Kuatkan Agroindustri, Kembangkan Ekonomi Kreatif | Mengatasi Kemiskinan dengan 4 Pilar Program Dompet dhuafa

 “Andai kemiskinan itu adalah makhluk, maka aku akan membunuhnya”  _ Ali Ibn Thalib, R.A_

Foto oleh Stefano Romano

Data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2010 menyebutkan jumlah penduduk Indonesia adalah 237.641. 326  jiwa. Meliputi penduduk 33 Provinsi termasuk mereka yang disebut para penghuni tidak tetap seperti tuna wisma, pelaut, penghuni rumah perahu dan penduduk ulang-alik (pelaju).

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo per Juni 2016 menyebutkan jumlah penduduk Indonesia adalah 257.912.349 jiwa.  Mengacu kepada Kepala BKKBN Pusat, dr.Surya Chandra bahwa pertambahan penduduk Indonesia sebesar 4 juta jiwa pertahun, maka perkiraan jumlah penduduk Indonesia pada bulan Juli  tahun 2017 adalah sebanyak 262 juta jiwa.

Catatan Badan Pusat Statistik, hingga Maret 2017 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari total penduduk Indonesia. Meski secara persentase angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yakni September 2016, namun jumlahnya mengalami peningkatan, karena faktor tingginya pertumbuhan penduduk.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, per Oktober 2016 ada 152.000  sekolah di Indonesia mengalami kerusakan parah dan jutaan anak Indonesia terpaksa belajar di bawah ancaman atap sekolah yang hampir roboh.

Sementara itu sekian persen penduduk Indonesia gemar memamerkan kehidupan pribadi dalam gelimang kemewahan yang tak terbayangkan oleh mereka yang bahkan untuk makan tiga kali sehari saja sering mengalami kesulitan.

Penyebab Kemiskinan dan Dampaknya Terhadap Kualitas Bangsa

Kemiskinan adalah masalah yang tidak hanya menjadi milik si individu penyandang kemiskinan itu sendiri tetapi menjadi masalah bagi masyarakat di mana individu tersebut berada, dan bahkan merupakan masalah bagi bangsa, negara dan dunia.

Menurut Nugroho dan Dahuri (2004: 195) penyebab kemiskinan itu ada 2 faktor utama yakni faktor internal dan faktor eksternal. Dengan pembagian sebagai berikut:
1. Faktor Internal:
Yakni disebabkan oleh hal-hal berikut:
-Individual atau patologis, yakni kemiskinan yang disebabkan oleh perilaku, pilihan dan kemampuan si miskin itu sendiri.
-Keluarga yakni kemiskinan yang disebabkan oleh keturunan dan keluarga.
-Kultural yakni kemiskinan yang disebabkan oleh sikap dan gaya hidup, perilaku dan budaya yang menjebak pelakunya dalam lingkaran kemiskinan.
2. Faktor Eksternal:
Yakni kemiskinan yang disebabkan:
-Struktural, yakni kemiskinan akibat kebijakan, peraturan dan keputusan dalam pembangunan oleh Pemerintah di mana individu tersebut tinggal. Baik secara langsung atau tidak langsung. Kemiskinan semacam ini bisa dikenali dari transformasi ekonomi yang berjalan tidak seimbang
-Natural, yakni kemiskinan yang terjadi akibat minimnya sumber daya alam dan sumber daya manusia.
-Agensi, yakni kemiskinan akibat adanya faktor aksi dari luar dirinya seperti perang, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi regional dan global.

Dampak Kemiskinan di Indonesia

Di Indonesia, dampak dari kemiskinan itu ada banyak dan kompleks.

Dampak kemiskinan yang pertama adalah kualitas hidup masyarakat yang rendah akibat ketiadaan daya beli. Sehingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari sangat sulit. Kemiskinan ini disebabkan oleh sulitnya mendapatkan pekerjaan dan atau jumlah pendapatan yang rendah, akibat pendidikan yang rendah.

