>As a Supermom, You Aren’t Allowed To Get Sick<<

“Bundaaa. aku dijemput siapaa??” terdengar suara khawatir di ujung sana, saat handphone aku angkat setelah sebuah nomor tak dikenal masuk. Ternyata si bungsu sedang pinjam telephon guru BP di sekolahnya.

Ya, aku memang terlambat menjemputnya. Biasanya jam tiga seperempat aku sudah ada di sekolahnya. Tapi kali ini aku terlambat lebih dari setengah jam. Entah mengapa kepalaku terasa berat setelah semalam suntuk aku ngebut menyelesaikan beberapa dead line tulisan. Ditambah lagi, pagi ini pembantu ngga masuk kerja. Otomatis rencanaku untuk sekadar merebahkan diri  barang sejam dua jam tidak kesampaian.

Ingin rasanya aku segera berangkat menjemputnya, secara pada jam segini seluruh keluarga masih di tempat tugasnya masing-masing. Akulah yang biasanya menjemputnya.
“Nak, minta diantar Pak Gery aja ya?” tawarku. Pak Gery petugas  security di sekolah anakku, biasanya orang tua yang berhalangan menjemput juga meminta jasanya untuk mengantar anak pulang.

“Ngga maauuu..” rengeknya, dia memang ogah dibonceng siapapun yang bukan anggota keluarganya.

“Atau ikut mobil antar jemput Pak Bambang saja..”

“Enggaa..”

“Ya udah naik taksi saja, nanti bayar di rumah, minta dipanggilin taksi sama Pak Gery..”

“Enggaaakk!!”

“Duuhh..” kepalaku makin berdenyut.

Untunglah setelah aku kontak, si Sulung  sedang menuju pulang dengan mobil antar jemput pribadinya. jadi aku minta dia menjemput adiknya dulu ke sekolah. Hmm..tumben pulang sore. Biasanya kakaknya pulang sekolah pasti langsung les sampai malam. Maklum udah kelas tiga, udah deket ujian. Syukurlah. Probem solved.

Begitulah repotnya kalau aku sedang sakit. jadwal antar jemput si bungsu jadi kacau. Belum lagi jika sakitku pas hari-hari ujiannya. Bukan hanya masalah antar-jemput ke sekolah yang amburadul, tapi makan mereka pun jadi tidak terjamin. Pasalnya mba asisten rumah tangga tidak pernah masak. Karena aku sendiri yang ingin memastikan bahwa makanan untuk keluargaku dimasak dengan tepat, dengan  cara bersih dan hygienis, jadi aku tak bisa mempercayakan urusan perut keluargaku pada orang lain.

A Supermom is always has multitask
As a mother, you are also  should be  a household manager , a financial  planner, a reliable chef, a personal driver, a personal advisor and many more. Okay, it is depent   on the situation , but generally is always like that. So you know who  you will be, when you decided to get marry and become a mother.

In other situation it could be worse, In example if you are also the one who should work for  family income . It can be so challenging. How you can manage your time to fulfill all your duties ? And more than that, how can you manage your energy? O…My… No one wishes of this kind of situation, right?

Karena itulah seorang Supermom perlu dijaga kesehatannya. karena peranan pentingnya dalam keluarga yang bahkan sering tak mampu digantikan oleh seorang ayah. Seorang ayah, biasanya-dalam budaya-timur, hanya punya tugas mencari nafkah untuk keluarga. Tapi seorang ibu, dia harus bisa memegang banyak peran dalam satu waktu. Belum lagi kalau harus membantu ayah atau mencari uang sendiri karena kondisi-kondisi tertentu. Jadi berlipat-lipatlah tanggung jawab ibu.

Manalah lagi seorang ibu pasti mengalami apa itu kodrat wanita, menstruasi beserta sindrome pms-nya, hamil dengan sindrome baby-bluesnya, melahirkan, menyusui, endebra-endebrei. Semua itu pastilah berimbas sangat besar  ke kondisi fisik  seorang ibu, Beraattt say…

 

A Supermom infographic sumber behance.com
A Supermom infographic                                
sumber:   behance.net

 

My Umrah, My Precious Moment

Siapapun ngga mau sakit, baik di hari-hari biasa, terutama di saat yang sangat berharga, seperti momen umrah . Tapi itulah yang sempat aku alami. Kami berangkat berempat. Aku, kakaku, ibu dan seorang ponakan laki-laki. Kali ini anak-anak terpaksa ditinggal dan harus bisa mengurus diri sendiri. Urusan antar jemput telah didelegasikan.
Niat kami saat itu adalah meng-umrahkan ibu yang sudah sepuh.
Jadi ceritanya sebelum berangkat umrah, kakakku sempat terserang penyakit thypus. Si virus ini menyerang kakakku pas deket-deket hari keberangkatan . Tapi untungnya, kakakku yang juga seorang dokter, bilang kalau sudah minum obat. Akupun tenang dibuatnya.
Perjalanan yang harus kami tempuh memakan waktu dua belas jam. Waktu tempuh yang lama,   perbedaan cuaca dan barang bawaan yang berat, sempat membuatku nge-drop. Apalagi hari pertama datang, kami langsung melakukan ibadah umrah utama. Ibuku yang sepuh harus memakai kursi roda.

