Menabur Asa Menuai Cinta, 60 Tahun Perjalanan Astra Untuk Menjadi Kebanggan Bangsa

Milestones Astraon Becoming The Pride of The Nation http://www.titialfakhairia.com

Tepuk tangan membahana memenuhi Grand Ballroom lantai 4 Grand City Mall, siang itu kala menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,  Anak Agung Gede Puspayoga menekan tombol sirine tanda dibukanya StartUp  Challenge Batch 2 dalam acara peringatan 60 Tahun Astra di Surabaya, 22 Juli 2017.

dokumen pribadi

Dalam acara megah yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM beserta staf, tokoh-tokoh penting Surabaya, jajaran staf Astra dan para pengusaha UKM yang bergabung dalam kemitraan Astra serta beberapa tokoh pengusaha inspiratif yang merupakan binaan Astra tersebut, ada banyak hal inspiratif yang disajikan sehingga mampu menyemangati para undangan yang terdiri dari pengusaha, pemerintah kota Surabaya, mahasiswa, pelaku UKM, blogger dan masih banyak lagi.

Penghargaan disematkan kepada beberapa StartUp yang umumnya dari kalangan mahasiswa, pengusaha kreatif maupun pelaku UKM, baik yang terkait langsung dengan unit usaha Astra (value chain) dalam memproduksi komponen kendaraan bermotor, maupun yang tidak terkait secara langsung dengan unit usaha Astra.

Para pemenang Startup Challenge Batch1 dokumen pribadi

Acara tersebut menjadi ajang unjuk  hasil kerja Yayasan Dharma Bhakti  Astra dalam membantu mengembangkan usaha dikalangan pengusaha kecil agar menjadi terarah, konsisten dan dikenal masyarakat luas. Tak pelak tepuk tangan meriah dan gumam kagum terus membahana dari tempat duduk penonton yang berkapasitas sekitar 700-1000 orang tersebut.

“Tidak demi segala demi, walaupun hanya sekali, ijinkan kami memberi”demikian kutipan dari  ucapan  Henry C Wijaya, Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra yang dikenal luas di kalangan insan Astra.

Dari beberapa pelaku UKM binaan Astra yang diundang, ada beberapa yang menginspirasi saya, misalnya 4 IKM Desa Ngingas, Kecamatan Waru Sidoarjo, sebagai value chain yang memasok spare part motor ke PT Astra Honda Motor.
Keempat IKM tersebut adalah PT Elang Jagad, CV Borneo Putera, UD KS Pro dan UD Karya Jaya. Mereka membuktikan, bahwa dengan ketekunan dan kegigihan, sebuah usaha kecil bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan spare part produk sekelas motor Honda.

Para IKM yang tergabung dalam Value Chain Astra dokumen pribadi

Dari kalangan Mahasiswa ada 3 StartUps yang memenangi Astra StartUp Challenge Batch 1. yaitu usaha Jasa souvenir pernikahan (Lucklig & Co), usaha Penyedia bahan kimia untuk praktikum akademisi (Ctalize.com) dan Usaha Penyedia beragam jasa untuk sepatu (Sarang Jasa).

Sosok lain yang sangat menginspirasi  saya adalah Bapak Hadi Apriliawan penerima Satu Indonesia Award 2015, yang juga penemu alat pasteurisasi dengan teknologi kejut listrik, atau disebut teknologi susu listrik yang kemudian disingkat dengan sulis atau bahasa kerennya Milk Electricity.

Hadi Apriliawan penerima SatuIndonesia Award 2015. Dokumen pribadi

Penemuan beliau berasal dari masalah yang dihadapi para peternak sapi perah, termasuk orang tuanya sendiri, yang sering menghadapi masalah rendahnya harga susu sapi yang tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pemberian pakan. Selain itu, masa konsumsi susu sangat singkat, hanya beberapa jam saja (3-4 jam di suhu ruang) sebelum susu tersebut menjadi basi.

Dari masalah yang dihadapi, Hadi kemudian memikirkan solusinya, dan lewat berbagai percobaan, pada akhirnya, ditemukanlah alat susu listrik ini. Melalui alat ini, masa konsumsi susu bisa diperpanjang menjadi 3-4 hari di suhu ruang tanpa penambahan pengawet apapun, dan 3-6 bulan bila disimpan dalam freezer.  Hebatnya Hadi pernah di undang oleh Universitas Tokyo dan salah seorang calon investor yang hadir, tertarik untuk membeli hak paten alat tersebut senilai IDR 60 Miliar. Namun Hadi bergeming, tak ingin melepas hak paten alat tersebut, demi mempertahankan kebanggaan milik bangsa Indonesia.

