Kolaborasi Pentahelix Menuju Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global


“Hallo nama saya Tristan, nama lengkapnya Deva Tristan Raji, nama panggilannya Itan..” seorang anak berusia 6 tahun dengan penuh percaya diri memperkenalkan diri di acara peresmian Surabaya Creative City Forum, 4 Mei 2016, yang digagas oleh bapak Samsul Hadi
Jangan salah, Tristan ini udah punya filem sendiri loh.
Mas Fauzan Abdillah, Founder Infis (Independent  Film  Surabaya) memperkenalkannya sebagai filmmaker termuda Surabaya.
Hebat, kan? seorang anak berusia 6 tahun sudah bisa membuat filemnya sendiri dan dengan penuh percaya diri mampu berinteraksi dengan orang lain tanpa rikuh, dan bahkan bangga menunjukkan hasil karyanya tanpa berkesan jumawa.

Lebih lanjut, ada Mas Maulidan Bagus Afridian Rasyid, founder Maulidan Games yang telah memproduksi banyak games berkualitas dan bermuatan edukatif, cultural dan local content bersama teman-temannya lulusan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) Surabaya.
Maulidan Games tidak hanya piawai memproduksi game-game berkualitas, namun juga mampu membuat sendiri engine game yang mereka beri nama Diamond Development Engine 4.0, pada tahun 2015 yang merupakan pengembangan versi ke empat dari engine yang sama yang mereka produksi sejak 2014.

Tahun 2015, Maulidan Games menyabet The Games Developer of The Year karena mampu memproduksi 25 game dalam satu tahun, sedangkan Game Developers lainnya rata-rata hanya memproduksi 5-10 game per tahun.

Keduanya hanya dua diantara beberapa warga kreatif Surabaya yang mempresentasikan karyanya di acara peresmian Surabaya Creative City Forum tersebut.

Masih banyak lagi prestasi  para pelaku industri kreatif di Surabaya  yang patut diacungi jempol karena memberikan kebanggaan  bagi Surabaya dan warganya.

Continue reading “Kolaborasi Pentahelix Menuju Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global”

Cari Tempat Buka Puasa Bersama di Surabaya? #AlBazaarHarris aja


Suasana Harris Cafe di lantai 5 Harris Hotel, jalan Bangka, Gubeng Surabaya siang itu nampak meriah. Berbagai ornamen warna-warni yang mencoba mengusung gaya fiesta art ala Marocco lengkap dengan bentuk onta-ontaan menempel di dinding seputar pintu lift.  Tak ketinggalan di beberapa sisi tembok juga dihias dengan ornamen yang serupa. Kuning, orange, toska,cokelat, hijau,merah. Meriah dipadu putih bersihnya dinding Cafe. Tulisan Ramadan Kareem, tampak jelas menyambut pengunjung yang ingin bersantap di Cafe tersebut.

Begitu kita memasuki ruangan Harris Cafe yang buka sejak jam 12 teng bertepatan dengan saat makan siang tersebut, yang nampak menarik perhatian adalah pemandangan di sisi kanan, di mana tersaji atraksi para chef profesional yang sedang menyajikan atraksi Live Food. Mereka memasak secara langsung aneka hidangan di depan pengunjung.
Menu yang tersedia adalah menu ala Asia seperti Shawarma atau Kaboob yang mewakili Midle East culinary, Dim sum dan Lamien  yang mewakili Chinesse food, Sizling Mongolian Seafood Barbeque, dan tak lupa Tepanyaki yang mewakili Japanesse food.

Continue reading “Cari Tempat Buka Puasa Bersama di Surabaya? #AlBazaarHarris aja”

Ketika Label Halal Menjadi Syarat Global (Part 1)


Pertama kali mendengar tentang issue Halal -Non Halal (subhat / haram)  itu sudah puluhan tahun lalu, saat saya masih anak sekolah.

Hal yang cukup menghentakkan perhatian masyarakat Muslim Indonesia adalah saat beredarnya daftar temuan beberapa brand makanan dan minuman yang disinyalir mengandung unsur-unsur non halal.

image description

 

 

Continue reading “Ketika Label Halal Menjadi Syarat Global (Part 1)”

Bukan Ngeblog Biasa dengan AsusPro P2430U,


Saat ini profesi sebagai Blogger itu makin keren, dipuja dan diburu-buru para brand dan korporasi, baik besar maupun kecil untuk mempresentasikan produk mereka agar dikenal di seluruh penjuru dunia.

Lha iya toh, lha wong sekarang, manusia itu udah males baca koran atau majalah, sukanya mantengin gadget dan internetan. Maka jangan heran banyak surat kabar maupun majalah cetak yang gulung tiker dan beralih menjadi situs online.

Akibatnya bisa ditebak. Brand yang dulu rajin beriklan di media mainstream, mulai melirik media online sebagai ajang beriklan. Nah ujung-ujungnya, blogger itulah yang ketiban durian runtuh.

Siapa sih yang gak ngiler diulas para Blogger yang baik hati dan tidak sombong itu? Iya, karena Blogger itu  kalo ngulas atau review produk pasti total. Menceritakan pengalaman pribadi dalam menggunakan produk tertentu plus dibumbui kisah-kisah lucu, gambar-gambar yang eyecatcing plus video yang menarik. Otomatis banyak yang suka baca-baca ulasan para blogger, ya,kan?

Udah gitu, tulisan di blog itu…bisa dengan mudah dishare dan berpotensi menjadi viral. Nah kalo sering dibaca, otomatis bakalan nangkring di halaman satu Google, ya, kan?
Yang beruntung siapa, coba?

Yang beriklan dong. Ibarat beli satu bonus seribu, hihihi.
Makanya salut banget sama Brand yang tahu bagaimana menghargai Blogger, karena tahu betapa beruntungnya mereka yang produknya diulas tuntas seorang Blogger.

Nge-Blog Bukan Sekadar Nulis.
E..tapi.. yaaa..ituu…
Blogging sekarang ngga semudah dulu. Bukan hanya konten tulisan yang bermutu yang bisa bikin sebuah blog itu moncer terkoncer-koncer. Tapi ada banyak faktor lain.
Apaan, sih?
Continue reading “Bukan Ngeblog Biasa dengan AsusPro P2430U,”