Bersama EVHive Coworking Space, Lesatkan StartUp Bisnismu Hingga level Yang kau Impikan


Anda StartUp-ers? pebisnis digital pemula? Atau anda punya ide-ide bisnis bagus yang mampu menjawab problematika yang sedang dihadapi masyarakat? Atau anda punya ide bisnis yang memiliki social-impact yang besar, tapiii..kesulitan langkah bagaimana untuk mewujudkannya?

Jangan khawatir, anda tidak sendiri. Ada begitu banyak anak-anak muda (dan anak-anak setengah tua :D), yang sebenarnya punya banyak ide cemerlang yang bukan hanya profit oriented tapi juga punya social oriented tapi masih berkutat di ide karena beberapa keterbatasan.

Apa saja sih keterbatasan yang biasanya dimiliki beberapa StartUp-ers?

Berdasarkan hasil diskusi dari beberapa forum, pada umunya para StartUp-ers itu memiliki keterbatasan sebagai berikut:

  1. Skill
    Ide udah cemerlang, menggebu-gebu pengin diwujudkan. Tapi giliran mau mewujudkannya, ternyata banyak yang mentok di skill. Maksudnya apa? Iya nih contohnya saya, ada beberapa ide (((cemerlang))), eh, tapi kemampuan saya ternyata hanya di satu bidang tertentu, sementara bidang lain yang saya butuhkan sebagai pelengkap, belum saya kuasai.
  2. Partner
    Nah ini dia, karena skill saya di bidang A, maka saya butuh partner yang menguasai bidang B untuk melengkapi ide bisnis saya agar segera bisa terwujud sebagai StartUp yang memenuhi syarat dan diterima di masyarakat.
  3. Mentor
    Naaahhh, lagi, mentor ini penting juga loh. Ibarat kita mau melangkah ke sebuah bisnis yang pastinya penuh resiko dan butuh fokus penuh, maka selayaknya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Strategi apa yang harus kita terapkan agar sebuah bisnis ngga hanya hangat-hangat tah* ayam di depan, lalu kemudian collapse, kemudian mati, tak terdengar lagi.
    Keberadaan mentor ini dibutuhkan sebagai guide untuk menentukan value bisnis apa yang ingin kita tawarkan, siapa pangsa pasar yang kita tuju, apa saja equipment penunjang bisnis yang kita butuhkan, siapa saja yang partner kerja yang harus kita libatkan, siapa lawan kita di bidang yang sama, dari mana pembiayaan perusahaan kita didapatkan, keuntungan apa (selain finansial) yang kita tawarkan pada investor, berapa prosentase sharing fee, kapan perkiraan BEP-nya? Nah bersama mentor kita bisa mengupas tuntas hal ini. Tentunya untuk meminimalisir kegagalan.
  4. Fasilitas
    Maksud fasilitas di sini bisa berupa jaringan internet yang kenceng, ruang kerja yang nyaman dan bikin bersemangat bekerja dan menuangkan ide-ide kreatif ataupun alamat kantor yang bonafide dan representatif.
    Kan ada tuh ya, StartUp-ers yang masih ngekos, ataupun kalau punya rumah mungkin belum ada fasilitas Wifi-nya,  atau sudah punya Wifi, tapi rumahnya tidak mewakili imej kantor yang dia inginkan. Jadinya tengsin deh kalau ditanya alamat kantor sama  customers.
  5. Suasana Kerja
    Nah ini masih berkaitan dengan point 4 di atas, di  mana suasana kerja bisa terbangun saat kita memiliki fasilitas yang tepat. Contoh nih ya, kita StarUp-ers, terus kita kerjanya di rumah, mikirin sendiri segalanya, istilahnya one-men-show gitu deh. Sembarang-sembarang dipikirin sendiri. Mulai dari ide kreatif, tecnical skill hingga business management-nya kita pikirin sendiri. Ampe botak juga ngga jalan-jalan itu StartUp-nya. Tinggal mentok di angan-angan doang. Karena saking banyaknya pekerjaan yang harus kita handle.  Kalo mikirin semuanya sendiri di rumah, bawaannya ngantuk dan putus asa aja deh, pas nemu kesulitan ngga ada yang bisa ditanya-tanya. Kalo pergi ke kafe buat nyari suasana cozy plus wifi gretongan, belum tentu juga kita ketemu orang yang se-ide, nyambung apalagi bisa membantu kita. Malahan kalo di kafe bawaannya cenderung diem dan elo-elo, gue-gue. lebih parah malah banyak gangguan-nya di sana.
  6. Investor (Permodalan)
    Nah ini diaaa. Banyak StartUp-ers yang idenya bagus, tim solid, skill udah cucook dengan bidang masing-masing. Eh pas mau berkembang, kagak ada modal. Biasanya sih ada StartUp-ers yang memulai dengan modal sendiri dulu, terus jalan, kalo udah mau berkembang lebih jauh, baru nyari investor. Istilah StartUp-ers yang jalan dengan modal sendiri dulu ini disebut Boostrapping.
    Namun ada juga para StartUp-Ers yang sedari awal maunya dibantu investor. Mungkin saking optimisnya idenya bakalan menarik minat  para investor, atau karena ngga ada modal untuk memulai bisnisnya.
    Terusss, ada gak sih cara menjawab keterbatasan-keterbatasan di atas? Ada dong. Caranya bergabunglah menjadi member Coworking Space, contohnya EV Hive. EVHive adalah  Coworking Space yang terletak di Jakarta dan memiliki beberapa cabang.