Mereka semua  hanyalah sedikit contoh dimana  Astra melalui Yayasan Dharma Bhaktinya, telah masuk dan berperan serta mengembangkan usaha para UKM, memberikan bantuan permodalan, manajemen, branding dan pemasaran. Agar sebuah usaha menjadi lebih dikenal, tetap eksis dan bahkan bisa berkembang lebih maju.

Menabur Asa Menuai Cinta

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) didirikan pada tahun 1980 oleh pendiri Astra, William Soerjadjaya, sebagai komitmen Astra untuk berperan secara aktif dalam membangun bangsa. Seperti yang diamanatkan oleh butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma Astra, yakni Menjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.

**”Berikan Kail, Bukan Ikan” ** demikian filosofi YDBA, sehingga dalam perjalanannya yang sudah mencapai usia 35 tahun, YDBA telah membina 8.646 UKM diseluruh Indonesia.

Pelaku UKM binaan YDBA Dokumen pribadi

Selain itu, hingga Juni 2015 , ada 588 pemuda putus sekolah yang dilatih menjadi mekanik yang kemudian disalurkan kepada unit-unit usaha Astra. melalui UMKM yang difasilitasinya, YDBA telah menciptakan 57.837 lapangan kerja. Sungguh sebuah pencapaian luar biasa yang memberi kontribusi yang tidak sedikit bagi bangsa Indonesia.
Untuk melakukan pembinaan di daerah, telah didirikan Lembaga Penegambangan Bisnis (LPB) yang saat ini telah berjumlah 12 tersebar dari Jakarta, Yogya hingga Muara Enim.
Selain itu, untuk membantu UKM daerah mendapatkan akses pembiayaan, dibentuklah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) / Koperasi yang saat ini sudah ada 10, tersebar di beberapa daerah utamanya wilayah Kalimantan.

Standing Aplaus!!

Salah satu Visi Astra adalah menjadi institusi terbaik di bidang pembinaan dan pengembangan  UKM di Indonesia.

Dalam memenuhi visinya sebagai institusi terbaik dalam pengembangan UKM Indonesia, YDBA membuat beberapa program yang saling terkait.

Program-program YDBA
1. Pelatihan
Untuk mengembangkan kualitas UKM  diadakan pelatihan. Prosesnya melalui public training dan  inhouse training. Kurikulumnya tertuang dalam 14 modul pelatihan.
2. Membership
Program membership diadakan untuk memaksimalkan manfaat baik berupa informasi, pelatihan, seminar, benchmark ke group Astra, hingga kesempatan mengikuti pameran untuk bertemu potensial buyers bagi UKM yang terdaftar sebagai anggota.
3. Pengembangan UKM Mandiri
Bertujuan menjadikan UKM binaan Astra, mampu melakukan pencarian pasar dan pembiayaan tanpa bergantung pada pihak lain. Untuk itu dibuatlah strategy roadmap yang dibagi dalam 3 tahap:
(2013-2014) : Fokus membangun prestasi berdasar kompetensi.
(2015-2017) : Fokus menjadi partner yang dipercaya
(2018-2020): Fokus menjadi model pengembangan pertumbuhan UKM.
Ketiga strategi tersebut diwujudkan dalam program-program pelatihan dan pendampingan (produksi, pemasaran, keuangan, ke HRD-an, EHS & CSR).

4. Pendampingan
Terbagi dua tahap yakni Assessment dan Pendampingan langsung.
Assessment bertujuan mengetahui gap antara kondisi ideal dengan factual di lapangan. Sedang Pendampingan langsung bertujuan mempersempit gap tersebut.

5. Fasilitasi Pasar
Program ini diwujudkan antara lain dengan membentuk Galeri UKM YDBA, temu pasar dan pameran.
Galeri UKM YDBA dibangun sebagai sarana untuk memperkenalkan produk UKM kepada customer.
Temu Pasar dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal telah dilakukan pertemuan antara UKM dengan Grup Astra, serta mempertemukan UKM dengan first tier dan second tier Astra.
Temu pasar eksternal dilakukan dengan business matching  UKM  mitra YDBA dengan UKM Fukuoka Prefecture Japan, serta benchmarking UKM YDBA dengan HIDA Japan.

