Indonesia Juara! Demikianlah teriak gembira dibalut rasa haru yang tak bisa disembunyikan, manakala Indonesia memenangi dua belas katagori dari enam belas katagori yang diperlombakan dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, United Arab Emirat, 24-25 November 2016.

gambar dari jettnews dot com

Mengacu pada website resmi Kementrian Pariwisata, inilah keduabelas katagori yang disapu bersih Indonesia:

  1. World’s Best Airline for Halal Travellers Winner: Garuda Indonesia
  2. World’s Best Airport for Halal Travellers Winner: Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh
  3. World’s Best Family Friendly Hotel Winner Winner: The Rhadana Kuta, Bali
  4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel Winner: The Trans Luxury Hotel Bandung
  5. World’s Best Halal Beach Resort Winner: Novotel Lombok Resort & Villas
  6. World’s Best Halal Tour Operator Winner: ERO Tour, West Sumatera
  7. World’s Best Halal Travel Website Winner:  wonderfullomboksumbawa dot com
  8. World’s Best Halal Honeymoon Destination Winner: Sembalun Valley Region, West Nusa Tenggara
  9. World’s Best Hajj & Umrah Operator Winner: ESQ Tours and Travel
  10. World’s Best Halal Destination Winner: West Sumatera
  11. World’s Best Halal Culinary Destination Winner: West Sumatera
  12. World’s Best Halal Cultural Destination Winner: Aceh

Apa yang membuat Indonesia memenangi begitu banyak penghargaan? Sedang lawan-lawan yang dihadapi adalah negara-negara maju seperti Turki, Malaysia dan United Arab Emirate yang tersohor atas  daya tarik wisatanya yang bertumpu pada kemoderenan dan kemewahan berbagai fasilitasnya? Lalu mengapa para juri memenangkan Indonesia? Atau… ah..bukan karena jumlah voters dari Indonesia yang banyak, kan?

Semoga bukan, dan saya berharap tidak.

Saya juga tidak tahu apa indikasi penilaian para juri sehingga memberikan semua kemenangan pada Indonesia. Mungkinkah karena kesungguhan pemerintah, dalam hal ini kementrian Pariwisata untuk mulai menggarap sektor wisata halal? Kerjasama yang solid dari semua pelaku usaha wisata di Indonesia bersama pemerintah  daerah setempat? atau… kegigihan  rakyat Indonesia yang terus  mengalirkan dukungannya untuk kemenangan Indonesia, bahkan di detik-detik terakhir?

Atau… kuatnya pemberitaan media online, di mana Kementrian Pariwisata bekerja sama dengan berbagai elemen termasuk membentuk GenPI (Generasi Pesona Indonesia) di berbagai wilayah tujuan wisata, dan menggandeng para blogger kueren seperti saiyaahh hihihi. Iya doong, saya pemenang Writing Competition untuk media blog dalam katagori Pariwisata Halal, loh. Kalau gak percaya, lihat saja di SINI  😀 . Sehingga semua pemberitaan di media online, dirajai oleh nama harum dan tujuan wisata di Indonesia? Ck..ck..ck..dasyatnya ya, media hari ini.

The last chance to vote Indonesia as the winner of #worldhalaltourismaward2016 Here the list of nominators #Voteindonesia

A post shared by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

Namun terlepas dari penilaian dan keputusan dewan juri yang memberikan dua belas kemenangan pada Indonesia, dari dua belas nominasi yang diajukan oleh Indonesia,  kita masih perlu memperbincangkan kembali beberapa hal.