Seperti lingkaran setan, kemiskinan juga menghalangi peningkatan kualitas pendidikan akibat ketidak mampuan memenuhi biaya pendidikan. Pendidikan yang rendah menciptakan pengangguran atau kualitas pekerja di level yang rendah sehingga  sulit bersaing di era global.

Kemiskinan juga mengakibatkan rendahnya kualitas kesehatan, meningkatnya kriminalitas, dan mudahnya masyarakat menjadi sasaran empuk para elite politik yang memperebutkan suara mereka dengan janji-janji manis dan iming-iming sembako menjelang pemilu.

Secara keseluruhan, kemiskinan memberi banyak dampak negatif dan menjadikan sebuah bangsa berada di level yang rendah dalam kancah pergaulan dunia.

Kemiskinan, Masalah Kita Semua

Kita bisa saja tidak peduli terhadap kemiskinan yang terjadi di sekitar kita dan hanya mementingkan diri sendiri dengan mengejar pemenuhan kebutuhan diri sendiri tanpa sedikitpun peduli dengan nasib orang lain.

Namun ketidakpedulian kita akan menjadi boomerang atau bom waktu bagi kehidupan anak cucu kita dan masa depan bangsa di kemudian hari.

Selain itu, Islam mengajarkan agar kita mempedulikan orang lain di sekitar kita sebagai wujud pengabdian kita kepada Tuhan. Islam juga sangat memerangi kemiskinan. Sebuah riwayat mengatakan bahwa Ali Ibn Ali Thalib R,A pernah berkata : “Andai kemiskinan itu adalah makhluk, maka aku akan membunuhnya”

Maka terpulang kepada diri kita, apakah kita memilih untuk mengabaikan kondisi dua puluh tujuh juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan hanya mengejar kesenangan kita pribadi, hanya demi mampu menikmati kehidupan glamor ala-ala para pesohor yang postingan media sosialnya serba instagramable? Ataukah kita memilih untuk peduli dan memikirkan solusi. Berbagi meski dengan sedikit kemampuan yang ada pada diri kita. Syukur-syukur mau ikut berkolaborasi dengan organisasi semacam Dompet Dhuafa untuk ikut take in action mengatasi kemiskinan dan persoalan sosial lain di Indonesia.

Mengenali Potensi Sumber Daya di Indonesia
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa luas wilayah Indonesia secara keseluruhan (update 2016) adalah 1.913. 578,68 km2 dengan jumlah pulau 17.504. (((Tujuh belas ribu, lima ratus empat pulau))). Masha Allah.
Bisakah kita bayangkan, potensi apa sajakah yang bisa kita temui dari sekian belas ribu pulau di Indonesia tersebut?

Sebagai negara di wilayah tropis  yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa, Indonesia adalah negara subur dengan curah hujan tinggi dan matahari bersinar sepanjang tahun. Menjadikan Indonesia salah satu negara yang memiliki keaneka ragaman hayati yang terkaya di dunia.

Berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang berpotensi menjadi kekayaan luar biasa ada di Indonesia. Termasuk laut Indonesia yang sangat kaya dan tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki keragaman bawah laut terbanyak  dunia.

Belum terhitung aneka bahan tambang seperti emas, perak, nikel, timah, tembaga, intan dan masih banyak lagi. Belum termasuk aneka energi fosil seperti minyak bumi dan batubara. Semuanya jelas memetakan Indonesia sebagai salah satu negara TERKAYA di dunia  dalam hal Sumber Daya Alam (natural resources energy).

Dari segi sumber daya manusia pun Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain seperti India, Pakistan, Malaysia dan China. Sarjana-sarjana Indonesia yang mumpuni telah melahirkan banyak inovasi atau penemuan hebat yang menjadikan mereka sebagai pemilik hak paten global. Sebut saja Bapak  Ing. BJ Habibie pemegang 46 hak paten dunia di bidang aeronautika.

Ir.Khairul Anwar penemu teknologi Broadband cikal bakal  mobile 4G LTE nya dan konon sudah sampai ke teknologi 5G LTE.

Belum lagi penemuan-penemuan lain di bidang teknologi terapan oleh orang Indonesia yang sudah banyak diperebutkan oleh dunia namun tak tercatat dalam sejarah di Indonesia sendiri.

