Menguak Tabir Indonesian South Sea Pearl, Mutiara Tercantik dan Terbaik di Dunia


Indonesian Pearl Festival 2016
Indonesian Pearl Festival 2016

“Woow cantik-cantikkk!… ” jerit seorang wanita muda sambil memandangi aneka jenis perhiasan bertahta mutiara pada sebuah etalase di salah satu stand Indonesia Pearl Festival 2015 yang diadakan di west mall Grand Indonesia, Jakarta.

Aneka jenis perhiasan seperti kalung, gelang, cincin  dan bros yang dibuat dengan bahan mutiara laut selatan  atau South Sea Pearl  tersebut membuat mata para sosialita itu terbelalak dan bibir berdecak kagum dengan keindahan kilauan dan desainnya yang unik-unik. Ada beberapa stand yang memamerkan produk jadi perhiasan mutiara, disamping beberapa stand yang menjual mutiara dalam bentuk butiran yang dikemas secara lusinan dalam kantong-kantong plastik.

Butiran mutiara yang berkilauan itu diikat dengan perak atau emas, tergantung warna dan desain yang ingin ditonjolkan. Ada juga yang diikat dengan campuran tembaga atau logam lainnya untuk menyajikan harga yang lebih terjangkau. Baik perhiasan yang berharga tinggi maupun terjangkau, semuanya memiliki pengagum masing-masing.

“Luar biasa ya.. ternyata Indonesia punya jenis mutiara yang indah dan bermutu tinggi” gumam beberapa pengunjung setelah berkeliling dan membaca beberapa brosur yang menjelaskan tentang keberadaan kerang mutiara laut selatan dan industrinya di Indonesia.

Perhiasan Mutiara Laut Selatan. Indonesian South Sea Pearls

Continue reading “Menguak Tabir Indonesian South Sea Pearl, Mutiara Tercantik dan Terbaik di Dunia”

Come and See Indonesian South Sea Pearls, The Most Beautiful and Valuable, at Indonesian Pearl Festival 2016


I believe that you are all already knew that pearl is one of the most valuable gems  in the world. Among the classic jewelry , such as diamond, sapphire, ruby, and more, the pearl has a special place in the heart of it fans.

One  I am not sure yet, is… did you know that most of the best, the most beautiful and most valuable pearls on the world market have come from Indonesia?
Yup… it was called Indonesian South Sea Pearl.

South Sea Pearl is a kind of pearl  produced by Pinctada Maxima Oyster. They are known as the largest size among other variety of pearls like Akoya  Pearl (Japan)  or Tahitian Black Pearl (French Polynesia), also the richest in the variety of colors and shapes. Wow !!

indonesian_south_sea_pearl_the_most_beautiful_and_valuable

Continue reading “Come and See Indonesian South Sea Pearls, The Most Beautiful and Valuable, at Indonesian Pearl Festival 2016”

Sakit di Saat Umrah? Jangan Deh


>As a Supermom, You Aren’t Allowed To Get Sick<<

“Bundaaa. aku dijemput siapaa??” terdengar suara khawatir di ujung sana, saat handphone aku angkat setelah sebuah nomor tak dikenal masuk. Ternyata si bungsu sedang pinjam telephon guru BP di sekolahnya.

Ya, aku memang terlambat menjemputnya. Biasanya jam tiga seperempat aku sudah ada di sekolahnya. Tapi kali ini aku terlambat lebih dari setengah jam. Entah mengapa kepalaku terasa berat setelah semalam suntuk aku ngebut menyelesaikan beberapa dead line tulisan. Ditambah lagi, pagi ini pembantu ngga masuk kerja. Otomatis rencanaku untuk sekadar merebahkan diri  barang sejam dua jam tidak kesampaian.

Ingin rasanya aku segera berangkat menjemputnya, secara pada jam segini seluruh keluarga masih di tempat tugasnya masing-masing. Akulah yang biasanya menjemputnya.
“Nak, minta diantar Pak Gery aja ya?” tawarku. Pak Gery petugas  security di sekolah anakku, biasanya orang tua yang berhalangan menjemput juga meminta jasanya untuk mengantar anak pulang.

“Ngga maauuu..” rengeknya, dia memang ogah dibonceng siapapun yang bukan anggota keluarganya.

“Atau ikut mobil antar jemput Pak Bambang saja..”

“Enggaa..”

“Ya udah naik taksi saja, nanti bayar di rumah, minta dipanggilin taksi sama Pak Gery..”

“Enggaaakk!!”

“Duuhh..” kepalaku makin berdenyut.

Continue reading “Sakit di Saat Umrah? Jangan Deh”

Batik Fraktal, Melestarikan Warisan Adiluhung #BatikIndonesia Melalui Teknologi dan Inovasi


Batik, siapa tak mengenalnya? Salah satu warisan budaya ini telah demikian menyatu dengan masyarakat Indonesia. Kain bermotif khusus ini,  telah menjadi salah satu identitas kuat yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, di manapun mereka berada.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO  telah menetapkan BATIK sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Maspterpieces of the Oral  and Intangible Heritage of Humanity).

Kata “BATIK” merujuk pada bahasa Jawa , berasal dari kata ” Amba” yang berati menulis  dan “Nitik” yang artinya memberi noktah atau memberi titik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata BATIK itu merujuk pada “Selembar kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahananya diproses dengan cara tertentu.

Batik itu sendiri dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke dengan motif, corak dan filosofi yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki  ciri khas batik yang dipengaruhi oleh sejarah, tradisi dan kondisi sosial masyarakat di setiap tempat. Hal ini justeru membuat #batikIndonesia makin kaya dan beragam.

Menurut Wikipedia, teknik pewarnaan dengan malam ini sudah ditemukan di jaman Mesir Kuno, pada abad 4 Sebelum Masehi. terbukti ditemukannya kain pembungkus mummi yang telah menggunakan teknik pewarnaan dan penggunaan malam untuk membentuk pola.
Di Asia, teknik yang menyerupai batik ini sudah ada sejak masa dinasti T’ang (tahun 618-907 M) di Tiongkok kuno, kemudian ditemukan pula di India dan Jepang.
Di wilayah Nusantara, dipercaya batik sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit, dan menjadi dikenal luas pada abad XVII-XIX . Batik yang diproduksi semuanya batik tulis hingga pada abad XX. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia  I atau sekitar tahun 1200 an.

Corak Batik Nusantara dari Sabang hingga Merauke, selamat #HariBatikNasional masy. berbudaya! #JIBB2016 #BatikBiennale

A post shared by Jogja Batik Biennale (@jogjabatikbiennale) on

Continue reading “Batik Fraktal, Melestarikan Warisan Adiluhung #BatikIndonesia Melalui Teknologi dan Inovasi”