    evhive-coworking-space
    EVHive Coworking Space the Breeze BSD City, Tangerang

    Apa sih Coworking Space itu?

    Menurut en.oxforddictionaries.com

    Co-Working , didefinisikan sebagai berikut
    The use of an office or other working environment by people who are self-employed or working for different employers, typically so as to share equipment, ideas, and knowledge.

    ‘the whole idea of co-working is to bring bright, creative people together and let the ideas collide’
     as modifier ‘the area’s newest co-working space’

     

    Sementara Space sendiri di definisikan sebagai berikut:
    A continuous area or expanse which is free, available, or unoccupied.

    ‘a table took up much of the space’
     count noun
     ‘we shall all be living together in a small space’
    ‘he reversed out of the parking space’

    Jadi bisa disimpulkan dengan bahasa kita sendiri bahwa Coworking Space adalah :
    Sebuah tempat atau ruang bagi jiwa-jiwa kreatif dari berbagai latar belakang, untuk berkumpul, berbagi tempat, berbagi ide, pengetahuan, berdiskusi, dan saling berkolaborasi.

     

    EVHive Coworking Space The Breeze BSD City Tangerang

     

    Makna Coworking Space bukan menitik beratkan pada fisik ruangannya saja, di mana setiap anggotanya bisa datang kapan saja dan menikmati fasilitas seperti ruangan yang nyaman, akses Wifi yang lancar, pantry yang selalu menyediakan minuman. Bukan! Karena kalau seperti itu, apa bedanya Coworking Space dengan Kafe atau bahkan rumah sendiri?

    Namun apa yang ditawarkan oleh sebuah Coworking Space adalah, lebih kepada sebuah ruh. Dukungan bagi setiap StartUp-ers, untuk mengembangkan ide-ide bisnisnya melalui suasana kerjasama yang terbangun karena bertemunya manusia dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Juga adanya support yang diberikan oleh EVHive sendiri berupa berbagai forum diskusi, workshop, koneksi ke berbagai instansi pendukung StartUp-ers. Selain itu ada mentorship dari berbagai sosok yang sudah sukses dalam mengembangkan bisnis, hingga link kepada investor yang tentunya sangat didambakan oleh para StartUp-ers.

     

    Pantry, bukan tujuan utama tapi penting juga

    Dalam hal ini EVHive berperan  sebagai host bagi para Co-workers yang menjadi  anggotanya. Karena itu EVHive membangun kultur berikut:
    1. Kurasi
    EVHive tidak sembarangan memilih anggotanya, jadi semacam ada kurasi atau seleksi di awal, mana kira-kira StartUp-ers yang potensial dan bersungguh-sungguh ingin melesatkan bisnisnya bersama EVHive.
    Selain itu, anggota tidak hanya dibiarkan datang, bekerja dengan fasilitas fisik, lalu pulang, tanpa ada interaksi dengan anggota yang lain.
    Filosofi Coworking Space untuk “growing together” benar-benar diaplikasikan melalui kelas-kelas, seminar, dan juga equipment yang benar-benar dibutuhkan para StartUp-ers seperti software akuntansi, akses rekrutmen dan manajemen. Tujuannya jelas untuk membantu melesatkan bisnis para anggotanya sampai batas optimal yang bisa dicapai.

    2. Koneksi
    EVHive berperan aktif dalam menghubungkan para anggotanya satu sama lain, maupun dengan komunitas-komunitas yang memiliki keterkaitan dengan visi para anggota melalui platform online eksklusifnya, sehingga tercapai kepuasan bagi para anggota EVHive.