Bagaimanapun, kita tidak bisa memungkiri bahwa, dengan begitu  banyaknya  potensi sumber daya alam maupun manusia yang dimiliki Indonesia,  belum mampu mengangkat jutaan rakyat pemilik tanah ini dari kemiskinan.

Pengelolaan bahan tambang, yang seharusnya lebih dari cukup untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia, hingga hari ini masih berada dalam genggaman perusahaan-perusahaan asing sejak jaman Indonesia memperoleh kemerdekaan hingga detik ini. Potensi kehilangan pendapatan dari kekayaan alam Indonesia yang demikian besar berlalu di depan mata, tahun demi tahun.

Maka, rakyat Indonesia harus cerdas memutar otak untuk mendapatkan sumber pendapatan lain dari apa yang mampu mereka olah. Karena mengharapkan cipratan kekayaan dari sumber daya alam terutama bahan tambang, bagi rakyat jelata masih merupakan mimpi di siang bolong.

 

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

1. Kembali Kepada Agroindustri
Karena Indonesia adalah negara agraris dengan potensi sumber daya alam berupa tanah-tanah yang luas dan subur. Aneka ragam hayati yang melimpah, maka sangat masuk akal bila agroindustri dijadikan dasar untuk mengentas kemiskinan dan membangun kemajuan bangsa Indonesia.
Apa alasannya?
Simpel. Selama manusia masih hidup, maka manusia masih membutuhkan makanan. Selain makanan ada banyak lagi kebutuhan manusia yang hanya bisa terpenuhi oleh hasil pertanian. Contohnya obat-obatan, kosmetik, parfum,berbagai tolileters dan aneka consumer goods  yang berbasis hasil pertanian. Bahkan banyak juga bahan dasar industri kimia yang diperoleh dari hasil pertanian.

Limbah pertanian juga bisa diolah menjadi renewable energy atau energi terbarukan, di mana saat ini dunia menghadapi krisis energi fosil yakni minyak bumi dan batu bara yang jumlahnya semakin menipis. Maka ke depannya pertanian akan memberikan sumbangan yang cukup signifikan untuk menghasilkan energi alternatif yang kelak akan menjadi salah satu incaran dunia.

Tak dipungkiri bahwa pertanian adalah sumber kehidupan. Tanpa adanya kegiatan pertanian, mungkin manusia akan mati.

Bukankah pertanian itu berat dan hasilnya sangat tidak sepadan?

Ya. Pertanian menjadi berat di era sekarang  karena petani kita tidak seperti petani jaman dahulu. Petani kita telah dimanjakan sekaligus dijajah oleh industrialis dan kapitalis yang sejak dari membeli bibit,memupuk, merawat tanaman  hingga panen semuanya tergantung pada hasil industri yang lebih mahal, rentan penyakit, penuh bahan kimiawi dan tidak berkelanjutan.

Selain itu petani kita tidak mandiri dalam pemasaran produknya sehingga petani hanya menjadi korban dari para tengkulak yang menangguk untung dari kerja keras mereka. Petani berada di tengah antara industrialis  kapitalis dan para tengkulak, yang membuat para petani berada pada posisi objek penderita.

Jadi agroindustri yang seperti apa yang memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia dan hasilnya menguntungkan petani dan mampu mengentaskan kemiskinan?

Jawabnya adalah Agroindustri yang terencana, berbasis kebutuhan pasar, bertumpu pada kemandirian petani, dengan cara alami yang pro keberlangsungan (sustainability) alam, lingkungan dan manusia itu sendiri .

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa petani kita adalah petani konvensional yang bertanam jenis tanaman yang itu-itu saja, dengan cara begitu-begitu saja. Puluhan tahun mereka hidup sebagai petani, namun tak pernah memikirkan inovasi untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas hasil pertanian.

