Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !


“Hmmm..lezat…gurih, dan ada aroma rempah-rempah khas Timur Tengah  ..” pikirku saat pertama kali menyantap Nasi kuning ala-ala Nasi Biryani di gerai Chicking Indonesia yang pertama di buka di Ground Flour A1-18 Royal Plaza siang itu. Ingatanku melayang pada saat kami melaksanakan Umrah dan menyantap Chicken Biryani khas Arab-India-Pakistan di pelataran Masjid Nabawi yang senantiasa membuat rindu. Bau cengkeh dan kapulaga menguar harum menambah selera makan. Membuatku lahap menyantap suap demi suap.
Segigit dua gigit pada ayam bakar atau Flaming Grilled Chickennya menambah rasa lezat  santap siangku kala itu. Baru kali ini aku tahu restoran cepat saji (Quick Service Restaurant) mengusung menu dengan bumbu ala Arab-India di Indonesia. Inovasi yang cerdas, karena apalah artinya makan di luar bila yang tersaji adalah menu yang itu-itu saja ?

 

“Bunda Burgernya enak !” bisik si Bungsu yang memesan beberapa varian menu yang tersaji di gerai yang terletak di salah satu Mall paling strategis di wilayah selatan Surabaya itu. Ada Tandoori Burger, Royal Wrap, Tandoori Fries, dan tak lupa Grilled Chicken lengkap dengan nasinya. Banyak banget pesenannya, Iya sekalian menghabiskan voucher makan 100K.

“Ada bumbu rempah pedesnya ya?” timpalku sambil menggigit Royal Wrap yang menghadirkan rasa juicy dari ayam yang lezat berpadu sayur-sayuran segar berbalut bumbu rempah yang sedikit pedas namun justeru terasa sangat nikmat di lidah Indonesia-ku yang familiar dengan berbagai jenis rempah dan bumbu ini.

“Iya, pedes dikit, tapi enak, bukan pedes cabe..”jawab si Bungsu yang masih takut makan sambal itu.

Continue reading “Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !”

Selapis Asus EeeBook E202 di Sudut Varda President Suite Svarga Resort, Lombok


#E202BlogCompetition


Senja mulai membayang. Lazuardi  tersapu warna ungu yang berpadu dengan jingga yang mulai meredup. matahari sudah bersiap beranjak  memasuki peraduan. Sinarnya semakin menjauh nun di ufuk cakrawala.
Angin sepoi mulai terasa dingin. Hembusannya menciptakan riak-riak kecil di atas kolam renang persegi panjang berair jernih. Nun jauh di ujung sana, hamparan hutan pohon kelapa menghampar luas nan indah. Pucuk-pucuk dedaunannya mengangguk ditiup semilir angin pantai yang masih nakal, meski siang telah berlalu.
Di balik hutan kelapa  itu, terbayang biru air laut yang mulai berubah warna menjadi gelap. Sebentar lagi langit akan pekat.

varda-president-suite-svarga-resort

Kutatap layar Asus EeeBook E202 ku yang menyala terang sejak tadi. Beberapa tab kubuka bersamaan. Satu tab di halaman website www.halaltourid.com, aku menginput beberapa paket wisata baru di sana. setelah seharian mengeksplorasi pulau Lombok, ada banyak paket menarik yang ingin kutuangkan di sana.

Satu tab lain kubuka adalah halaman Facebookku untuk mencari beberapa inspirasi dan mengunggah  foto-foto liburanku di pulau indah Seribu Masjid ini.

Continue reading “Selapis Asus EeeBook E202 di Sudut Varda President Suite Svarga Resort, Lombok”

Cari Tempat Buka Puasa Bersama di Surabaya? #AlBazaarHarris aja


Suasana Harris Cafe di lantai 5 Harris Hotel, jalan Bangka, Gubeng Surabaya siang itu nampak meriah. Berbagai ornamen warna-warni yang mencoba mengusung gaya fiesta art ala Marocco lengkap dengan bentuk onta-ontaan menempel di dinding seputar pintu lift.  Tak ketinggalan di beberapa sisi tembok juga dihias dengan ornamen yang serupa. Kuning, orange, toska,cokelat, hijau,merah. Meriah dipadu putih bersihnya dinding Cafe. Tulisan Ramadan Kareem, tampak jelas menyambut pengunjung yang ingin bersantap di Cafe tersebut.

Begitu kita memasuki ruangan Harris Cafe yang buka sejak jam 12 teng bertepatan dengan saat makan siang tersebut, yang nampak menarik perhatian adalah pemandangan di sisi kanan, di mana tersaji atraksi para chef profesional yang sedang menyajikan atraksi Live Food. Mereka memasak secara langsung aneka hidangan di depan pengunjung.
Menu yang tersedia adalah menu ala Asia seperti Shawarma atau Kaboob yang mewakili Midle East culinary, Dim sum dan Lamien  yang mewakili Chinesse food, Sizling Mongolian Seafood Barbeque, dan tak lupa Tepanyaki yang mewakili Japanesse food.

Continue reading “Cari Tempat Buka Puasa Bersama di Surabaya? #AlBazaarHarris aja”

Batik Fraktal, Melestarikan Warisan Adiluhung #BatikIndonesia Melalui Teknologi dan Inovasi


Batik, siapa tak mengenalnya? Salah satu warisan budaya ini telah demikian menyatu dengan masyarakat Indonesia. Kain bermotif khusus ini,  telah menjadi salah satu identitas kuat yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, di manapun mereka berada.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO  telah menetapkan BATIK sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Maspterpieces of the Oral  and Intangible Heritage of Humanity).

Kata “BATIK” merujuk pada bahasa Jawa , berasal dari kata ” Amba” yang berati menulis  dan “Nitik” yang artinya memberi noktah atau memberi titik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata BATIK itu merujuk pada “Selembar kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahananya diproses dengan cara tertentu.

Batik itu sendiri dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke dengan motif, corak dan filosofi yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki  ciri khas batik yang dipengaruhi oleh sejarah, tradisi dan kondisi sosial masyarakat di setiap tempat. Hal ini justeru membuat #batikIndonesia makin kaya dan beragam.

Menurut Wikipedia, teknik pewarnaan dengan malam ini sudah ditemukan di jaman Mesir Kuno, pada abad 4 Sebelum Masehi. terbukti ditemukannya kain pembungkus mummi yang telah menggunakan teknik pewarnaan dan penggunaan malam untuk membentuk pola.
Di Asia, teknik yang menyerupai batik ini sudah ada sejak masa dinasti T’ang (tahun 618-907 M) di Tiongkok kuno, kemudian ditemukan pula di India dan Jepang.
Di wilayah Nusantara, dipercaya batik sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit, dan menjadi dikenal luas pada abad XVII-XIX . Batik yang diproduksi semuanya batik tulis hingga pada abad XX. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia  I atau sekitar tahun 1200 an.

Corak Batik Nusantara dari Sabang hingga Merauke, selamat #HariBatikNasional masy. berbudaya! #JIBB2016 #BatikBiennale

A post shared by Jogja Batik Biennale (@jogjabatikbiennale) on

Continue reading “Batik Fraktal, Melestarikan Warisan Adiluhung #BatikIndonesia Melalui Teknologi dan Inovasi”