Kenali Jenis Penyakit Jantung Dan 8 Cara Pencegahannya

Kita tentu sering mendengar tentang seseorang teman atau kerabat yang terkena sakit jantung. Tapi mungkin kita sendiri belum begitu paham, apa sih sebenarnya sakit jantung itu? Kalau begitu, yuk  sama-sama  kita ketahui! Sakit pada jantung sendiri terbagi 3, yakni : Gagal Jantung, Serangan Jantung dan Stroke.
Gagal Jantung:
Yaitu masalah yang berhubungan dengan sistem listrik jantung. Terjadi saat otot-otot jantung tiba-tiba berhenti berdetak karena  organ tidak berfungsi.
Gagal jantung  dipicu oleh sistem listrik jantung yang kacau , menyebabkan detak jantung tidak teratur, bahkan jantung berhenti memompa darah  secara total.
Tanda-tandanya  :
Napas  terengah-engah, tidak bernapas, dan tidak merespon.
Seseorang yang mengalami gagal jantung dan tidak mendapatkan pertolongan segera, bisa meninggal dalam hitungan menit.
Faktor Resiko:
Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, sakit jantung koroner, riwayat arrhythmias (detak jantung tidak teratur) , merokok, obat-obatan dan alkohol

Serangan Jantung:
Yaitu permasalahan dengan suplai darah ke jantung itu sendiri.
Terjadi saat satu atau beberapa bagian dalam jantung gagal mendapatkan oksigen karena terhalangnya aliran darah.
Serangan jantung terjadi karena tersumbatnya sebuah arteri yang mensuplai darah kepada organ-organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.  Tersumbatnya arteri tersebut, disebabkan adanya “plaque” dan kolesterol yang menempel di sebelah dalam dinding arteri.
Tanda-tandanya:
Adanya tekanan dan sesak di dada, dada seperti diremas, rasa sakit yang menyebar ke lengan, bahu, punggung atas dan rahang. Sesak napas, keringat dingin, mual dan cemas. Pada wanita, munculnya gejala ini bisa lebih ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali.
Diperlukan pertolongan segera kepada seseorang yang mendapatkan serangan jantung. Penanganan yang terlambat, bisa menyebabkab kerusakan (organ)  yang lebih parah.
Faktor Resiko :
Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, stress, gaya hidup malas dan pola makan yang buruk.

Stroke:
Yaitu permasalahan yang terjadi karena gangguan atau kekurangan suplai darah yang parah ke otak.
Terjadi saat bagian otak gagal mendapatkan oksigen yang sangat dibutuhkan karena terhentinya atau berkurang parah aliran darah ke organ yang vital.
Stroke biasanya disebabkan oleh  adanya gumpalan darah yang menyumbat jalan pembuluh darah ke otak, sehingga suplai darah terputus. Ada pula yang disebut Hemorraghic Stroke, yakni pecahnya pembuluh darah yang bertugas mensuplai  darah ke otak.
Tanda-tandanya:
Sakit kepala yang hebat dan datang tiba-tiba tanpa diketahui secara pasti pemicunya, pusing, kehilangan koordinasi tubuh, sulit bicara, melemahnya/lumpuhnya otot wajah dan sebagian tubuh.
Pertolongan medis dan tindakan yang tepat dalam menyelamatkan nyawa penderita stroke sekaligus mencegah terjadinya kelumpuhan wajah /sebagian tubuh.
Faktor Resiko:
Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, ras, riwayat stroke atau serangan iskemik semntara, diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, alkohol, kegemukan dan gangguan darah.

Data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, tahun 2014  menyebutkan bahwa,   kematian akibat penyakit jantung dan kardiovaskuler merupakan masalah utama baik di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Angkanya mencapai 17,3 juta  kematian pertahun. Lebih dari 3 juta kematian terjadi pada usia di bawah 60 tahun. Sebanyak 4% kematian akibat penyakit jantung terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi, dan 42% terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah. Jumlah kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat hingga 23,3 juta jiwa pada tahun 2030.

Wow! Fantastis ya… angka kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke di negara-negara berpenghasilan rendah? Jadi ini bisa saja terjadi di Indonesia!

Tabel angka kematian akibat penyakit jantung dunia. Data kemenkes 2014
Tabel angka kematian akibat penyakit jantung di  dunia.
Data kemenkes 2014

Apa Dampaknya Bila Penderita Penyakit Jantung Berjumlah Tinggi? 

Meningkatnya jumlah penderita sakit jantung berarti meningkatnya beban bagi keluarga, masyarakat dan negara. Terutama bila penderita berada pada usia produktif, yang berarti hilangnya tulang punggung keluarga.