6. Fasilitasi Pembiayaan
YDBA membantu UKM mendapatkan pembiayaan baik melalui internal dari Bank Permata Tbk atau PT Astra Mitra Ventura, maupun dari pihak lembaga keuangan mikro lainnya.
Bentuk fasilitasi pembiayaan bisa berupa PO Invoice Financing, Bagi Hasil, atau Modal Kerja dan Investasi

Lembaga Pembiayaan Astra. Dokumen Pribadi

Program-progam kerja Yayasan Dharma Bhakti Astra ibarat menabur Asa  bagi ribuan UKM di Indonesia sehingga menuai hormat dan cinta dari bangsa Indonesia, utamanya pengusaha kecil menengah.
Semua kerja keras tersebut tercatat dalam tinta emas perjalanan panjang YDBA Astra dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia.

Astra, Perjalan 60 Tahun Yang menginspirasi
60 Tahun, sebuah usia yang cukup matang, hampir seusia kemerdekaan Indonesia itu sendiri. Jika dinisbatkan kepada umur manusia, maka usia 60 tahun merupakan usia di mana seseorang telah banyak mengenyam asam garam kehidupan. Maka sepantasnya seseorang di usia 60 tahun telah bertransformasi menjadi seorang yang bijaksana dan memiliki keinginan untuk membaktikan hidup untuk masyarakat luas dengan membagikan ilmu, pengalaman dan finasial yang telah susah payah diraihnya dari tahun-tahun keemasan hidupnya.

Cikal bakal berdirinya Astra International, perusahaan yang saat ini telah berkembang menjadi usaha multinasional dengan 7 lini bisnis yang menggurita, hanyalah sebuah usaha kecil di jalan Sabang nomor 36 Jakarta, sebagai usaha pemegang ijin Ekspor Impor. Nama Astra diambil dari sebuah mitologi Yunani yakni Dewi Astrea yang berarti ” Terbang ke langit menjadi bintang”, nama inilah yang didaftarkan ke notaris pada tanggal 20 Pebruari 1957

Adalah William Soeryadjaya atau Kian Liong nama yang diberikan oleh ayahnya, sebuah nama yang meniru nama seorang Kaisar Tiongkok yang memiliki masa bertahta paling lama dalam sejarah kekaisaran Tiongkok. Tentu harapan ayah William adalah, bahwa kelak puteranya akan mampu membangun kemasyhuran bagi keluarganya sesuai arti namanya yakni “Kesejahteraan Surgawi”

Bermula dari kegagalannya mengimpor generator senilai US$ 2,9 juta pada tahun 1968, William bangkit menjadi pengimpor dan perakit  truk Chevrolet keluaran General Motors Amerika.
Selanjutnya  pada tahun 1972, William menyambut niat Pemerintah saat itu yang ingin membangun industri otomotif nasional, William menerima tawaran untuk menghidupkan kembali Gaya Motor. Inilah awal mula berdirinya industri otomotif Astra, bahkan Indonesia. Sekaligus langkah awal Astra beralih dari perusahaan dagang ke industri manufaktur. Sebuah langkah tepat untuk membangun keberlangsungan Astra.

Tujuh Lini Bisnis Astra

Diagram 7 LINI BISNIS ASTRA. Koleksi http://www.titialfakhairia.com

1. Lini Bisnis Otomotif
Lini bisnis otomotif kemudian menjadi trade mark Astra. Hingga saat ini Astra telah berkembang menjadi pemain otomotif terbesar di Indonesia. tak kurang dari merek-merek seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Pigoet dan UD Tractor, serta Honda di roda dua, telah tumbuh bersama Astra dalam membukukan  penjualan terbaik di Indonesia.
Salah satu keunggulan Astra di industri otomotif adalah variasi produk yang memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai segmen.