  1. Indonesia, Negara Berpenduduk Muslim Terbesar di Dunia.
    Pertama, mari kita akui bersama, bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
    Kalau kita susah menghitungnya, mari kita ambil contoh paling mudah. #AksiSuperDamai212 kemaren, dari laporan peserta yang tercatat, lebih dari 7 juta massa telah hadir memutihkan Jakarta.
    Padahal jumlah Jamaah haji seluruh dunia pada bulan September 2016 lalu hanya sekitar, satu juta lima ratus lebih.
    Bayangkan 7 juta orang lebih , dan masih banyak yang tak tercatat. Masih lebih banyak yang tidak bisa menghadiri acara tersebut. Artinya Indonesia memang penduduk Muslimnya terbesar di dunia.Alangkah malunya kita, kalau tidak mampu memantaskan diri sebagai tujuan wisata halal dunia, sedangkan alam kita yang paling luas dan indah dibanding beberapa pesaing kita, dan penduduk kita adalah Muslim terbesar di dunia. Sungguh perpaduan potensi luaaarrrr biyaasaaaa... yang harus terus digali dan dikembangkan lagi demi kemajuan nusa dan bangsa!Muslim Indoesia adalah aset negara dan bangsa ini, jangan sia-siakan mereka. Gandenglah mereka menjadi mitra pemerintah, bahu membahu memajukan Pariwisata Halal Indonesia. Didiklah mereka agar sadar wisata, mampu menyambut tamu-tamu manca negara, agar turis manca negara mendapatkan kesan yang indah tentang Indonesia. Jadikan mereka pelaku pariwisata di daerah masing-masing. Jangan jadikan sebagai korban kemajuan daerah wisata, tanpa mampu mengambil peran, tanggung jawab dan keuntungan.
  2. Indonesia Memiliki Kekayaan Alam Luar Biasa
    Siapapun tak mampu memungkirinya, bahwa keindahan alam Indonesia ini memang luar biasa. Kita telah dianugerahi negeri seindah surga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka sungguh jangan sia-siakan semua ini.Dari pantai, gunung, keaneka ragaman hayati , Indonesia adalah juara, mungkin lawan kita hanyalah negara-nega beriklim tropis seperti negara-negara Latin itu.
    Tetap saja mereka bukan saingan kita , jika kita berbicara tentang Pariwisata Halal.
  3. Indonesia Memiliki Keragaman Budaya, Bahasa, Adat Istiadat dan Kuliner.
    Negara mana lagi yang keragaman budaya, bahasa, adat dan kulinernya melebihi Indonesia?
    Meski dihujat dengan berita-berita miring tentang korupsi yang merajalela, terorisme (yang hingga sekarang belum ketahuan siapa pelakunya dan apa motifnya), namun tak menyurutkan langkah kaki para pelancong untuk mengunjungi Indonesia dan merasai sensasi tersesat di hutan-hutan Indonesia (yang semakin hari semakin gundul), berperahu di sungai-sungai berarus deras Indonesia, mengunjungi situs bersejarah Indonesia, dan yang paling spektakuler tentunya, menyelam di kedalaman laut-laut Indonesia yang merupakan magnet luar biasa bagi para pecinta scuba diving. Kehalusan budi orang Jawa dan Sunda, keramah tamahan orang Surabaya, kegigihan orang Padang, keunikan orang Batak, kepolosan masyarakat daerah pedesaan. Semua itu adalah keunikan tersendiri bagi masyarakat dunia yang lelah mengarungi kerasnya hidup di dunia barat sana yang serba materialistis.
  4. Perancang Busana Muslim Indonesia, Mendominasi Panggung Dunia
    Ya Indonesia mungkin bukan satu-satunya negara dengan perancang busana Muslim yang mendunia, masih ada Turki, Amerika, , Uni Emirat Arab atau Pakistan yang memiliki perancang busana Muslim yang sudah dikenal di tingkat dunia.
    Namun perancang Indonesia menggebarak panggung fashion dunia dengan keunikan, keragaman, kekuatan nuansa etnis dalam balutan rasa modern, dan jumlah perancang busana muslim Indonesia yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.Masih banyak lagi kebanggaan yang membuat kita merasa bahwa Indonesia Memang Pantas Menjadi Tujuan Wisata Halal Dunia.

    Namun Selain Kelebihan-Kelebihan di atas, Inilah Catatan Saya sebagai Pelaku Usaha Pariwisata Halal Indonesia , dan Saya Ingin Pemerintah Memberikan Perhatian :

    1. Sangat Sulit Menemukan Spot Wisata Yang Benar-benar Halal dan Terintegrasi Satu dengan Lainnya.
    Apa sih definisi Pariwisata Halal itu? Hanya jalan-jalan ke sana-sini lalu makan makanan yang halal? Itu saja?
    Ah, sangat naif. Kalau hanya seperti itu, negara-negara non Muslim justeru lebih aware tentang makanan halal dan servis nya pada wisatawan Muslim, seperti di Jepang , misalnya.Saya mengalami kebingungan dan agak stress, manakala teman-teman Muslim dari luar negeri, seperti UK, Canada dan Maroko yang saya tahu bagaimana tingkat keislaman mereka meminta daftar spot wisata halal di Indonesia.Saya tergugu. Mau membanggakan kota-kota besar di Indonesia, kok wisata sejarahnya masih kurang? Banyakan ya kehidupan kota, yang berbaur antara kemoderenan dan kesemerawutan lalu lintas. Yang khas nuansa islami atau halalnya, masih susah dikatagorikan.
    Mau membawa ke situs bersejarah, kok banyak yang di dominasi situs agama lain? mau mengajak mereka ke pantai-pantai indah Indonesia, setelah saya melihat-lihat ke Youtube, kok di sana banyak para nudist? Lha, terus piye, jal???

    Beruntung masih ada Lombok dan Sumatera, yang mematutkan dirinya menjadi tujuan wisata halal. Namun tetap bukan berarti bebas seratus persen dari para nudist yang membuat arti halal perlu dipertanyakan. Setidaknya di sana ada pantai-pantai indah yang mampu mencuci mata dari pemandangan yang lain. #Eh??
    Dan resort-resort cantik yang membuat turis betah berlama-lama tinggal untuk sejenak melupakan rutinitas hidupnya.