Agroindustri yang terencana harus meliputi:
a. Jenis komoditi apa yang harus ditanam?
b. Dari mana memperoleh bibit yang unggul?
c. Jenis pupuk dan pestisida apa yang boleh dipakai?
d. Bagaimana teknologi panen dan pasca panen?
e. Produk baru apa yang bisa dihasilkan oleh produk pertanian tersebut agar memiliki nilai tambah?
f. Bagaimana cara pemasaran yang efektif dan menguntungkan petani?

Untuk itu petani harus dibantu. Pemerintah, petugas penyuluh pertanian, pebisnis, lembaga keuangan, startup-ers semua harus bersatu membantu petani untuk meningkatkan kualitas  dan nilai tambah hasil pertaniannya.

a.a. Jenis Komoditi
Sudah saatnya petani merencanakan jenis komoditi apa yang sedang dibutuhkan masyarakat baik nasional maupun global. Dengan semakin meningkatnya kesadaran untuk hidup lebih sehat, orang telah memilih untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu dan menghindari jenis makanan yang lain. Informasi seperti ini harus sampai kepada petani agar petani tidak asal menanam tanaman tanpa tahu apa tren kebutuhan yang sedang terjadi di dunia, lalu berakhir dengan hasil tanamannya terbuang percuma karena tidak dikehendaki pasar.

Selain itu ada banyak komoditi pertanian eksotis yang sangat mahal harganya di pasar dunia seperti rempah-rempah, tanaman penghasil minyak atsiri, kelapa, tanaman katagori superfoods, tanaman penghasil obat, dan masih banyak lagi. Mengapa tidak beralih menanam tanaman bernulai jual tinggi? Daripada hanya menanam tanaman yang tak laku di pasaran dengan nilai jual sangat rendah akibat kualitas dan demand yang rendah.

b.b. Bibit Unggul
Jika menelaah cara-cara bertanam jaman dahulu, contohnya petani padi, mereka akan menyisihkan  sepertiga bagian hasil panennya untuk ditanam kembali pada musim yang berikutnya. Namun dengan membeli bibit hasil pabrikan, ternyata, mata rantai pertanian terputus pada saat panen, karena hasil panen dari bibit pabrikan, tidak bisa dijadikan bibit untuk musim tanam berikutnya.
Ini tentu tugas para ahli di bidang pertanian untuk membantu petani menghasilkan kembali bibit unggul dari galur murni yang bisa dikembangbiakkan dan memenuhi syarat sustainability atau keberlangsungan proses produksi pertanian.

c.c Pupuk dan Pestisida
Dengan ketergantungan petani pada pupuk dan pestisida buatan pabrik, terutama yang kimiawi, terjadilah kerusakan lingkungan akibat dampak negatif pupuk kimiawi yang mencemari air sekaligus mengakibatkan tanah semakin hari jadi semakin mengeras hingga kehilangan kesuburannya.

Dari sisi kesehatan petani sendiri, mereka yang banyak terpapar pupuk dan pestisida kimia tentu sangat rugi dari segi kesehatan. Bukankah tak sedikit kasus petani meninggal saat sedang menyemprotkan pestisida kimiawi terhadap hama pengganggu yang rupanya semakin hari semakin resisten dan tak mudah diatasi akibat pemakaian pestisida kimiawi dalam jangka waktu lama?

Dan yang paling  penting adalah, hasil pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida kimiawi pasti membahayakan kesehatan konsumen apabila mengkonsumsi makanan maupun produk lain hasil pertanian tersebut.

Inilah yang kemudian melahirkan gerakan kembali ke alam. Gerakan kembali kepada pertanian organik, yang mensyaratkan mata rantai pertanian yang bersih dari cemaran pupuk dan pestisida kimia. Bila petani mau sedikit bersusah payah di awal untuk mengubah cara-cara bertani yang sudah memanjakan sekaligus mematikan mereka, maka ke depannya, bidang pertanian adalah bidang yang sangat menjanjikan!