Untuk mendukung program pemerintah dalam menekan penggunaan energi fosil, Toyota dan Daihatsu bersinergi menciptakan low cost green car . Pada tahun 2012 diluncurkan Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla. Desain produknya dibuat sendiri oleh putera bangsa yang berhasil menyisihkan para pesaingnya dari Jepang, Perancis dan Italia yang merupakan para disainer berpengalaman. Hingga akhir tahun 2015, kandungan lokal kedua mobil tersebut hampir mencapai 90%. Hal ini membuktikan bahwa para insinyur lokal lebih berkompeten dalam mengembangkan komponen lokal, karena memahami kultur masyarakat Indonesia dan mengenali potensi alamnya.

Selain kendaraan roda empat, Astra juga merupakan perusahaan pertama yang membangun industri manufaktur kendaraan roda dua di Indonesia. Diawali pada tahun 1971, melalui Federal Motor (Astra Honda Motor sejak 2001)  Astra mulai memproduksi sepeda motor Honda sebanyak 1.500 unit per tahun.
Pada tahun 2015, Astra telah membukukan penjualan sebanyak 4,5 juta unit, sekaligus mulai mengekspor produknya ke Filiphina.

Astra juga mengembangkan jaringan layanan purna jual yang sangat masif. Untuk membantu konsumen yang memerlukan bantuan pembiayaan, didirikan lembaga pembiayaan, Astra Credit Companies  Untuk berjaga bila ada kemungkinan yang tak diinginkan, didirikan Asuransi Astra, yakni Garda Oto.

Selain itu didirikan  industri  suku cadang mobil dan motor yang dikenal dengan nama Astra Otopart yang memasok komponen ke semua merek terkenal di Indonesia. Astra Otopart didukung dengan jaringan distribusi Shop & Drive yang menyediakan aki,oli mesin, peredam kejut dan berbagai suku cadang fast moving lainnya.

Sinergi anak perusahaan Astra memungkinkan terciptanya one stop shopping services yang lebih terpadu sehingga seluruh proses pelayanan lebih ramping. Hanya dengan berinteraksi dengan satu staf, seorang pelanggan bisa terpenuhi semua kebutuhannya mulai pembelian, pembiayaan,asuransi, perawatan, dan penjualan kembali.

2. Lini Bisnis Keuangan
Untuk membantu konsumen dalam pembiayaan pembelian sepeda motor, pada tahun 1982, Astra mendirikan lembaga leasing dengan nama Sedaya Rahardja yang berarti sejahtera untuk semua.
Perusahaan tersebut beralih menjadi Astra Credit Companies yang fokus pada pembiayaan mobil dan alat berat. Pada perkembangannya, Astra juga memberikan layanan pembiayaan di bidang properti yakni dengan kredit kepemilikan rumah bekerjasama dengan pengembang ternama.

Astra dan Toyota Financial Services bersama membentuk Toyota Astra Financial Services yang fokus mendukung penjualan produk-produk Astra.

Astra meluncurkan Garda Oto yang akhirnya menjadi benchmark Astra dalam industri asuransi kendaraan. Dalam layanannya, ditambahkan fitur  akses 24 jam yang mampu memberikan informasi terkait produk dan layanan asuransi.

Selain itu, demi memberikan layanan yang menyeluruh, didirikan juga Astra Siaga untuk melayani pelanggan yang membutuhkan bantuan darurat di jalan raya. Selanjutnya Astra meluncurkan aplikasi Garda Medika dan  Garda Mobil Otocare yang semuanya dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi semua konsumen Astra.

3. Lini Bisnis Alat Berat dan Pertambangan
Di awal tahun 70 an, Willian Soerjadjaya telah mengembangkan kepak bisnisnya di bidang perdagangan dan penyewaan alat berat dari berbagai merek.
Disusul pendirian United Tractors tahun 1972 dengan mendapatkan lisensi keagenan dari Komatsu, produsen alat berat dari Jepang.

Tahun 1983, United Tractor mengembangkan portofolio baru yakni rekayasa dan manufaktur komponen alat berat dengan merek Patria. Melalui United Tractors Pandu Enginering tercatat prestasi sebagai produsen dan eksportir alat berat ke beberapa negara tujuan seperti India, Mongolia dan Philiphina.

Melalui Pamapersada Nusantara, United Tractors juga menyediakan jasa kontraktor pertambangan sejak tahun 1989. Layanannya meliputi disain pertambangan, eksplorasi, pengembangan infrastuktur, penyulingan, pengangkutan, kapal tongkang dan transportasi komditas. Semuanya dalam kualitas pelayanan kelas dunia.