Mata dan wajahku ngga bisa bohong, kelelahan fisik tergambar di sana. karena itu selama di sana aku banyak mengenakan kaca mata hitam. Selain untuk melindungi   mataku dari debu dan pantulan sinar matahari. Juga untuk menutupi mataku yang kelihatan lelah.
Dan..sampai di Madinah, ternyata aku sakit..

Bersama Ibu di depan Kabah
Bersama Ibu di depan Kabah
Kami bertiga di dalam masjid
Kami bertiga di dalam masjid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gejalanya panas dan demam, aku rasa.mungkin aku tertular virus thypus. tapi pada saat itu ngga kepikiran sampai ke situ. Pikirku saat itu, aku hanya lelah. Dan kakakku yang siap siaga  dengan segambreng obat-obatan juga hanya memberiku beberapa macam vitamin saja. Akupun hanya bisa tiduran di kamar hotel saat yang lain bisa dengan puas-puas beribadah arbain atau shalat empat puluh rekaat di masjid nabawi yang konon pahalanya bisa membebaskan diri kita dari siksa api neraka. Wallahu A’lam biShawaab.

Begitu aku merasa sudah sehat, akupun cepat-cepat ikut berangkat ke masjid. Sayang sekali,  kan, udah jauh-jauh ke sana, kalau sampai sakit dan ketinggalan momen berharga yang kita harus membayarnya dengan biaya  yang tidak sedikit. Eh tapi aku sempat drop lagi. Jadi paginya merasa sehat dan semangat empat lima ke mesjid, sore badan terasa  panas lagi.  Untunglah beberapa hari terakhir aku cukup sehat sehingga bisa bersama-sama yang lain ikut ke mesjid.

Pengalaman sakit di saat-saat penting dan berharga tersebut membuatku bertekad untuk tidak mau sakit lagi. At least tidak gampang nge-drop karena kelelahan atau perubahan cuaca.  Untuk memulihkan kondisi tubuh yang sakit, aku malakukan cara-cara berikut :

1. Jaga Asupan Makanan

Apalagi pilihannya,  kalau bukan memilih makanan sehat yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah dan sayuran yang kaya serat dan vitamin merupakan senjataku untuk memulihkan keadaan apabila sakit dan dalam proses penyembuhan.

Biasanya untuk sarapan aku memilih buah.  Mengapa buah? Karena buah yang kaya akan serat, lebih mudah dicerna. Selain itu, buah yang dikonsumsi saat perut kosong, bisa membangkitkan enzym yang bekerja meningkatkan imunitas tubuh.

Kalau mau tahu lebih jauh tentang, mengapa buah harus dimakan pada saat perut kosong? Bisa baca-baca di SINI 

Nah, pagi udah makan buah, siangnya makan apa dong?
Kupilih makanan yang memenuhi beberapa kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dengan komposisi yang seimbang.

Standar makanan yang baik dan sehat adalah terpenuhinya sayuran mentah sejumlah 1/2- 3/4 piring makan kita, loh. sisanya bisa kita bagi antara karbohidrat, protein dan lemak serta mineral.
Aku berusaha  tidak banyak mengkonsumsi gula atau makanan yang manis-manis. Karena gula adalah penyebab kegemukan dan diabetes. Sebisa mungkin menghindari goreng-gorengan.
Dan yang paling penting aku makan makanan  se-alami mungkin tanpa banyak pemrosesan.

Minum air putih minimal delapan gelas sehari juga sangat menolong kondisi tubuhku.

2. Cukup Istirahat 

Tubuh dan pikiran juga punya hak. Mereka perlu istirahat. Apalagi dalam masa sakit dan penyembuhan. Tubuh butuh lebih banyak istirahat di banding saat sehat, karena  untuk memulihkan kembali kondisi sel-sel yang telah bekerja keras menopang kesehatan organ tubuh.

Pada hari biasa, aku membiasakan tidur teratur maksimal jam sepuluh. Jadi aku bisa cukup tidur, untuk selanjutnya bisa bangun lebih awal. Pola tidur seperti ini membuat tubuh dan pikranku lebih segar. Di saat sakit dan masa pemulihan, aku bisa tidur lebih awal, ditambah satu   dua jam tidur siang.

Biasanya setelah tidur nyenyak dan cukup, aku bangun dengan kondisi tubuh lebih segar.

 

3. Pikiran Tenang

Ini penting banget.  Saat kita sakit, yang kita butuhkan adalah ketenangan pikiran. Tinggalkan sejenak segala urusan, hingga lewat masa penyembuhan. Tugas   dan pekerjaan bisa menunggu, tapi kesehatan kita sangat berharga untuk dijaga.

Banyak penyakit yang berawal dari kegelisahan pikiran. Ya..sebagaimana diketahui, otak manusia adalah sumber segala perintah terhadap aktivitas tubuh. Dengan menjaga agar otak kita tetap tenang dan gembira, diharapkan raga kita juga tetap sehat.

