Mudahnya Hidup Masa Kini Dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi Geospasial

“Jadi kita naik apa nih menuju jalan Ir.Haji Djuanda?” tanyaku pada keponakanku pagi itu , Sabtu 16 September di daerah Margonda Depok. Biasanya keponakanku akan menganjurkan kami ke mana-mana naik komuter atau naik angkot. Angkutan murah meriah  di daerah penyangga Ibukota. Aku yang di Surabaya hampir selalu menggunakan kendaraan pribadi, saat itu terpaksa harus hunting dan mencoba berbagai moda transportasi umum agar bisa jalan ke berbagai tempat yang kami tuju.

“Kalau ke arah jalan Djuanda, engga ada angkot, jalannya panjang lagi, sebaiknya pakai G**b aja” tutur keponakanku menyebutkan nama salah satu moda taksi online yang namanya cukup dikenal seantero Asia Tenggara.

Hmm..musti download aplikasinya nih, pikirku. Iya, meski layanan  taksi online ini udah cukup lama beredar di Jakarta dan bahkan Surabaya. Boleh dibilang aku sedikit ketinggalan dalam memanfaatkan jasanya. Maklum selama di Surabaya aku hampir tidak pernah  bepergian dengan kendaraan umum. Jadi baru kali ini aku berkesempatan menjajal layanan taksi online berbasis aplikasi yang memanfaatkan Teknologi Informasi Geospasial itu.

Setelah mendownload aplikasi G**b  tersebut, saat kami sudah siap untuk pergi, aku tinggal klik aplikasi tersebut di smart phone ku dan… (O,ya, syaratnya tentu saja kita harus pada posisi online alias terkoneksi internet, dong ya)…

Dalam hitungan detik, si G**b  melakukan positioning alias memetakan di mana aku berada. Setelah ketemu posisiku, misal saat itu aku di daerah  Margonda, Depok. Setelah itu akan muncul pertanyaan:
“Ke mana tujuan anda?” , setelah aku mengetikkan alamat tujuanku, dan biasanya sudah otomatis terlacak (mungkin dari rekaman data para pengguna aplikasi terdahulu), sama seperti saat kita mengetikkan satu dua kata di Google Search Engine, maka akan muncul kata ketiga dan seterusnya, kita tinggal pilih.

Maka muncullah nominal harga layanan yang harus kita bayarkan, beserta peta posisi kita dan alur perjalanan kita menuju arah tujuan. Jika kita klik ” pesan” , akan muncul pula opsi pembayaran, mau cash atau pakai layanan online payment milik mereka. Nah setelah kita memilih, dalam hitungan detik, pemesanan kita akan disambut salah satu driver yang sedang beredar di daerah terdekat. Muncullah notifikasi
“Pengemudi  anda sedang meluncur ke arah anda” lengkap beserta perkiraan berapa menit mobil akan sampai.

Di peta, tampak gambar mobil sedang berjalan mencari arah ke posisi kita. Biasanya sang driver bakal sms kita, menanyakan “Posisi di mana, Bu? ” (Eh iya, di akun kita ada nama kita, jadi drivernya tahu kok sedang ngobrol sama Bapak-bapak atau Ibu-ibu).
Nah setelah kita jawab, biasanya lebih mudah pake ancer-ancer tempat yang terkenal, misalnya di depan rumah kita ada Rumah Makan Padang, atau Salon Muslimah ABC, maka sang driver akan lebih mudah menemukan posisi kita.

Setelah itu meluncurlah kita dengan nyaman. Harga layanan taksi online ini boleh dibilang sangat terjangkau.

Teknologi Informasi Geospasial
Selama dalam perjalanan, aku perhatikan sang driver berjalan berdasar panduan GPS (The Global Positioning System) yang terpasang pada perangkat smartphone-nya. Tahu tidak, karena salah mengikuti instruksi di mana harus berbelok, si GPS  mengantar kita mencari jalan alternatif  yang super berbelok-belok. Tadinya aku kira GPS  itu ngawur dan menyasarkan kami, ternyata kami akhirnya sampai juga di tempat tujuan meski harus menahan geregetan.  Tidak salah memang si GPS ,  karena ia sudah berusaha mencarikan kita jalan menuju titik tujuan yang ternyata telah dikunci oleh system dari G**b, dengan mengandalkan hasil pemetaan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yang di Indonesia dulunya bernama Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional).