 

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Penyakit Jantung?

  1. Gaya Hidup Aktif
    Maksud dari gaya hidup aktif adalah, seseorang harus banyak bergerak agar organ-organ tubuhnya terlatih dan sehat. Diantaranya adalah aktif berolah raga secara rutin. Olah raga seperti jogging, aerobik, yoga,bersepeda, bermain bulu tangkis, bermain bola, berenang dan masih banyak lagi.
    Selain aktif berolah raga, baik sekali bagi setiap orang untuk aktif bekerja. Bukan hanya bekerja  dalam arti pergi ke kantor, tapi bekerja di sini adalah mengerjakan hal-hal sederhana yang menuntut tubuh dan pikiran untuk bergerak. Misalnya berjalan kaki ke pasar, memilih naik tangga dibanding naik lift atau eskalator, mengangkat barang sesuai kemampuan dan lain sebagainya. Semuanya itu berfungsi untuk mengaktifkan kerja otot tubuh sekaligus memberi perintah pada otak untuk aktif berpikir.

    Jaga Kesehatan Jantung Dengan Gaya Hidup Aktif. Berolah ragalah
    Jaga Kesehatan Jantung Dengan Gaya Hidup Aktif. Berolah ragalah
  2. Jaga Berat Badan
    Menjaga berat badan sangat penting untuk mempertahankan kesehatan. Seseorang hendaklah tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Namun yang terbaik adalah berat badan ideal sesuai tinggi badan, usia dan aktifitas.
    Berat badan yang ideal diperoleh dengan usaha menjaga pola makan dan berolah raga serta istirahat yang cukup.
  3. Pola Makan Sehat
    Pola makan sehat  saat ini memiliki beragam pengertian dan beragam aliran.
    Namun sebagai patokan adalah, pengertian menu sehat saat ini yang bergeser dari empat sehat lima sempurna, menjadi menu seimbang dengan konsumsi serat yang cukup.
    Pola makan sehat ini meliputi:
    a. Konsumsi serat yang cukup. Serat didapatkan  dari  buah dan sayur segar. Idealnya serat atau sayur mengisi 1/2 hingga 3/4 isi piring makan anda.
    b. Konsumsi protein yang cukup. Sumber protein yang baik seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan sebagainya.
    c. Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup. Vitamin banyak di dapat dari buah dan sayur. Mineral banyak di dapat pada ikan dan makanan laut lainnya.
    d. Batasi jumlah karbohidrat dan gula . Karbohidrat oleh tubuh diubah menjadi gula dan menjadi salah satu penyebab sakit diabetes. Penyakit diabetes bisa merambah berbagai penyakit lainnya.
    e. Batasi jumlah lemak . Lemak ada yang baik dan buruk. Lemak jahat berubah menjadi kolesterol yang akan menyumbat pembuluh darah. Peningkatan jumlah kolesterol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan pengerasan pembuluh nadi atau aterosklerosis. Peningkatan jumlah kolesterol dalam jangka lama membantu terbentuknya plaque “atheroma” dalam pembuluh nadi. Akibatnya akan terjadi penyempitan bahkan penutupan pembuluh darah.
    f. Cukup minum air putih, minimal 8 gelas perhari.
  4. Cara Memasak Yang Benar dan Kreatif
    Untuk mendapatkan makanan yang sehat, seseorang harus memahami proses pengolahan  atau cara memasak yang benar. Agar tidak bosan dengan menunya, diperlukan kreatifitas dalam mengolah  makanan.
    a. Untuk buah sebaiknya dikonsumsi secara terpisah dan sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong. Waktu mengkonsumsi buah sebaiknya pada pagi hari sebelum menyantap makanan lain. Buah yang dikonsumsi pada saat perut kosong akan berfungsi sebagai zat detoks yang mampu mengeluarkan sisa-sisa makanan yang telah diserap tubuh pada malam hari sebelumnya. Selain itu, buah yang dikonsumsi pada saat perut kosong juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.
    b. Sayur sebaiknya dikonsumsi dengan cara mentah setelah dicuci bersih dan direndam air garam untuk membuang sisa-sisa pestisida yang menempel, serta dibilas dengan air matang. Jumlah asupan sayur sebaiknya antara setengah hingga tiga perempat porsi piring makan kita. Kurang dari itu, maka sayur tidak bisa memberikan fungsi baiknya sebagai penyeimbang enzim, dan penyeimbang asam-basa tubuh.
    c. Hindari memasak dengan cara digoreng. Apabila terpaksa menggoreng atau menumis, pergunakan minyak kelapa , karena minyak kelapa telah terbukti memiliki titik didih paling tinggi, sehingga tidak mudah rusak oleh pemanasan dan paling sehat diantara jenis-jenis minyak lainnya.
    Jangan menggoreng dengan minyak banyak, karena itu akan membuat makanan menyerap banyak minyak, yang akhirnya semua itu akan masuk ke dalam tubuh.
    d. Apabila memasak daging (sapi atau ayam) sebaiknya hilangkan bagian kulit dan lemaknya yang jahat. Berikan bumbu dan rempah yang sangat berkhasiat untuk kesehatan dan olah dengan proses seminimal mungkin. Misal dikukus selama beberapa menit, dipanggang atau dibakar dengan api sedang.
    e. Jangan memasak dengan api besar dan terlalu lama, karena akan merusak nutrisi dan gizi makanan. Memasak yang ideal adalah dengan api kecil dan waktu yang tidak lama. Ketika makanan sudah matang, segera matikan api.f. Saat ini para  chef sudah menemukan cara baru untuk menggoreng, yakni, menyemprotkan minyak ke dalam makanan, lalu kemudian meng-oven makanan tersebut. Dengan demikian, makanan tetap bercita rasa lezat, namun hanya sedikit minyak goreng yang terserap dan bakal masuk ke tubuh.g. Gunakan garam dan gula dalam jumlah sedikit atau secukupnya, dan taburkan di akhir sesi memasak. Lebih baik saat api di kompor sudah dimatikan. Hal ini berhubungan dengan reaksi garam dan gula terhadap makanan, yang berakibat bagi kesehatan tubuh.