Apalagi bila pertanian disinergikan dengan peternakan dan budidaya perikanan. Akan terbentuk siklus hidup saling menguntungkan di mana petani memperoleh pupuk organik yang melimpah dan murah dari kotoran hewan ternak, sedang hewan ternak memperoleh pakan sehat dan murah dari gulma pertanian maupun limbah pertanian. Begitu juga dengan perikanan. Kesemuanya merupakan sinergi yang menguntungkan petani dengan menekan biaya produksi sekaligus  menghasilkan keseimbangan alam yang baik bagi makhluk hidup dan lingkungannya, serta memberikan hasil pertanian yang lebih sehat dan bebas pencemaran kimiawi. Inilah pertanian berkelanjutan. Model pertanian yang harus diterapkan petani manapun bila ia ingin maju dan sukses.

d.d. Teknologi Panen dan Pasca panen
Bila pertanian sudah dijalankan dengan cara-cara yang baik dan sesuai standar keselamatan dan kesehatan yang dikehendaki dunia, maka saat panen dan pasca panen juga sangat menentukan bagi peningkatan pendapatan petani.

Pada saat memanen, petani harus tahu kapan saat terbaik suatu tanaman bisa dipanen, bagaimana cara memanennya, apakah sudah sesuai standar?
Dan yang tak kalah penting adalah penanganan pasca panen. Meliputi penyimpanan, pengemasan dan pengiriman sampai suatu komoditi hasil pertanian sampai di tangan konsumen.
Bagaimana suatu produk bisa tetap awet dalam jangka panjang tanpa penambahan bahan kimia berbahaya, bagaimana cara dan apa jenis kemasan yang sesuai dengan komoditi tersebut, bagaimana cara pengiriman yang aman dan sebagainya.
Semuanya harus melewati prosedur yang benar. Agar nilai hasil pertanian tidak menjadi rusak dan sia-sia.

e.e. Produk yang Memberi Nilai Tambah
Ada kalanya pasar menginginkan produk pertanian berupa produk asli dari hasil pertanian, segar dan apa adanya tanpa mengalami perubahan apapun. Padi, jagung, ketela, kelapa, kacang-kacangan, ikan, daging, susu semuanya dalam bentuk segar untuk kemudian diolah sendiri di dapur masing-masing konsumen.

Namun dengan melimpahnya hasil pertanian, dan meningkatnya jumlah penduduk dunia setiap tahunnya, ada banyak peluang untuk memenuhi kebutuhan selain makanan. Maka hasil pertanian merupakan modal emas untuk menghasilkan produk baru yang sangat menjanjikan dan bernilai jual lebih tinggi.

Hal ini banyak berkaitan dengan pembahasan selanjutnya, di sektor Ekonomi Kreatif.

f.f. Cara Pemasaran Masa Kini Dengan Memanfaatkan Teknologi Digital
Tak bisa lagi dipungkiri bahwa saat ini kita berada di era puncak teknologi digital. Di mana setiap manusia telah menjadi begitu bergantung kepada kecanggihan teknologi untuk mengakses banyak hal.
Maka cara-cara pemasaran konvensional  hanya menunggu waktu untuk digilas oleh perubahan.
Apakah petani bisa mengadopsi teknologi ini untuk memasarkan produk-produknya? tentu  sangat bisa dengan bantuan para pakar di bidangnya yang memiliki kepedulian terhadap masalah petani.

2. Mengembangkan Ekonomi Kreatif
Pemerintah, sejak tiga tahun lalu( 2014 ) telah membentuk Badan Ekonomi Kreatif Indonesia atau BE-KRAF yang merupakan pecahan dari Kementrian Pariwisata dan ekonomi Kreatif.
Tugas Bekraf  adalah membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkann,  mengkoordinasikan dan sinkronisasi kebijakan di bidang Ekonomi Kreatif .

Bekraf telah menetapkan enam  belas Subsektor Ekonomi Kreatif yang meliputi:
– 1. Aplikasi dan Pengembangan Permainan
– 2. Arsitektur
– 3. Disain Interior
– 4. Disain Komunikasi Visual
– 5. Disain Produk
– 6. Fashion
–  7.Filem, Animasi, Video
– 8. Fotografi
– 9. Kriya
– 10.Kuliner
– 11. Musik
– 12.Penerbitan
– 13.Periklanan
– 14.Seni Pertunjukan
– 15.Seni Rupa
–  16.Televisi dan Radio

 

3.Memanfaatkan Teknologi Digital
Siapapun kini, dimanapun dia berada, hampir sudah tak ada manusia di planet ini yang tak terpapar dunia digital, kecuali mungkin mereka yang tinggal jauh di tempat terpencil.
Maka para UKM dan masyarakat miskin pun bisa dan harus diajarkan untuk memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal positif. Utamanya untuk memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan pengetahuan.