Teknologi Informasi Geospasial adalah teknologi yang menyajikan data berdasarkan informasi hasil pemetaan citra satelit terhadap bumi melalui titik koordinat tertentu, yang berfungsi sebagai alat bantu dalam memutuskan kebijakan maupun melaksanakan kegiatan di muka bumi.
Pengertial Spasial itu sendiri adalah aspek keruangan suatu obyek atau kejadian yang mencakup lokasi, letak dan posisinya.
Sedangkan pengertian Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dengan system koordinat tertentu.
Data Geospasial selanjutnya disingkat DG adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran dan atau karakteristik objek baik alami maupun buatan manusia yang berada di bawah, pada atau di atas permukaan bumi.
Informasi Geospasial , selanjutnya disingkat IG adalah  DG yang sudah diolah sedemkian rupa sehingga bisa digunakan sebagai alat bantu untuk merumuskan kebijakan, pengambilan keputusan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Pemanfaatan Teknologi Informasi Geospasial
Di dunia yang semakin canggih ini, pemanfaatan Teknologi Informasi Geospasial telah membantu dalam banyak hal.
Google Earth dan Google Maps merupakan contoh paling nyata  di mana pihak perusahaan Google telah memanfaatkan citra satelit untuk memetakan bumi, kota, wilayah, jalan-jalan untuk membuat peta. Berdasarkan peta tersebut Google telah sukses menduduki tempat teratas dari aplikasi pencarian arah, jalan dan titik tujuan hampir di semua tempat di muka bumi melalui aplikasi Google Maps yang boleh dibilang merupakan aplikasi wajib terinstall di semua smart phone dan gadget lain di muka bumi.

Peta NKRI Baru- Badan Informasi Geospasial
sumber Good News From Indonesia

Bisa Anda bayangkan berapa juta manusia atau kasus yang tertolong dengan teknologi informasi geospasial ini. Saat kita berada di suatu tempat yang baru dan belum kita kenali medannya. Apalagi andalan kita kalau bukan mengandalkan pencarian arah dengan Google Maps? Baik di kota besar yang jalan-jalannya, gang-gang dan RT/RW nya belum kita hafal, hingga desa-desa kecil maupun tempat yang terpencil alias NoWhere di muka bumi ini telah terpetakan melalui Google Earth untuk selanjutnya diaplikasikan dalam Google Maps. Tak ayal, GM telah menjadi rujukan pertama dan utama para Travellers dan pencari arah.

Bayangkan saat kita kalut, misal terjadi kecelakaan di jalan, atau ada seorang ibu mau melahirkan dan kita ingin menolong mereka, padahal kita sedang berada di sebuah tempat yang kita kurang familiar dengan kondisi sekitar. Maka andalan kita adalah membuka  Google Maps dan mencari letak rumah sakit terdekat beserta arah menuju ke sana lewat GM ini.
Bahkan saat ini ada aplikasi serupa GM yaitu Waze yang memberikan panduan arah lengkap dengan informasi mana jalan terdekat, mana jalan yang sedang macet, atau mana jalan yang sebaiknya dipilih berdasar kondisi terkini. Hidup jadi lebih mudah. Dan ada banyak nyawa terselamatkan dengan aplikasi ini, bukan?

Baik GPS, Google Earth, Google Maps, Waze dan layanan sejenis, semuanya memanfaatkan data dari Teknologi Informasi Geospasial sebagai dasar operasionalnya. Di situlah kita memahami manfaat Teknologi Informasi Geospasial dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat  Teknologi Informasi Geospasial Bagi Pemerintah

Bagi Pemerintah, Teknologi Informasi Geospasial ini berfungsi untuk menentukan arah kebijakan pembangunan berdasarkan hasil pemetaan berdasar topografi  mencakup tata letak, luas daerah, tinggi rendah suatu daerah bahkan kesuburan tanah, kandungan logam dan mineral berharga suatu wilayah ataupun jenis kekayaan bawah laut suatu wilayah, bahkan juga pengaruh manusia terhadap lingkungan dan kebudayaan lokalnya.
Dengan demikian arah kebijakan pembangunan bisa dibuat berdasar hasil pemetaan Geospasial tersebut.
Misalkan pemerintah berencana membangun sebuah jalan baru anti macet,  maka bisa dilihat batas-batas wilayahnya melalui teknologi geospasial. Daerah mana  yang akan memakan banyak anggaran untuk pembebasan lahan, daerah mana yang mudah untuk dialih fungsikan, dan daerah  mana yang bebas dari pemukiman penduduk dan lain sebagainya.

