Yuk Lakukan Deteksi Dini Untuk Mencegah Kanker Serviks Bersama Prodia Women’s Health Center

Kanker adalah momok paling menakutkan di seluruh dunia,  banyak kasus yang berakhir dengan kematian. Tahun 2014, ada 92.000 kasus kematian pada wanita. Kanker serviks disebut sebagai pembunuh wanita nomor satu di Indonesia dengan jumlah penderita 15.000 kasus  per tahun. Data menyebutkan dari 40 wanita penderita kanker serviks, 20 diantaranya meninggal dunia. Sehingga WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Wajar  bila Pemerintah  dan Paramedis mengkampanyekan gerakan “Deteksi Dini Mencegah Kanker Serviks”.

 Kanker Serviks dan Gejalanya
Kanker Serviks,
adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim adalah pintu masuk menuju rahim dari vagina. Penyakit ini cenderung menyerang wanita yang aktif secara sek*ual, meski wanita dari berbagai usia tidak terbebas dari resiko penyakit ini.

Gejala Kanker Serviks  umumnya:   pendarahan pada vagina setelah hubungan seksual di luar masa menstruasi atau setelah masa menapouse. Meski , tidak semua kasus pendarahan setelah hubungan seksual berarti gejala kanker serviks. Pastikan lewat pemeriksaan  dokter.

Penyebab Kanker Servik
Kanker Serviks terjadi saat sel-sel sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan DNA. Mutasi genetik mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel-sel sehat  tumbuh berkembang biak pada kecepatan tertentu, Sel-sel abnormal tumbuh berkembang biak secara tidak terkendali.

Sel abnormal yang berkembang selanjutnya membentuk tumor. Sel kanker akan muncul kemudian dan  menyerang jaringan  di sekitarnya. Sel kanker mengalami proses Metastasis, yakni melepaskan diri dari lokasi awalnya dan menyebar ke seluruh wilayah tubuh lainnya.

Human Papilloma Virus
Penelitian menemukan 99,7 persen penyebab kanker serviks adalah  jenis  Human Papilloma Virus (HPV), yaitu sekumpulan virus penyebab terbentuknya kutil pada kaki, tangan dan alat kelamin.
HPV  memiliki banyak jenis, kebanyakan tidak berbahaya. Namun, sejumlah HPV tertentu bersifat mengganggu fungsi normal  leher rahim dan memicu terjadinya kanker. Ada 15 jenis HPV yang  berpotensi menyebabkan kanker serviks, dua yang banyak menjadi  penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita adalah HPV 16 dan HPV 18 .

HPV  ditularkan melalui hubungan seksual dimana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh. Setelah melakukan hubungan seksual, diperkirakan 33 persen wanita terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak memiliki gejala yang jelas dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini bisa menetap di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Umumnya infeksi HPV  menghilang sendiri  tanpa  penanganan khusus dalam jangka waktu 2 tahun.  Namun sebagai pencegahan,  wanita disarankan menerima vaksinasi HPV untuk berjaga-jaga dari tertular jenis virus penyebab kanker serviks.

Deteksi Dini Kanker Serviks

1. Test Pap Smear

Butuh bertahun-tahun waktu  bermutasi dari sel-sel  sehat menjadi sel pra kanker, lalu sel kanker. Perubahan abnormal -sel-sel pra kanker disebut  Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) .  Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN , lalu menjadi kanker berjalan sangat lambat. Butuh waktu 10-20 tahun.
CIN adalah pertumbuhan sel abnormal sebelum kanker. Kondisi ini tidak langsung mengancam kesehatan seseorang, namun berpotensi berubah menjadi kanker. Resiko sel-sel CIN berubah menjadi kanker kecil sekali, namun dokter akan memantau dan menanganinya sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Inilah tujuan Test  Pap Smear.

Akurasi test ini sebesar 90% bila dilakukan setiap tahun, 87% bila dilakukan setiap dua tahun , 78 % bila dilakukan setiap tiga tahun serta 68% bila dilakukan setiap lima tahun.

2. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
Inspeksi ini bertujuan mengetahui ada tidaknya sel yang mengalami displasia dengan melakukan test Visualisasi  menggunakan asam asetat 3-5% dan Iodium Lughol yang dioleskan pada permukaan serviks lalu kemudian dilihat ada tidaknya perubahan warna yang terjadi setelah dioleskan.

