Lebaran Iedul Qurban Tanpa Kantong Plastik


Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik nomer 2 sedunia setelah China?

Menurut data dari Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, plastik dari 100 toko anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) saja sudah mencapai 10,95 JUTA lembar kantong plastik, dalam 1 tahun. (CNNIndonesia/2016)

Jumlah tersebut ternyata setara dengan luasan 65,7 hektar kantong plastik atau setara 60 kali luas lapangan sepak bola.
Jumlah tersebut akan meningkat drastik pada moment-moment tertentu seperti saat Hari Raya Iedul Qurban. Di mana, dalam satu wilayah pemotongan hewan saja, ratusan warga yang menerima daging Qurban, biasanya mendapatkan dagingnya terbungkus dengan kantong plastik.
Selain meningkatkan jumlah sampah plastik yang jelas membahayakan lingkungan, karena sulit diurai,kantong plastik juga memiliki bahaya lain, terutama kantong plastik berwarna hitam.

Kantong plastik berwarna hitam adalah kantong plastik hasil daur ulang berbagai limbah plastik.

Kita tidak tahu apakah sebelumnya kantong plastik tersebut adalah bekas pembungkus makanan, ataukah bekas pembungkus barang-barang kimiawi, bekas pembungkus kotoran manusia, kotoran hewan atau apapun lainnya.

Karena itu himbauan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan sampah plastik sebagai pembungkus makanan, harus kita perhatikan dan aplikasikan dalam keseharian. Bila perlu kita memperingatkan para penjual makanan yang masih membungkus makanan dengan kantong plastik berwarna hitam.

Sumber Gambar Anonim

 

BAHAYA MEMBUNGKUS MAKANAN PANAS DENGAN PLASTIK
Kita mungkin  sering membeli bakso atau gorengan, lalu abang penjualnya memberi kita plastik sebagai kemasan pembungkus makanan. Makanan tersebut kebanyakan dalam kondisi panas, sedangkan plastik yang digunakan adalah plastik yang tidak memenuhi syarat sebagai makanan atau food grade. 

Pada saat makanan panas tersebut mengenai plastik, terlepasnlah senyawa Bisphenol A (BPA) , Polystirena (PS) , Poly Vinil Chlorida (PVC) yang semuanya sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik atau berpotensi menimbulkan penyakit kanker.

Lemahnya ikatan struktur plastik akan memudahkan berpindahnya zat-zat berbahaya tersebut ke dalam makanan yang terbungkus dengan plastik tersebut. Jika  dikonsumsi zat-zat kimia tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia.

Semakin lama kontak makanan panas dengan plastik, akan semakin banyak zat kimia yang berpindah.

BAWA WADAH SENDIRI atau GUNAKAN PEMBUNGKUS ALAMI

Solusi untuk mengurangi jumlah sampah plastik di alam, sekaligus  menghindari dampak buruk pembungkus plastik pada makanan adalah, bawalah selalu wadah makanan yang aman seperti yang terbuat dari stainless steel  atau wadah plastik food grade ke manapun anda pergi.

Sediakan baskom, botol kaca atau botol plastik food grade di mobil, sehingga setiap kali anda berada di jalan dan ingin membeli jajanan, anda siap dengan wadah yang tidak membahayakan kesehatan Anda.

Sediakan kantong-kantong kain besar di mobil sehingga Anda tidak perlu meminta kantong plastik saat berbelanja di Supermarket.

Bila terpaksa membeli makanan tapi tidak membawa wadah sendiri, ada baiknya anda meminta penjualnya untuk membungkus makanan tersebut dengan pembungkus alami seperti daun pisang atau daun jati yang lebih alami dan sehat.

LEBARAN QURBAN TANPA KANTONG PLASTIK
Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, bahwa acara bagi-bagi daging Qurban tak bisa terlepas dengan penggunaan kantong plastik.

Hal ini terjadi karena segi kepraktisan di mana kantong plastik dianggap murah dan mudah di dapat.
Namun bagi panitia Iedul Qurban yang berdedikasi terhadap kesehatan warganya dan mencintai lingkungan hidup, susah sedikit tentu tak mengapa.
Jauh-jauh hari sebelum hari Raya Qurban,  panitia bisa memesan daun jati atau daun pisang kepada para penjual daun dan pedagang di pasar.

Sumber Gambar Anonim

 

Hal ini selain membantu menjaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan hidup, juga merupakan berkah tersendiri bagi para pedagang daun.

Yuk kita mulai tradisi #LebaranIedulQurbanTanpaKantongPlastik