Implementasi Smart City di Surabaya Kini dan Nanti

Smart City  atau kota cerdas, adalah sebuah konsep perencanaan kota dengan memanfaatkan teknologi, untuk membuat kehidupan warga kota tersebut semakin nyaman dan sehat, akses sarana dan prasarana lebih mudah dan pelaksanaan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

Surabaya, di bawah kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini, telah menerapkan konsep Smart City sejak tahun 2002. Penerapan konsep smart city, bagi pemerintah Kota Surabaya adalah penerapan teknologi internet dalam mengelola berbagai pelayanan publik meliputi :
e-goverment, yang mencakup Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah, e-SDM, e-Monitoring, e-Education, e-Permit, e-Office, e-Health, e-Dishub, ditambah Media Center dan Sistem Siaga Bencana.

Penerapan Internet of Thing (E-Governance ) dalam Pemerintahan Kota Surabaya

KONSEP SMART CITY
Ada banyak pendapat tentang konsep smart city, namun kesemuanya bisa ditarik benang merah. bahwa Smart City adalah kota cerdas yang mampu melihat problem yang dihadapi warga dan lingkungannya, lalu memberikan solusi melalui inovasi dengan bantuan teknologi agar kehidupan di dalam kota tersebut lebih mudah, lebih nyaman dan lebih aman bagi warganya.

Sebuah kota yang cerdas adalah hunian yang ramah bagi semua warganya, baik ia warga yang normal maupun penyandang disabilitas atau mereka yang berkebutuhan khusus.

Menurut Boyd Cohen , seorang Profesor dan peneliti bidang entrepreneurship, sustainable resources  and smart cities,  Universidad Del Desarollo, Santiago Chile, konsep Smart City meliputi 6 hal , yakni:

1. Smart Governance
Smart Governance  adalah syarat utama dan pertama terwujudnya smart city. Karena pemerintah sebagai perencana, pembuat dan pelaksana kebijakan berperan sangat besar dalam keberhasilan smart city.
Pemerintah yang cerdas mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum, kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi,profesionalitas dan akuntabilitas serta efektifitas dan efisiensi kebijakan.

2. Smart People
Smart People atau warga kota yang cerdas, berpendidikan,  baik secara formal atau non formal merupakan bekal terlaksananya konsep smart city. Setelah pemerintah membuat konsep dan keputusan arah kebijakan, maka sukses tidaknya pelaksanaan di lapangan tergantung pada dua pihak yakni pemerintah dan warga kota.

Keduanya harus bersinergi, dalam hal ini  warga bisa membentuk komunitas-komunitas kreatif untuk menyambut arah kebijakan pemerintah dan mensupport keberhasilan konsep smart city .

3.Smart Living
Smart Living atau kehidupan yang cerdas bergantung pada pendidikan, budaya dan kedisiplinan masyarakat. Masyarakat atau warga kota yang terdidik akan memiliki budaya dan disiplin tinggi dalam menjalankan kehidupan cerdas yang saling menghormati hukum dan hak-hak sesama.

Faktor terpenuhinya kebutuhan hidup, terjaminnya keamanan dan kenyamanan serta keselamatan merupakan syarat terciptanya kehidupan yang smart. Disini peran pemerintah sangat besar. Bila pemerintah jujur dan disiplin terhadap hukum yang dibuatnya, warga akan dengan senang mematuhinya.

4. Smart Mobility
Smart Mobility, yakni sistem yang memungkinkan terpenuhinya mobilitas atau pergerakan warga di dalam kota maupun akses ke luar kota secara cepat, dalam waktu singkat, serta aman dan nyaman.
Dalam hal ini peran pemerintah sangat besar dalam membuat sistem transportasi massal yang sangat dibutuhkan seluruh warga yang notabene semakin tahun, jumlahnya semakin meningkat.

Terpenuhinya smart moblity berdampak pada efisiensi waktu dan energi bagi warga kota sehingga diharapkan produktivitas masyarakat lebih meningkat karena waktu dan energi tidak terbuang percuma di jalanan.

5. Smart Economy
Dengan terpenuhinya smart mobility yang diimbangi dengan smart living, diharapkan kondisi ekonomi masyarakat meningkat karena meningkatnya produktivitas mereka. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan  ide-ide bisnis dengan memanfaatkan teknologi terkini, sehingga terjadi peningkatan pendapatan perkapita masyarakat dan meningkatnya kesejahteraan keluarga. Inilah kondisi smart economy yang diharapkan.

6. Smart Enviromental
Tentu saja dengan meningkatnya pendidikan masyarakat, tercapainya smart living, smart mobility dan smart economy, diharapkan kesadaran masyarakat akan keterjagaan lingkungan hidup makin tinggi, sehingga terbentuk smart enviromental. 
Hal ini bisa ditandai dalam kepedulian mereka dalam memilah dan mengelola sampah, menjaga kelestarian lingkungan dan tentu saja kepedulian satu sama lain terhadap pertumbuhan lingkungan sosial yang sehat.

Cohen’s Smart Cities Wheel (Sumber: chorally.com)

Implementasi Teknologi dalam menjadikan Surabaya sebagai Smart City  Saat Ini dan Di Masa Mendatang

Jika kita menengok pelaksanaan internetisasi dalam berbagai layanan publik yang diberikan pemerintah kota Surabaya, maka kita sudah bisa mengatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah bekerja cukup keras dalam menjadikan Surabaya sebagai smart city, namun belum seluruh masalah warga kota terselesaikan.