    2. Situs-situs Sejarah Islam Kurang Terawat dan Terkesan Hanya menjadi Wisata Yang Mengarah Pada penyimpangan. 

    Beberapa teman dari Malaysia dan Brunei, karena persamaan rumpun , bahasa dan sejarah nenek moyang, sangat ingin mengunjungi situs bersejarah Islam di Indonesia, seperti makam para Wali Songo.

    Namun apa daya, setelah saya melakukan survey  ke situs-situs tersebut, saya bahkan tidak ingin lagi kesana!

    Selain terkesan semrawut dan tidak ada segi artistiknya, banyak pedagang kaki lima yang berjualan barang yang itu-itu juga, membuat keindahan situs hilang tertelan centelan daster dan celana.

    Dan yang paling menyedihkan bagi saya adalah, ada aura kesyirikan yang dilakukan beberapa pengunjung. Saya berkhusnudhon, tidak semua yang hadir berniat meminta-minta pada para wali. Kebanyakan mereka sedang mendoakan para wali dan mengambil ibroh dari kehidupan mereka. Wallahu A’lam.
    Tetap saya saya ragu-ragu untuk membawa turis dan mencantumkan situs-situs tersebut ke dalam brosur wisata saya.

    Kecuali ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menata ulang tata-ruang dan lingkungan situs-situs bersejarah Islam di Indonesia. O..please..tolong dengarkan saya wahai para pejabat di Kementrian Pariwisata, situs para Wali adalah kebanggan Sejarah Islam di Indonesia yang layak masuk destinasi wisata halal,  namun tentu setelah penata ulangan lingkungan sekitarnya.
    Tolong libatkan para arsitek dan sejarawan Muslim. Tolong tata ulang lingkungan situs bersejarah, dan tegakkan peraturan bagi para penziarah. Mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak.  Mari kita perbaiki Indonesia. 

    3.Makanan Bersertifikasi Halal belum tentu tersedia di setiap Hotel dan Restaurant.
    Ini yang saya agak kecewa. Sebagai penyelenggara Tour Halal, saya tentu ingin memberi harga terbaik bagi wisatawan saya, kalau bisa, jangan  mahal. Jadi saya lebih banyak hunting hotel bintang tiga, dibanding hotel bintang lima. Dan.. saya masih sulit menemukan hotel-hotel yang jelas mengantongi sertifikasi halal di bagian restaurant-nya.
    Memang sih tidak serta merta ada menu haram di dalamnya. Namun yang nampak halal dengan yang bersertifikasi halal pasti ada bedanya.

    Ini yang saya minta. Ke depannya, pemerintah harus lebih mendorong para pengusaha hotel dan restaurant, untuk LEBIH  SERIUS mempelajari dan mengadopsi servis yang Muslim Friendly bagi pelancong Muslim dalam dan luar negeri.

    Sebagai negara yang  bukan  berpenduduk mayoritas Muslim saja, Jepang  sangat serius menservis para turis muslim mereka. Banyak pengelola hotel dan restaurant meminta lembaga sertifikasi halal Malaysia  untuk mengajarkan pada mereka bagaimana menyediakan makanan halal bagi tamu-tamu Muslimnya, bahkan mereka mau memisahkan dapur dan semua peralatan memasak dan peralatan makan, antara yang halal dan non halal.
    Ini patut dicontoh.

    Makanan Indonesia memang pada umumnya halal semua. Namun, bagaimana dengan penggunaan bumbu-bumbu? air yang tersuling? hingga tata cara penyembelihan dagingnya? Sudahkah semua memenuhi syarat?

    Pleaseeeee.…..saya mohon pemerintah lebih serius menangani masalah ini.

