Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!


Sampai saat ini dunia masih bergantung pada penggunaan energi yang bersumber pada bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi dan gas alam.  Selama bertahun-tahun manusia  telah melepaskan CO2 ke dalam atmosfer melalui penggunaan energi yang bersumber dari fosil tersebut,
Hal ini memicu terjadinya peningkatan selimut alami bumi yang memicu peningkatan suhu iklim bumi. Maka perubahan iklim menjadi tak terprediksikan dan beresiko menyebabkan kematian.

Mencairnya tudung es di kutub utara dan selatan, meningkatnya suhu air laut, kemarau berkepanjangan, badai besar di lautan, coral bleaching, banjir dan menyebarnya wabah penyakit di berbagai negara. Semuanya adalah bencana besar yang merupakan kengerian tak terelakkan akibat meningkatnya suhu panas bumi. Peningkatan suhu panas bumi adalah  efek rumah kaca yang dihasilkan oleh negara-negara dengan penduduk terbesar di dunia yang juga merupakan pengguna terbesar energi yang bersumber dari fosil.

Continue reading “Stop Global Warming, The Clean Energy Revolution is A Must !!”

Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !


“Hmmm..lezat…gurih, dan ada aroma rempah-rempah khas Timur Tengah  ..” pikirku saat pertama kali menyantap Nasi kuning ala-ala Nasi Biryani di gerai Chicking Indonesia yang pertama di buka di Ground Flour A1-18 Royal Plaza siang itu. Ingatanku melayang pada saat kami melaksanakan Umrah dan menyantap Chicken Biryani khas Arab-India-Pakistan di pelataran Masjid Nabawi yang senantiasa membuat rindu. Bau cengkeh dan kapulaga menguar harum menambah selera makan. Membuatku lahap menyantap suap demi suap.
Segigit dua gigit pada ayam bakar atau Flaming Grilled Chickennya menambah rasa lezat  santap siangku kala itu. Baru kali ini aku tahu restoran cepat saji (Quick Service Restaurant) mengusung menu dengan bumbu ala Arab-India di Indonesia. Inovasi yang cerdas, karena apalah artinya makan di luar bila yang tersaji adalah menu yang itu-itu saja ?

 

“Bunda Burgernya enak !” bisik si Bungsu yang memesan beberapa varian menu yang tersaji di gerai yang terletak di salah satu Mall paling strategis di wilayah selatan Surabaya itu. Ada Tandoori Burger, Royal Wrap, Tandoori Fries, dan tak lupa Grilled Chicken lengkap dengan nasinya. Banyak banget pesenannya, Iya sekalian menghabiskan voucher makan 100K.

“Ada bumbu rempah pedesnya ya?” timpalku sambil menggigit Royal Wrap yang menghadirkan rasa juicy dari ayam yang lezat berpadu sayur-sayuran segar berbalut bumbu rempah yang sedikit pedas namun justeru terasa sangat nikmat di lidah Indonesia-ku yang familiar dengan berbagai jenis rempah dan bumbu ini.

“Iya, pedes dikit, tapi enak, bukan pedes cabe..”jawab si Bungsu yang masih takut makan sambal itu.

Continue reading “Ada Rasa India- Timur Tengah di ChicKing Indonesia, Yumm !”

Lebaran Iedul Qurban Tanpa Kantong Plastik


Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik nomer 2 sedunia setelah China?

Menurut data dari Kemetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, plastik dari 100 toko anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) saja sudah mencapai 10,95 JUTA lembar kantong plastik, dalam 1 tahun. (CNNIndonesia/2016)

Jumlah tersebut ternyata setara dengan luasan 65,7 hektar kantong plastik atau setara 60 kali luas lapangan sepak bola.
Jumlah tersebut akan meningkat drastik pada moment-moment tertentu seperti saat Hari Raya Iedul Qurban. Di mana, dalam satu wilayah pemotongan hewan saja, ratusan warga yang menerima daging Qurban, biasanya mendapatkan dagingnya terbungkus dengan kantong plastik.
Selain meningkatkan jumlah sampah plastik yang jelas membahayakan lingkungan, karena sulit diurai,kantong plastik juga memiliki bahaya lain, terutama kantong plastik berwarna hitam.

Continue reading “Lebaran Iedul Qurban Tanpa Kantong Plastik”