Pada tahun 2015  United Tractors  mengakuisisi Tuah Turangga Agung yang memiliki beberapa konsesi tambang batubara dengan total  cadangan 395 juta ton. Pada tahun itu juga anak perusahaannya Pamapersada Nusantara mengakuisisi Sumbawa Jutaraya sebuah perusahaan penambang emas.

Saat bisnis penambangan batubara dan alat berat mulai menurun, United Tractors menggebrak dengan membeli 50,1 % saham Acset yang memiliki reputasi bagus sebagai perusahaan spesialis pembangunan fondasi dan layanan geoteknik. Perusahaan menyediakan layanan menyeluruh dari mulai pembangunan fondasi, pekerjaan sipil, desain detail, mekanis dan elektris, plumbing serta finishing.

4. Lini Bisnis Agrobisnis
Kejelian melihat peluang di bidang agribisnis dan keinginan membantu pemerintah meringankan beban neraca pembayaran luar negeri melalui devisa berbagai komoditas, membuat William bertekad mengukuhkan lini bisnisnya yang ke empat.

Pada tahun 1973, dimulailah Multi Agro Corporation yang diawali dengan penanaman  singkong dan kelapa. Selanjutnya dimulailah langkah industri perkebunan kelapa sawit dengan membeli 50% saham Tunggal Perkasa Plantation yang mengelola 10.000 ha perkebunan sawit.

Pada tahun 1997 berdirilah Astra Agro Lestari yang merupakan merger antara Astra Agro Niaga dan Suryaraya Bahtera.

Di tahun 2004 Astra International meningkatkan kepemilikan sahamnya pada salah satu bisnis sawit terbesar dan terintegrasi di Indonesia, mencapai 79,64%.
Pada akhir 2015 luas lahan kelapa sawit tertanam telah mencapai 297.862 hektare tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.

Tak puas sampai di situ, pada tahun 2014 Astra masuk ke industri hilir  dengan mendirikan pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) di Mamuju Sulawesi Barat. Diikuti dengan penyertaan saham 50% pada sebuah refinery yang terletak di Dumai, Riau. Hingga akhir 2015 total kapasitas refinery yang dimiliki Astra mencapai 900 ribu ton Crude Palm Oil (CPO) per tahun.

5. Lini Bisnis Infrastruktur dan Logistik
Melalui tiga anak perusahaannya yakni Astratel Nusantara, Intratel Nusapersada dan Serasi Autoraya, Astra memasuki lini bisnis ke limanya dibidang infrastuktur dan logistik.

Di bidang infrakstuktur, tercatat portofolio Astra meliputi konsesi pembangunan dan pengelolaan jalan tol, telekomunikasi, bisnis dan layanan air bersih, pembangkit listrik, fasilitas penampungan bahan bakar minyak,plebuhan laut dan logistik.

Pada tahun 2005, Astra mengakuisisi Marga Mandalasakti, operator jalan tol Tangerang-Merak, sepanjang 72,5 kilometer.Selanjutnya dengan menmggandeng Citigroup Financial Products Inc, Astra menguasai 79,31% saham Marga Mandalasakti dengan masa konsesi hingga tahun 2047.

Tol Mojokerto-Jombang/ Jombang Kertosono Dokumen Pribadi

Memperkuat posisinya di bisnis ini, pada tahun 2011 Astra membeli 95% saham Marga Harjaya Infrastuktur pengelola tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 Kilometer yang merupakan tol Trans Jawa dengan nilai investasi sebesar IDR 4,1 Triliun untuk masa konsesi hingga tahun 2045.

Lini Infrastuktur Astra. Dokumen Pribadi

 

Masih ada beberapa ruas jalan tol lagi yang sahamnya berada dalam genggaman Astra.

Ruas Tol Jombang-Mojokerto. Dokumen Pribadi

Memperkuat portofolionya, pada tahun 2013 Astra mengakuisisi pelabuhan Penajam Banua Taka, Kalimantan Timur yang melayani perusahaan minyak dan gas serta penambangan. Melalui pelabuhan ini, pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Balikpapan diharapkan akan mengalami peningkatan, secara Penajam dan daerah-daerah di sekitarnya memiliki potensi sumber daya alam yang kaya.