Petani bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dalam dunia pertanian seperti komoditas apa saja yang saat ini sedang dibutuhkan pasar, di mana bisa mendapatkan bibit yang bagus, bagaimana cara-cara bertani yang baik, hingga bagaimana mendapatkan investor untuk rencana pertaniannya. Tak lupa memanfaatkan teknologi digital untuk menjual hasil pertaniannya.

Para pelaku UKM sudah sejak lama didorong oleh Pemerintah dalam hal ini yang lebih fokus adalah Bekraf untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengakses informasi perijinan, pendaftaran hak cipta, akses permodalan, teknik branding, marketing  dan sebagainya.

 Dompet Dhuafa

Dilat dan Sertifikasi Pelatihan Anti Korupsi

Dhompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat yang telah berpengalaman selama 25 tahun dalam berkhidmat untuk mengangkat harkat sosial dan kemanusiaan kaum dhuafa melalui pengelolaan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal dari perorangan atau lembaga dan perusahaan yang menitipkan dananya untuk dikelola secara produktif.

Visi  Dompet Dhuafa :
Terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan.

Misi Dompet Dhuafa:
1. Menjadi gerakan masyarakat yang mentransformasikan nilai-nilai kebaikan.
2. Mewujudkan masyarakat berdaya melalui pengembangan ekonomi kerakyatan.
3. Terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan dunia  melalui penguatan jaringan global.
4. Melahirkan kader pemimpin yang berkarakter dan berkompetensi global.
5. Melakukan advokasi kebijakan untuk mewujudkan sistem yang berkeadilan.
6. Mengembangkan diri sebagai organisasi global melalui inovasi, kualitas pelayanan, transparansi, akuntabilitas, independensi dan kemandirian lembaga.

Dompet Dhuafa menganut nilai-nilai inspirasi yang :
Islami, Universal, Peduli, Inovatif, Responsif, Amanah dan Profesional.

4 Pilar Program Dompet Dhuafa 2017
Dalam melaksanakan visi dan misinya dalam memberdayakan dan mengangkat harkat kaum dhuafa, Dompet Dhuafa menetapkan 4 pilar program kerjanya, yaitu:

1. Program Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, Dompet Dhuafa  telah mewujudkan:
– Karya Masyarakat Mandiri (KMM).
– Grant Making.
– Klaster Mandiri.
– Institut Kemandirian (IK).
– Pengembangan Keuangan Mikro Syariah (PKMS).
–  Lain-lain (Dayamart, Trading Area, Batik Imogiri)>

2. Program Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, Dompet Dhuafa sudah mewujudkan :
– RS. Rumah Sehat Terpadu (RST).
– RS. AKA Medika Sribhawono.
– Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC)

3. Program Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, Dompet Dhuafa telah mewujudkan:
Dompet Dhuafa Pendidikan

– Smart Eklensia Indonesia
– Beastudi Indonesia
– Makmal Pendidikan
-Startegic Partnership
– School of Refugees (SFR)
– Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK).

Diklat dan Penyuluhan Anti Korupsi, salah satu program Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa Corporate University
– Sekolah Guru Indonesia
– Institut Manajemen Zakat (IMJ)
– Sekolah Perhotelan

Program DDSE
– Sekolah Smart Cibinong
– Sekolah Assyukro Universal

Umar Usman

  1. Program Social Development
    Dalam program Social Development, telah diwujudkan :

– Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM)
– Disaster management  Center (DMC)
– Corp dai Dompet Dhuafa (Cordofa)
– Pemulasaran Jenazah (Barzah)
– Semesta Hijau (Semai)
– Advokasi and peace Building
– Pusat Bantuan Hukum (PBH)
– Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS)

Dompet Dhuafa, Berkarya Nyata Mengentas Kemiskinan di Indonesia
Melalui program ekonomi, Dompet Dhuafa telah menyalurkan ZISWAF dari masyarakat Muslim Indonesia, dengan menyasar 42.124 jiwa penerima manfaat.

