Selapis Asus EeeBook E202 di Sudut Varda President Suite Svarga Resort, Lombok


#E202BlogCompetition


Senja mulai membayang. Lazuardi  tersapu warna ungu yang berpadu dengan jingga yang mulai meredup. matahari sudah bersiap beranjak  memasuki peraduan. Sinarnya semakin menjauh nun di ufuk cakrawala.
Angin sepoi mulai terasa dingin. Hembusannya menciptakan riak-riak kecil di atas kolam renang persegi panjang berair jernih. Nun jauh di ujung sana, hamparan hutan pohon kelapa menghampar luas nan indah. Pucuk-pucuk dedaunannya mengangguk ditiup semilir angin pantai yang masih nakal, meski siang telah berlalu.
Di balik hutan kelapa  itu, terbayang biru air laut yang mulai berubah warna menjadi gelap. Sebentar lagi langit akan pekat.

varda-president-suite-svarga-resort

Kutatap layar Asus EeeBook E202 ku yang menyala terang sejak tadi. Beberapa tab kubuka bersamaan. Satu tab di halaman website www.halaltourid.com, aku menginput beberapa paket wisata baru di sana. setelah seharian mengeksplorasi pulau Lombok, ada banyak paket menarik yang ingin kutuangkan di sana.

Satu tab lain kubuka adalah halaman Facebookku untuk mencari beberapa inspirasi dan mengunggah  foto-foto liburanku di pulau indah Seribu Masjid ini.

Lanjutkan membaca “Selapis Asus EeeBook E202 di Sudut Varda President Suite Svarga Resort, Lombok”

Kolaborasi Pentahelix Menuju Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global


“Hallo nama saya Tristan, nama lengkapnya Deva Tristan Raji, nama panggilannya Itan..” seorang anak berusia 6 tahun dengan penuh percaya diri memperkenalkan diri di acara peresmian Surabaya Creative City Forum, 4 Mei 2016, yang digagas oleh bapak Samsul Hadi
Jangan salah, Tristan ini udah punya filem sendiri loh.
Mas Fauzan Abdillah, Founder Infis (Independent  Film  Surabaya) memperkenalkannya sebagai filmmaker termuda Surabaya.
Hebat, kan? seorang anak berusia 6 tahun sudah bisa membuat filemnya sendiri dan dengan penuh percaya diri mampu berinteraksi dengan orang lain tanpa rikuh, dan bahkan bangga menunjukkan hasil karyanya tanpa berkesan jumawa.

Lebih lanjut, ada Mas Maulidan Bagus Afridian Rasyid, founder Maulidan Games yang telah memproduksi banyak games berkualitas dan bermuatan edukatif, cultural dan local content bersama teman-temannya lulusan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember ) Surabaya.
Maulidan Games tidak hanya piawai memproduksi game-game berkualitas, namun juga mampu membuat sendiri engine game yang mereka beri nama Diamond Development Engine 4.0, pada tahun 2015 yang merupakan pengembangan versi ke empat dari engine yang sama yang mereka produksi sejak 2014.

Tahun 2015, Maulidan Games menyabet The Games Developer of The Year karena mampu memproduksi 25 game dalam satu tahun, sedangkan Game Developers lainnya rata-rata hanya memproduksi 5-10 game per tahun.

Keduanya hanya dua diantara beberapa warga kreatif Surabaya yang mempresentasikan karyanya di acara peresmian Surabaya Creative City Forum tersebut.

Masih banyak lagi prestasi  para pelaku industri kreatif di Surabaya  yang patut diacungi jempol karena memberikan kebanggaan  bagi Surabaya dan warganya.

Lanjutkan membaca “Kolaborasi Pentahelix Menuju Surabaya Kota Kreatif Berdaya Saing Global”