Pada saat sakit dan masa penyembuhan, aku senang sekali mendengarkan kaset Murattal.  Hal ini membuat jiwaku lebih tenang dengan mengingat Sang Pencipta. Selain itu, aku juga senang dikelilingi keluarga. Rasanya perasaan jadi hangat dan bahagia karena menyadari ada orang yang menyayangi dan peduli pada kita.

4. Minum Suplemen Vitamin Yang Tepat

Nah ya, pengalaman sakitku di saat umrah , atau sakit di saat anak sedang membutuhkan kita, tentu menjadi pelajaran tersendiri bagiku. Bahwa meski kita sudah berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat, tapi adakalanya kita memerlukan energi lebih untuk menjalani aktivitas yang cukup berat dan melelahkan, maka di saat itulah  dibutuhkan bantuan dari luar, berupa asupan suplemen vitamin yang tepat.

Kupilih  suplemen  vitamin yang berkualitas, yakni  Theragran®-M. Mengapa? Karena  ia  adalah multivitamin-mineral yang memiliki komposisi yang dibutuhkan tubuh yang sedang dalam masa penyembuhan setelah sakit, karena kandungannya yang tepat. Dan bagusnya lagi suplemen multivitamin yang satu ini udah bersertifikat  HALAL loh.. aku  jadi tenang mengkonsumsinya.

Theragran-M adalah Suplemen Vitamin-Mineral yang tepat untuk mereka yang dalam proses pemulihan setelah sakit.
Theragran-M adalah Suplemen Vitamin-Mineral yang tepat untuk mereka yang dalam proses pemulihan setelah sakit.

Komposisi:

Tiap tablet salut gula Theragran®-M mengandung:

VITAMIN   KADAR % dari AKG/hari*
A

D

B1

B2

B6

B12

Niasinamida

Kalsium Pantotenat

C

E

MINERAL

Iodium

Besi

Tembaga II

Mangan II

Magnesium

Seng

(sebagai asetat)

(cholekalsiferol)

(tiamina mononitrat)

(riboflavin)

(piridoksina hidroklorida)

(sianokobalamina)

 

 

(sebagai natrium askorbat)

(sebagai dl-alfatokoferil asetat)

 

(sebagai kalium iodida)

(sebagai fumarat)

(sebagai sulfat)

(sebagai sulfat)

(sebagai karbonat)

(sebagai sulfat)

     10.000 SI

400 SI

10 mg

10 mg

5 mg

5 mcg

100 mg

20 mg

200 mg

15 SI

 

150 mcg

12 mg

2 mg

1 mg

65 mg

1,5 mg

505

200

833

769

385

208

625

333

150

 

115

41

25

14

*Berdasarkan diet 2000 kkal

Kegunaan:  Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit.

Dosis yang dianjurkan hanya 1 tablet sehari , atau atas petunjuk dokter.

Kapan dan Oleh Siapa Suplemen Vitamin dibutuhkan?
Suplemen vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil pada masa-masa tertentu, misalnya pada saat tubuh banyak aktivitas yang berpotensi menimbulkan kelelahan dan penurunan daya tahan tubuh.
Suplemen vitamin juga dibutuhkan oleh wanita yang sedang menstruasi yang berpotensi kehilangan banyak darah, wanita hamil dan menyusui. Serta mereka yang sedang dalam masa pemulihan/penyembuhan setelah sakit. Komposisi  dan dosis vitamin yang dibutuhkan berbeda-beda untuk tiap kondisi.

Jumlah dan takaran harus pas, tidak kurang dan tidak berlebih. Karena takaran yang berlebihan (overdosis) juga memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Misalnya alergi, diare, sesak napas, mual, pusing dan lain-lain

Theragran®-M lebih tepat dikonsumsi oleh mereka yang sedang dalam masa pemulihan/penyembuhan setelah sakit. Saran dari dokter penting untuk diperhatikan.

Siapa Saja Yang Buth Suplemen Vitamin?
Siapa Saja Yang Buth Suplemen Vitamin? design by Titi Alfa Khairia

5. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter
Ada kalanya seseorang hanya terserang sakit ringan yang bisa disembuhkan dengan makan sehat, istirahat dan minum vitamin-mineral. Namun ada kalanya seseorang terserang penyakit yang cukup berat. Bila  dalam tiga hari, gejala  penyakit tidak makin berkurang. Maka aku biasanya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Ada kalanya dokter hanya memberi resep dan menganjurkanku untuk beristirahat. Namun ada kalanya dokter menyarankan untuk pemeriksaan tambahan seperti harus periksa laboratorium dan sebagaianya.

Itu semua adalah bentuk usahaku dalam menjaga kesehatan. Harapanku adalah aku, keluargaku dan anda semua pembaca blog ini selalu dikaruniai nikmat kesehatan lahir batin.

Nah begitulah ceritaku dalam mempertahankan kesehatan dan upaya penyembuhan setelah sakit, bagaimana denganmu?