Program tersebut meliputi:
Program Reguler Karya Masyarakat Mandiri (KMM):
1. Program Pertanian :
– Green Horti
– Pemberdayaan Petani Kahayya
2. Program Peternakan
– Sentra Sapi Perah
– Pemberdayaan Peternak Sapi Bali
3. Program Pemberdayaan UMKM,Pesisir dan Nelayan
– Payung Lukis
-Pedagang Sayur Tangguh
– Pemberdayaan Nelayan Kerang Hijau
– Bakso Kitchen Center
4. Program Corporate Social Responsibility (CSR)
– Pedagang Tangguh Miwon

Kampung Ternak Banten, salah satu upaya Dompet Dhuafa memerangi kemiskinan di daerah.

GrantMaking
– Pemberdayaan Pengolahan Pangan Lokal
– Zimbaland
– Kacama kayu
– Tenun Lurik
– Pemberdayaan Peternak Puyuh
– Rumah bambu
– Pemberdayaan Nelayan Sidat
– pemberdayaan Peternak Lele
-Pemberdayaan Nelayan Kerapu
-Eduwisata Dolly
– Usha Budidaya Ikan babora

Kampung Wisata D’jampang salah satu program Dompet Dhuafa

Pengembangan Keuangan Mikro Syariah
– Social Tust Fund (STF)
– Baitul Mal wa Tamwil (BMT)

Lain-lain
– Industri Ritel Minimarket Daya Mart
– Batik Lestari Imogiri
– Trading Area Jung
– Rumah layak Huni

Institut Kemandirian
– Kewirausahaan  (Manajemen dan Bisnis)
– Vocational Training meliputi :
.Keterampilan otomotif
. Keterampilan Fashion
. Keterampilan Teknisi Handphone
. Keterampilan Mengemudi
. Keterampilan IT Komputer
. Keterampilan Salon Muslimah
. Keterampilan tematik lain.
– Kemaritiman
. Teknik Pengelasan kapal.
. Pelayaran Kapal Tanker
– Social Entrepreneur Academy
– Diaspora Development.

Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di Kawasan Depok, Bidang usaha fashion

Nah, guys, di atas tadi adalah KARYA NYATA Dompet Dhuafa dalam memerangi kemiskinan di Indonesia. Anda  juga bisa loh membantu program pengentasan kemiskinan dengan ikut program Donasi di Dompet Dhuafa. Terutama di #BulanKemanusiaan ini. Bulan yang dicanangkan sebagai bulan untuk membantu manusia mengatasi berbagai masalahnya.

Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga wakaf masyarakat juga turut berperan serta dalam membantu memberikan permodalan berbasis Syariah terutama bagi usaha kecil pemula yang memang hanya membutuhkan beberapa ratus ribu hingga beberapa juta rupiah tanpa proses berbelit dan tanpa agunan yang sering menjadi kendala masyarakat miskin baik di pedesaan maupun perkotaan melalui program Keuangan Mikro Syariah (KMS) . Inilah usaha nyata untuk memerangi riba di tingkat paling bawah yang selama ini menjerat masyarakat miskin.

Selain itu masih banyak program-program Dompet Dhuafa yang lain, sangat keren, kan?

Nah tunggu apalagi? Kamu bisa loh turut berbagi dan menjadi #HeroJamanNow  dengan ikut #MembentangKebaikan bagi sesama. Yuk ikutan…

  • #BulanKemanusiaan
  • #HeroJamanNow
  • #MembentangKebaikan

 

2 pemikiran pada “Kuatkan Agroindustri, Kembangkan Ekonomi Kreatif | Mengatasi Kemiskinan dengan 4 Pilar Program Dompet dhuafa

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s