    3. Kultur
    EVHive  sebagai Coworking Space, menunjang 2 kultur, yakni sebagai
    Melting Pot : tempat  gairah dan keterampilan dari berbagai industri untuk bertemu dan mendidih bersama.
    Kolaborasi dan Inovasi

    Untuk itu EVHive mewujudkannya dengan :
    Dipilihnya lokasi  yang strategis
    -Tata rancang space dan interior yang nyaman
    -Perabotan yang ergonomis
    -Rancangan eksterior yang natural (dimaksudkan untuk mengundang ide-ide baru)
    -Dan tentunya koneksi yang ekstensif.

     

    EVHive BSD City Tangerang, Lihat suasana natural dari eksteriornya yang asyik

     

    Bisa disimpulkan, Inilah  Beberapa Keuntungan Yang Anda dapatkan bila  bergabung menjadi anggota EVHive Coworking Space:
    1. Tempat yang nyaman untuk bekerja
    Ya, seperti yang telah disebutkan di atas, EVHive telah melengkapi diri dengan pilihan lokasi yang strategis (akan diterangkan di akhir artikel), sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah di Jakarta. Selain itu rancangan interior yang nyaman dan perabotan yang ergonomis menambah nyaman suasana bekerja, dan tentunya koneksi internet yang ekstensif  menjadi salah satu prasyarat penting sebuah sistem kerja digital.
    Dan bagaimana dengan rancangan eksterior yang natural? Tidakkah Anda semakin bersemangat bekerja dan semakin mampu menggali ide-ide kreatif dengan memandangi suasana alami yang terhampar di depan mata?

    2. Ekosistem Kerja Yang Saling Berbagi, Saling Menghormati, Saling Percaya
    Ya, dalam kebersamaan penggunaan ruang kerja, harus terjalin sikap saling berbagi, misalnya berbagi colokan listrik,berbagi kopi di dapur, berbagi ruang meeting, yang hari ini bisa dipakai siapa, besok dipakai siapa.
    Saling berbagi di sini juga berarti saling menghormati kepentingan masing-masing orang, sehingga terjadi sikap saling percaya, yang ujungnya menciptakan sikap disiplin dan memahami kepentingan orang lain. Mampu mengakomodir kebutuhan masing-masing tanpa melanggar hak orang lain.

    3. Terus Update Ilmu, Informasi dan Inspirasi
    Nah inilah bedanya bekerja di rumah atau kafe dengan di Coworking Space.
    EVHive yag bertindak sebagai host akan senantiasa memberikan update berbagai ilmu yang dibutuhkan para StartUpers, misalnya membuka kelas-kelas programming dan UI/UX  dengan mengundang institusi terpercaya, mengundang CEO beberapa perusahaan yang sukses agar memberi semangat dan inspirasi bagi para pemula.
    Bisa juga dengan mengundang investor, utamanya yang tertarik untuk seed investment bagi pebisnis digital pemula (istilahnya Angel Investor), yang tentunya merupakan berkah yang tidak mudah didapatkan bila tidak tergabung dalam komunitas-komunitas seperti ini.

    4. Koneksi dan Dukungan Sosial
    Inilah “ruh” dari sebuah “co-working” alias kerja bareng. Di mana para anggota diharapkan saling berinteraksi secara intensif. Saling bertukar ide kreatif, saling membantu, bekerja sama mendukung projek satu sama lain, saling berbagi model bisnis, saling berbagi opportunity dan lain-lain.

    Inilah yang dicari dengan bekerja sama dalam sebuah Coworking Space. Agar saling berinteraksi dan memberikan keuntungan satu sama lain secara sejajar dalam dukungan host yang memfasilitasi kebutuhan para pebisnis digital pemula (StartUp-ers) masa kini yang terus bertumbuh seiring pesatnya IoT (Internet of Things) dan Internet on Everything agar sebuah bisnis tidak mengalami disruption akibat ketertinggalan langkah dalam era teknologi yang terus berubah dengan cepat.

    EVHive memiliki beberapa  lokasi, tentunya membuatnya mudah dijangkau dari beberapa arah:

    • The Maja, terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    • D.Lab, terletak di Menteng, Gondangdia, Jakarta Pusat.
    • Jakarta Smart City (JSC) Hive, terletak di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
    • The Breeze, terletak di BSD City, Tangerang
    • IFC Hive at IFC Building Sudirman Jakarta
    • Dimo, Menteng Jakarta Pusat
    • Satelite at SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

      Jadi, sudah  saatnya bagi Anda StarUpers yang di Jakarta untuk bergabung di EVHive Coworking Space,dan Lesatkan StartUp bisnis Anda, hingga tercapai level bisnis yang anda impikan.Everyday is #EVHiveDay
      EVHive Coworking Space is a #NewWayToWork

Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!


