Wisata Bahari Lamongan, Sebuah Ledakan Perubahan

Udah pernah ke WBL belom? Belom?… Waah masa kalah sama Mario Lawalata. Iya Mario Lawalata presenter acara jalan-jalan yang berjudul koper vs Ransel. Itu looh… acara jalan-jalan yang pernah ngetop di sebuah stasiun televisi swasta paling kreatif seIndonesia.

Adalah sebuah ide yang digagas oleh Bupati Masfuk SH (menjabat pada periode …) dan tim kreatifnya,tentang sebuah tempat wisata di jalur pantai utara (pantura) Jawa yang masuk wilayah kabupaten Lamongan. Pada dasarnya sepanjang jalur pantura adalah potensial untuk dijadikan tempat wisata. Mengingat pantainya yang cukup bagus dan mudahnya transportasi berupa jalan raya peninggalan Deandels pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Jalur pantura pulau Jawa membentang dari Banyuwangi hingga Banten. Khususnya jalur pantura Lamongan, pastinya adalah jalur yang biasa dilalui kendaraan dari Surabaya menuju Semarang, bahkan Jakarta. Ini adalah aset yang cukup besar untuk dieksplore.

Menjadi orang Lamongan selalu harus makan hati bila kamu tinggal di Surabaya. Orang Surabaya selalu mengidentikan orang Lamongan sebagai ndeso, miskin, bodoh dan terbelakang. Padahal kenyataannya tidak demikian. Banyak sekali orang Lamongan yang menjadi sarjana di berbagai bidang dan memberi banyak kontribusi pada kemajuan Indonesia. Masalahnya orang Lamongan yang ngetop lebih banyak berkiprah di Jakarta. Sedang di Surabaya sendiri orang lamongan hanya dikenal sebagai penjual soto ayam, tahu campur dan gado-gado qiqiqi 😛

Tapi itu cerita kuno. Lamongan yang potensial menjadi termarginalkan karena tak pernah ada Bupati yang mampu menonjolkan kelebihan Lamongan. Baru pada era Bupati Masfuk SH itulah, Lamongan langsung menggebrak Indonesia bahkan mungkin dunia.
Dimulai dengan dibuatnya megaproyek WBL (Wisata Bahari lamongan) bekerjasama dengan investor swasta, maka Lamonganpun menggeliat dari kabupaten yang tak dikenal menjadi kabupaten yang paling maju dan fenomenal dalam dua periode kepemimpinan Bupati yang aktif dan progresif tersebut. Dibiayai dengan anggaran yang tak sedikit. Proyek WBL sukses meraup keuntungan milyaran dalam sebulan. Diperkirakankurang dari sepuluh tahun saja maka biaya pembuatannya akan kembali.

Tak tanggung-tanggung, arena hiburan WBL juga dilengkapi dengan Maharani Cave&Zoo yang merupakan pemekaran situs goa Maharani, dan sebuah resort tepi pantai yang elegan dan berkelas Tanjung Kodok Beach Resort. Nama Tanjung Kodok mengabadikan lokasi WBL yang dulunya merupakan tempat wisata daerah bernama pantai Tanjung Kodok, sebelum dirubah menjadi lebih modern dengan nama Wisata Bahari Lamongan.

Tak hanya berhenti sampai di sini, Pemkab Lamongan di bawah pimpinan Bupati Masfuk SH juga mengembangkan Lamongan Shore Base, sebuah pelabuhan bongkar muat yang direncanakan menjadi yang terpenting dan terbesar diwilayah Indonesia Timur. Juga pembuatan pasar induk beras, Lamongan plaza, dan yang paling menggairahkan pecinta bola adalah, dirombaknya susunan kepengurusan dan keanggotaan Persela (klub sepak bola Kabupaten Lamongan) dengan banyak merekrut pemain bayaran dari luar negeri. Wuaahh… berapa tuh anggaran untuk menggaji mereka?

Berkat adanya pundi-pundi uang dari berbagai tempat wisata itulah, Lamongan membiayai fasilitas olah raga, transportasi dan pendidikan dan budaya. Sehingga dalam sekejap kota dan kabupaten Lamongan bangkit dan mengalami banyak kemajuan setelah bertahun-tahun tertinggal dari kabupaten lain ditangan BUpati pendahulunya. Termasuk di dalamnya adalah pembuatan float way yang menuntaskan masalah banjir yang setiap tahun meresahkan warga Lamongan.

Sayangnya masa jabatan seorang Bupati hanya dua periode. Sedangkan Bupati penerusnya nampaknya belum mampu memperlihatkan keistimewaan dan membuat gebrakan se-fenomenal Bupati Masfuk SH. Tentunya masyarakat Lamongan masih menunggu langkah-langkah kongkrit Bupati-Bupati berikutnya. Sehingga ledakan Wisata Bahari Lamongan bisa terus menjalarkan “panas”nya yang positif dalam banyak aspek kehidupan warga kabupaten Lamongan. Semoga

12 thoughts on “Wisata Bahari Lamongan, Sebuah Ledakan Perubahan

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s