Beberapa permasalahan yang sangat penting untuk segera diselesaikan diantaranya:

1.Masalah Transportasi
Dalam hal ini, Pemerintah kota Surabaya sudah berusaha keras dengan memperluas ruas jalan, terutama di jalur utama sepanjang jalan Ahmad Yani hingga Tunjungan.

Namun seiring meningkatnya jumlah penduduk dan semakin meningkatnya volume kendaraan pribadi, maka pelebaran jalan, tetap akan kalah cepat dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintasinya.
Satu-satunya cara adalah dengan cara membangun sistem transportasi massal yang nyaman, aman, terjangkau dan terintegrasi dari satu titik ke titik lain di seluruh kota.

Trem atau cable train sepertinya merupakan solusi yang masuk akal untuk kondisi  kota Surabaya. Bahkan pada jaman penjajah Belanda masih berkuasa di Indonesia, kota Surabaya sudah pernah memilikinya. Alangkah baiknya jika moda ini dimunculkan kembali.

Alternatif kedua adalah bus mini yang disambung dengan pangkalan persewaan sepeda, sehingga mampu menjangkau hingga jalan-jalan kecil dan perumahan yang memiliki areal luas.

Untuk kemudahan dalam mengakses transportasi massal, pemerintah bisa meminta bantuan komunitas kreatif dan komunitas  startup digital untuk membuat aplikasi yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Surabaya.

2. Penerangan Jalan Yang Minim
Di malam hari saat kita berkendara, baik melalui jalan kampung hingga saat kita masuk ke jalan tol (yang ini mungkin bukan wewenang langsung Pemerintah Kota), kita bisa merasakan, minimnya penerangan lampu jalan.

Padahal penerangan jalan sangat dibutuhkan demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara di malam hari.
Solusinya adalah dengan menambah jumlah lampu jalan di titik-titik penting yang rawan terjadi kecelakaan maupun kejahatan.

Karena lampu jalan bisa difungsikan juga sebagai pengaman dengan dipasangnya kamera CCTV sehingga bisa merekam kejadian di jalan, yang bisa menurunkan angka kejahatan.

Di Surabaya, pemasangan kamera CCTV sudah diimplementasikan di beberapa titik lampu merah dengan tujuan merekam pengendara nakal yang nekat menerobos lampu merah. Sekali lagi, bukan demi alasan keamanan selama berkendara di sepanjang jalan.

3. Permasalahan Saluran Air dan Banjir

Di saat musim penghujan, banyak sekali ruas jalan di kota Surabaya yang masih terendam air alias mengalami banjir.

Meski Ibu Walikota Tri Rismaharini sendiri sudah sangat aktif  dengan turun langsung memantau kelancaran jalannya air di beberapa titik saat hujan datang, namun karena terbatasnya  daya tampung sungai, saluran air maupun selokan di Surabaya, ternyata banjir masih menjadi masalah saat musim hujan datang.

Dalam hal ini, masyarakat juga harus proaktif membantu pemerintah untuk merawat kebersihan dan kelancaran saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan. Di sinilah kesadaran smart living warga dibutuhkan.

Solusinya, selain diadakan edukasi pemilhan sampah yang lebih efektif juga dilakukan sistem denda bagi yang membuang sampah sembarangan, bukan hanya saat berkendara, tapi terlebih bagi warga maupun pengurus lingkungan yang membuang sampah tidak pada pembuangan akhir yang sudah ditentukan.

4. Sampah, Pemilahan, Proses Pembuangan dan Daur Ulang
Banyak sudah usaha Pemerintah Kota untuk menangani masalah sampah di Surabaya. Masih dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaannya .

Solusinya, diantaranya pemerintah diharapkan mendorong masyarakat untuk membentuk komunitas yang bergerak untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang lebih produktif dan bermanfaat bagi lingkungan, seperti yang dilakukan oleh komunitas pecinta bumi. (Yuuk Menjadi Sahabat Bumi / Grup Facebook)

 

Untuk membuat semua usaha mewujudkan Surabaya sebagai Smart City, pemerintah bisa bekerja sama dengan Komunitas Kreatif Surabaya yang terdiri dari sinergi 5 unsur dalam hal ini adalah Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, Media Massa untuk saling bahu membahu menyelesaikan masalah yang dihadapi kota Surabaya.

BACA : Surabaya Creative City Forum, Sinergi Penthahelix Masyarakat Kreatif Surabaya 

Dengan semakin tumbuhnya, ekosistem digital bahkan adanya beberapa StartUp Incubator di Surabaya, kami berharap agar Pemerintah Kota Surabaya duduk bersama untuk mengkonsep pelaksaan rencana dan kebijakan pengembangan kota Surabaya bersama para pakar IT , agar bisa diciptakan teknologi aplikasi digitalyang mudah dioperasikan oleh masyarakat baik melalui smart phone maupun melalui beberapa perangkat yang tersedia di beberapa titik  fasilitas publik.

Agar tercipta Surabaya Smart City di masa kini dan masa mendatang yang semakin baik dan membuat warga kota Surabaya hidup aman, nyaman dan bahagia.

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s