  5. Pedagang Kaki Lima Rentan Menjual Makanan Berbahan Non Halal dan Tidak  Sehat
    O, come on... marilah kita akui bahwa pengetahuan dan kesadaran masyarakat kita akan makanan yang halal apalagi makanan halal dan sehat, masih sangaaatttt memprihatinkan. Banyak sudah investigasi yang menyatakan pedagang nakal menjual  makanan berbahan dasar ikan kedaluwarsa, daging busuk dicampur pengawet, daging celeng yang dikatakan sebagai daging sapi untuk membuat bakso, dan seabrek lagi masalah yang bikin was-was kalau harus membeli penganan pinggir jalan lainnya.Lalu sampai kapan hal ini akan diabaikan?
    Sebagai bagian dari kekuatan perkonomian Indonesia, para pedagang kaki lima adalah pelaku UKM paling nyata yang bertebaran di seluruh penjuru Indonesia.
    Ayolah, tolong mereka dididik dan dibina. Agar tahu memilih bahan-bahan halal dan sehat bagi makanan yang mereka produksi.Tolonglah pemerintah memberikan penyuluhan dan tindakan tegas bagi rumah potong hewan, baik sapi, kambing, ayam, agar menerapkan syariat Islam yang penuh kasih, bersih dan beradab dalam tata cara pemotongan hewan.Masa kita harus kalah dengan Muslim di Amerika, Eropa, Australia, bahkan non Muslim yang di Jepang. Malu, dong…. kita pemenang World Halal Tourism Award 2106, gitu loh.…Buatlah setiap pelancong, baik yang berkantong  tebal maupun yang berkantong cekak, merasa nyaman dan aman memilih makanan di Indonesia, ngga harus ke hotel bintang lima untuk mendapatkan makanan bersertifikasi halal.Anyway..dengan memahami tatacara memproduksi makanan halal, dan mengantongi sertifikat halal, dijamin..omzet pedagang kaki lima bakal meroket. Karena orang , minimal seperti saya ini, jadi gak ragu-ragu lagi untuk jajan di luar.
  6. Toilet, Tempat Wudhu dan Mushala Bersih, Dong…
    Masih ini dan ini lagi. Indonesia memang negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Namun agaknya banyak pengelola hotel dan tempat wisata yang tidak terlalu aware dengan hal ini.
    Masih banyak kita lihat di mall, hotel, bandara, dan tempat umum lainnya yang fasilitas toilet, wudhu dan mushalanya kurang memadai. Beberapa bahkan menjijikkan! Aww.. please deh. Tolong ini ditangani dengan serius!
    Selain itu, mukena, sarung dan sajadah bersih juga harus disediakan.
    Masa kita kalah , lagi-lagi sama Jepang. Yang sangat serius menghormati wisatawan Muslimnya, dengan memberikan fasilitas shalat yang bersih, rapi dan bermartabat.Oh, satu Mall di Surabaya yang sangat saya apresiasi adalah Grand City Mall yang menyediakan Mushala yang demikian bersih, rapi dan representatif. Salut !
    Ada beberapa Mall lain di surabaya yang cukup bagus Mushala dan Masjidnya, seperti Pakuwon Trade Centre di Surabaya Barat. Untuk yang lainnya, saya masih  sangat prihatin!
  7. Jalan, Transportasi, Tata Kota, Pungli, Duh!
    Masih berkutat di masalah yang ini juga. Sarana jalan dan transportasi. Jalan berlubang, sempit, tidak rata. Transportasi yang amburadul dan mahal. Kemacetan di kota-kota besar. Aaahhh... berapa banyak waktu yang harus terbuang di jalanan? Belum lagi bangunan kumuh sepanjang sisi kiri kanan jalan  benar-benar merusak pemandangan!
    Mungkin pemerintah harus segera menggandeng arsitek untuk menata ulang lingkungan di perkotaan dan pedesaan, agar negara ini indah dan gak semrawut.Mungkin harus ada penyuluhan tata kota dan penataan lingkungan bagi masyarakat terutama di kalangan menengah ke bawah. Agar kesadaran menciptakan lingkungan yang bersih dan indah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.Bukankah pedesaan dan lingkungan tempat tinggal yang indah bisa juga masuk dalam katalog pariwisata?Satu lagi, pungli! oh… bagaimana caranya agar semua orang punya pekerjaan yang layak dan bermartabat, agar tak terjadi lagi pungli di sana dan di sini.
    jangankan di tempat-tempat seperti perempatan jalan, terminal bis, stasiun kereta api. Di bandara pun saya dengar, hal-hal seperti ini kadang terjadi.
    Pleaseeee…. no more ilegal tipping.Akhirnya, saya hanya bisa berkata. Kementrian  Pariwisata, terima kasih telah berusaha begitu keras, selanjutnya …mari kita bekerjasama, bahu membahu memajukan Pariwisata Halal di Indonesia. Kami siap dan bersedia membantu, memberi usulan-usulan dan bantuan lain yang mampu kami lakukan.Selain itu, saya juga mengapresiasi terciptanya Generasi Pesona Indonesia yang tersebar di beberapa titik tujuan wisata Indonesia. Mereka benar-benar banyak membantu Kementrian Pariwisata untuk mewujudkan Indonesia sebagai tujuan wisata yang layak. Terima kasih pada beberapa hotel, restaurant, penyelenggara Pariwisata yang sudah bekerja keras mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Respect !

    O,ya , masih banyak pulau-pulau Indonesia yang mempesona, yang hingga kini masih perawan. Mari kita rancang sebaik-baiknya agar bisa menjadi Destinasi Wisata Halal berikutnya.

    Selamat buat Pariwisata Halal Indonesia, terus maju!