Batas Wilayah NKRI-Philiphina – Kemenko Kemaritiman-
Sumber Good News From Indonesia

Dalam kebijakan pembukaan lahan baru untuk pertanian, maupun usaha reboisasi hutan, teknologi Geospasial membantu dalam memilihkan lahan berdasar kondisi geografis,topografi lahan, kesuburan tanah, kemudahan akses transportasi dan lain sebagainya.
Dalam penetapan batas-batas wilayah Negara sekalipun, Teknologi Informasi Geospasial ini sangat memegang peranan penting.
Untuk mengetahui potensi kekayaan suatu wilayah, pemerintah juga bisa memanfaatkan Teknologi Informasi Geospasial ini. Pendek kata banyak sekali manfaat yang didapat dari pemanfaatan Teknologi Informasi Geospasial.

Peran Badan Informasi Geospasial 
Badan Informasi Geospasial (BIG) atau dulunya bernama Bakosurtanal adalah lembaga resmi milik Negara Indonesia  yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan akses informasi geospasial yang bisa dipertanggung jawabkan. Sebagai anggota dari International Steering Committee for Global Mapping (ISCGM) Indonesia berkewajiban mengirimkan informasi geografis untuk keperluan pemetaan global. Tugas inilah yang diberikan kepada Bakosurtanal.

Bakosurtanal dibentuk melalui Kepres nomor 63 tahun 1969 tanggal 17 Oktober 1969. Pembentukan Bakosurtanal dipandang penting karena adanya alasan:
1. Perlunya koordinasi dalam kegiatan survei dan pemetaan agar terjadi efisiensi dan penghematan anggaran Negara.
2. Perlunya penyatuan tugas survei dan pemetaan dari masing-masing departemen dalam satu lembaga yakni Bakorsurtanal agar lebih efisien dan memperoleh data yang seragam.

BIG lahir untuk menggantikan peran Bakosurtanal untuk menunaikan amanat pasal 22 Undang-undang  no 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG). Lahirnya BIG ditandai dengan Peraturan Presiden nomor 94 tahun 2011 mengenai BIG tanggal 27 Desember 2011.
Lebih jauh tugas BIG adalah :
1. Menjamin ketersediaan akses informasi geospasial yang bisa dipertanggung jawabkan.
2. Menyelenggaran informasi geospasial yang efisien dan efektif melalui kerjasama, koordinasi integrasi dan sinkronisasi.
3. Mendorong penggunaan informasi geospasial dalam penyelenggaraan pemerintahan dan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Tugas yang diemban BIG antara lain membuat berbagai Atlas diantaranya: Atlas Administrasi, Atlas Transportasi, Atlas Etnis, Atlas Sumberdaya Nasional, Atlas Sumberdaya Kelautan, Atlas Tanah, Atlas Flora Fauna, Atlas Persebaran dan Perapatan Penduduk, Atlas pertanian, Atlas Curah Hujan,Atlas Vegetasi, Atlas Sumberdaya Ekonomi Pertanian , Atlas Nasional Indonesia dan Global Mapping Indonesia.

Demikianlah pentingnya tugas dan peranan Bakosurtanal atau sekarang Badan Informasi Geopasial dalam membantu pemerintahan membuat kebijakan-kebijakan yang terencana dan tepat sasaran, serta membantu masyarakat luas dalam mengakses informasi spasial yang memudahkan kehidupan sehari-hari. Bahkan menjadi bagian dari dunia dalam memetakan kondisi Indonesia sebagai bagian dari dunia global.

Terima kasih BIG, hidup kami menjadi jauh lebih mudah dengan memanfaatkan Teknologi Informasi Geopasial.

 

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s