Sampai saat ini dunia masih bergantung pada penggunaan energi yang bersumber pada bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi dan gas alam.  Selama bertahun-tahun manusia  telah melepaskan CO2 ke dalam atmosfer melalui penggunaan energi yang bersumber dari fosil tersebut,
Hal ini memicu terjadinya peningkatan selimut alami bumi yang memicu peningkatan suhu iklim bumi. Maka perubahan iklim menjadi tak terprediksikan dan beresiko menyebabkan kematian.

Mencairnya tudung es di kutub utara dan selatan, meningkatnya suhu air laut, kemarau berkepanjangan, badai besar di lautan, coral bleaching, banjir dan menyebarnya wabah penyakit di berbagai negara. Semuanya adalah bencana besar yang merupakan kengerian tak terelakkan akibat meningkatnya suhu panas bumi. Peningkatan suhu panas bumi adalah  efek rumah kaca yang dihasilkan oleh negara-negara dengan penduduk terbesar di dunia yang juga merupakan pengguna terbesar energi yang bersumber dari fosil.

Continue reading “Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!”

Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !


“Hmmm..lezat…gurih, dan ada aroma rempah-rempah khas Timur Tengah  ..” pikirku saat pertama kali menyantap Nasi kuning ala-ala Nasi Biryani di gerai Chicking Indonesia yang pertama di buka di Ground Flour A1-18 Royal Plaza siang itu. Ingatanku melayang pada saat kami melaksanakan Umrah dan menyantap Chicken Biryani khas Arab-India-Pakistan di pelataran Masjid Nabawi yang senantiasa membuat rindu. Bau cengkeh dan kapulaga menguar harum menambah selera makan. Membuatku lahap menyantap suap demi suap.
Segigit dua gigit pada ayam bakar atau Flaming Grilled Chickennya menambah rasa lezat  santap siangku kala itu. Baru kali ini aku tahu restoran cepat saji (Quick Service Restaurant) mengusung menu dengan bumbu ala Arab-India di Indonesia. Inovasi yang cerdas, karena apalah artinya makan di luar bila yang tersaji adalah menu yang itu-itu saja ?

 

“Bunda Burgernya enak !” bisik si Bungsu yang memesan beberapa varian menu yang tersaji di gerai yang terletak di salah satu Mall paling strategis di wilayah selatan Surabaya itu. Ada Tandoori Burger, Royal Wrap, Tandoori Fries, dan tak lupa Grilled Chicken lengkap dengan nasinya. Banyak banget pesenannya, Iya sekalian menghabiskan voucher makan 100K.

“Ada bumbu rempah pedesnya ya?” timpalku sambil menggigit Royal Wrap yang menghadirkan rasa juicy dari ayam yang lezat berpadu sayur-sayuran segar berbalut bumbu rempah yang sedikit pedas namun justeru terasa sangat nikmat di lidah Indonesia-ku yang familiar dengan berbagai jenis rempah dan bumbu ini.

“Iya, pedes dikit, tapi enak, bukan pedes cabe..”jawab si Bungsu yang masih takut makan sambal itu.

Continue reading “Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !”

Lebaran Iedul Qurban Tanpa Kantong Plastik


Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik nomer 2 sedunia setelah China?

Menurut data dari Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, plastik dari 100 toko anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) saja sudah mencapai 10,95 JUTA lembar kantong plastik, dalam 1 tahun. (CNNIndonesia/2016)

Jumlah tersebut ternyata setara dengan luasan 65,7 hektar kantong plastik atau setara 60 kali luas lapangan sepak bola.
Jumlah tersebut akan meningkat drastik pada moment-moment tertentu seperti saat Hari Raya Iedul Qurban. Di mana, dalam satu wilayah pemotongan hewan saja, ratusan warga yang menerima daging Qurban, biasanya mendapatkan dagingnya terbungkus dengan kantong plastik.
Selain meningkatkan jumlah sampah plastik yang jelas membahayakan lingkungan, karena sulit diurai,kantong plastik juga memiliki bahaya lain, terutama kantong plastik berwarna hitam.

Continue reading “Lebaran Iedul Qurban Tanpa Kantong Plastik”