Di bidang logistik, Astra , melalui anak perusahaannya Intertel, mengakuisisi 34,91% saham Toyo Fuji Logistic Indonesia, perusahaan logistik pengelola lahan untuk mobil produksi Astra dan non Astra yang akan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri via trans-shipment.

Selain itu, anak perusahaan Astra lainnya yakni Serasi Autoraya bertugas menyediakan layanan jasa transportasi dan logistik melalui  4 kegiatan inti, yakni:
– TRAC-Astra Rent A car (jasa penyewaan mobil)
– Mobil 88 dan Ibid  (jasa penjualan mobil bekas)
– SELOG (melayani logistik otomotif, alat berat dan logistik umum, pengiriman paket dan dokumen)
– O-RENZ (jasa taksi di Surabaya)

6. Lini Bisnis Teknologi Informasi

Pada tahun 1970, Astra menandatangi kesepakatan bersama Fuji-Xerox untuk menjadi distributor ekslusif produk-produk Fuji-Xerox di Indonesia.

Lima tahun kemudian, divisi ini bertansformasi menjadi Astra Graphia.
Melihat pesatnya perkembangan teknologi informasi, Astra kembali membukukan portofolionya melalui anak perusahaanya Astra Graphia Information Technology pada tahun 2008.
Melalui perusahaan inilah dibukukan kerjasama dengan perusahaan TI kelas dunia seperti  Cisco, Dell, Hp, IBM, Lenovo, Microsoft, Microstrategy, Oracle, SAP, Symantec, TrendMicro dan VMWare.

Pada bulan Pebruari 2014, berdiri Astragraphia Xprins Indonesia yang fokus pada office services melalui 3 unit bisnisnya, yakni Layan Gerak, Xprins dan Layan Gerak Xpress.

Mengikuti tren e-commerce Astra meluncurkan Ofiskita.com yang melayani jual beli kebutuhan peralatan kantor secara online dilengkapi dengan gerai offline Kiosk Ofiskita  di beberapa kota besar di indonesia.

7. Lini Bisnis Properti
Menjelang usia ke 60, yakni 27 Oktober 2016, Astra mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain bisnis properti setelah melalui kajian yang mendalam akan pesatnya bidang bisnis ini di masa kini dan masa mendatang. Adanya kebutuhan untuk menyatukan unit bisnis grup Astra dalam satu atap, serta untuk memberikan tempat yang representatif bagi kantor pusat Astra yang mencerminkan kebesaran nama Astra itu sendiri.

Untuk itu, pada tahun 2014 Astra menggebrak dengan dimulainya dua proyek prestisisus pertamanya senilai IDR 8 Triliun, di atas lahan seluas 2,4 hektare di pusat bisnis  di Jakarta. Pertama adalah Menara Astra yang merupakan bangunan perkantoran kualitas International grade A Office dengan standar green building peringkat platinum setinggi 47 lantai memiliki Convention Hall berkapasitas 1000 orang.

Disusul proyek Anandamaya Residences sebuah hunian ekslusif berupa apartemen 509 unit  yang terdiri dari satu luxury tower dan dua premium towers, yang merupakan kerjasama Astra dengan Hongkong Land Limited yang merupakan salah satu grup properti terkemuka.

Milestones bersejarah selanjutnya diukir di atas kerjasama dengan Modernland Reality melalui anak perusahaanya Mitra Sindo Makmur dengan didirikannya Astra land Indonesia. keduanya sepakat mengembangkan lahan perumahan skala kota (township) seluas 70 ha di kawasan Jakarta Timur.


Dengan semua prestasi yang diukir Astra dalam perjalanan panjang 60 tahunnya, baik dalam mengembangkan 7 lini bisnisnya hingga mencapai prestasi nasional dan internasional, maupun kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat dan UKM , sungguh patut jika kita sematkan predikat Astra sebagai Kebanggan Bangsa.

Astra telah menjadi aset penting bangsa Indonesia dan menjadi milik kebanggaan bangsa Indonesia. Saat William Soerjadjaya melepaskan kepemilikan Astra yang dicintainya kepada publik tahun 1992, maka saat itulah mimpinya terkabul, yakni menjadikan Astra sebagai aset bangsa yang sesungguhnya.

 

Sumber Bacaan :
1. Yayasan Dharma Bhakti Astra, website
2. Liman, Yacub, Astra On Becoming Pride of The Nation,Gramedia Pustaka Utama,2017

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s