deh, mending sewa tenda aja. Lebih bersih dan hangat.

Namun, minggu kemaren, aku berkesempatan menjajal nyamannya tidur di kamar-kamar indah Villa Semeru. Hmm.. tidur lebih nyenyak. Meski tetap ngeri juga kalau malam. Geap dan sepi,hihihi. Dan yang bikin aku gemes itu adalah kolam renang di belakang villa yang luas diareal taman tropis yang hijau. Sayang aku ngga bawa baju renang.

living-room-villa-semeru
living room villa semeru
kolam-renang-villa-semeru
kolam reang villa semeru

Lalu….. jalan-jalannya yang dipenuhi pepohonan rindang, sangat menggemaskanku yang hobi jogging di pagi hari. Sayangnya aku ngga bawa sepatu kets. Dan lebih sayang lagi, aku harus berangkat pagi-pagi ke Malang untuk hunting institusi pendidikan berkualitas seperti TAZKIA yang sudah aku ulas di SINI.

Lebih asyiknya lagi, gate Taman Dayu ini, tepat berada di pintu keluar tol baru Surabaya-Pandaan yang pintu tol di Surabayanya ada di dekat kawasan Masjid Agung Surabaya. Jadi, keluarga kami kalau mau bepergian ke Taman Dayu, bagaikan punya akses jalan pribadi, hihihi. Naik tol dekat rumah terus langsung turun di depan Taman Dayu. Asyik, kan?

Bagi kota Pandaan sendiri, Taman Dayu merupakan gambaran sepotong surga di tengah padang gersang perumahan penduduk yang padat dan tipikal jalan-jalan di Indonesia yang selalu macet terutama di akhir minggu.

Jadi, bila kamu ingin sejenak mencicipi surga di muka bumi tanpa kehilangan akses pada dunia modern yang udah menjadi semacam kebutuhan tak terelakkan, maka, kawasan The Taman Dayu adalah pilihan tepat. Karena Taman Dayu itu tak berlebihan jika diibaratkan  sebagai sepotong surga di bumi Pandaan.

 

 

5 thoughts on “The Taman Dayu, Sepotong Surga di Bumi Pandaan

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s