IVA Positif : Apabila ditemukan area berwarna putih disertai permukaan tinggi dengan batas yang jelas di sekitar zona peralihan di leher rahim.

Metode IVA menjadi alternatif  bagi test Pap Smear yang praktis dan mudah  untuk dilakukan bahkan   oleh bidan desa di daerah yang jauh dari fasilitas laboratorium dan fasilitas kesehatan yang lengkap.  Karena metode IVA hanya membutuhkan alat sederhana untuk pemeriksaan ginekologi dasar.

3. Metode Kolposkopi
Ini adalah prosedur untuk mendiagnosa keganasan serviks dengan menggunakan instrumen pada zona transisi di  leher rahim dalam rangka mengidentifikasi adanya area abnormal pada serviks.

4.Metode Biopsi
Prosedurnya dengan cara mengambil sampel  jaringan serviks yang dicurigai (ukuran 2-3 mm). Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan mikroskopik untuk  menentukan sifat jaringan sel kanker tersebut . Dengan test  ini dapat diketahui sifat sel kanker tersebut ganas atau jinak.

Prodia, Laboratorium Pertama dan Satu-satunya Terakreditasi oleh  College of American Pathologist

Beruntung saat ini ada banyak klinik bermutu yang menyediakan layanan Deteksi Dini Kanker Serviks, diantaranya  laboratorium  Prodia. Prodia sebagai pelopor sekaligus pemimpin klinik di Indonesia, telah mengikuti program akreditasi laboratorium ( Laboratory Accreditation Program  ) dari College of American Pathologist , disingkat CAP LAP. Pada awal Juli 2012 Prodia berhasil mendapatkan akreditasi dan menjadi laboratorium pertama dan satu-satunya  di Indonesia yang mendapatkan CAP LAP bersama dengan 7.000 laboratorium lain di seluruh dunia yang sudah tergabung dalam penerima akreditasi.

Secara periodik laboratorium yang sudah menerima CAP LAB akan menjalani surveilans oleh CAP untuk memastikan bahwa laboratorium tersebut telah secara konsisten menerapkan standar yang ditentukan. Pada Mei 2014, Prodia telah mengikuti surveilans CAP pertama dan akan mengikuti surveilans CAP kedua tahun 2017 ini.

Prodia Women’s Health Center
Prodia menyadari bahwa pasien wanita memiliki ciri dan kebutuhan yang unik. Karena itu Prodia berinisiatif mendirikan Prodia Women’s Health Center  (PWHC)  yang dikhususkan untuk memberi layanan pemeriksaan kesehatan bagi wanita.

Standar yang ditetapkan adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien wanita. Karena itu PWHC dirancang dengan khusus, baik lokasi, interior, metode pelayanan hingga fasilitas layanannya.

Banner Prodia Women’s Health Center
Sumber Ria Buchary Blog

Layanan kesehatan yang diberikan oleh PWHC bersifat komprehensif atau menyeluruh. Meliputi:

1. Primary Prevention (Pencegahan dini )

Melalui penyuluhan (edukasi ) dan vaksinasi  (imunisasi), sebagai bentuk kepedulian PWHC , agar jangan sampai seorang wanita mengalami sakit baru datang memeriksakan diri.

 

  1. Secondary Prevention (Pencegahan Lanjutan) :
  2. Medical Check Up.

  3. Test Laboratorium Lengkap.
  4. Pap Smear.

3. Diagnostic Center  (Pusat Diagnosa)  :
1. USG ObGyn
2. Colposcopy
3.LLETZ
4. Hysterosalpingography
5. USG Breast
6.X-ray (Rontgen)
7. Electrocardiography

Pentingnya Pemeriksaan Dini.
Sumber : Leyla Hana Blog

4.  Consultation (Konsultasi Dokter) , meliputi:
Konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis dan dokter sub spesialis.

Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini sehingga penyakit berbahaya seperti kanker serviks dan kanker payudara bisa dicegah sedini mungkin. Wahai wanita hebat yang ingin senantiasa sehat, Yuk lakukan deteksi dini untuk mencegah kanker serviks !

 

 

2 pemikiran pada “Yuk Lakukan Deteksi Dini Untuk Mencegah Kanker Serviks Bersama Prodia Women’s Health Center

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s