    Makanan Sehat
    Makanan Sehat

     

  5. Say No to Smooking
    Rokok sudah terbukti memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Selain nikotin  yang terkandung dalam bahan alami rokok, yakni tembakau. Diduga ada 4.000  jenis bahan kimia berbahaya, termasuk di dalamnya 43 bahan penyebab penyakit kanker . Selain itu rokok juga menyebabkan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru dan penyakit jantung . Hal ini membuat masuk akal bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh nomor satu d dunia.Rata-rata kematian  para perokok adalah diusia 35-60 tahun, yakni usia produktif dimana diharapkan pada usia ini mereka bisa menjadi penopang keluarga.
    Di negara-negara maju, merokok ini sudah sangat dilarang keras. Diberlakukan pembatasan area  merokok yang sangat ketat, karena orang lain tak ada yang mau terkena dampak buruk asap rokok yang disebarkan oleh para perokok.
  6. Say No To Drugs
    Pengertian drugs di sini meliputi alkohol dan obat-obatan terlarang seperti ganja, ekstasi dan lain-lain. Termasuk di sini adalah obat-obatan penghilang rasa sakit yang diminum tanpa pengawasan dokter.Istilah lainnya adalah NAPZA (Narkotika, Alkohol Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
    Dampak buruk penggunaan NAPZA adalah : gangguan pada jantung, gangguan pada otak, gangguan pada sistem syaraf, gangguan pada paru-paru, gangguan pada pembuluh darah, resiko terkena HIV AIDS dan masih banyak lagi.
  7. Cek Kesehatan Secara Berkala
    Ini penting!  Jangan menganggap bahwa karena kita masih muda dan baik-baik saja, maka kita tak perlu untuk mengecek kesehatan tubuh. Justeru saat kita masih sehat itulah sebaiknya kita menjaga tubuh.  Jangan tunggu sampai tubuh sakit dan ambruk baru kita memeriksakan diri.
  8. Bersosialisasi, Bergembira, Damaikan Hidup Anda
    Bersosialisasilah, bergembiralah. Sempatkan untuk berlibur dan melihat hal-hal baru. 
    Bila ada masalah, segera cari solusinya, selesaikan segera, jangan ditunda-tunda sehingga menjadi permasalahan yang lebih besar dan susah diselesaikan nantinya. Dekatlah dengan keluarga, carilah teman-teman positif,berbagilah cinta dengan mereka.
    Dekatlah dengan Tuhan, DIAlah yang mampu mengatasi segala persoalan hidup kita. DitanganNYA segala kekuasaan. Raihlah cintaNYA. Rasakan hidup yang damai dan bahagia dalam lindunganNYA .

    Take a holiday and Be Happy
    Take a holiday and Be Happy

    Finally , Be Healthy and Be Happy Always. Much love for you 🙂

    Referensi :

    http://bit.ly/1U63fiB

    http://bit.ly/2cwgudD

    http://bit.ly/2cWNOxp

    http://bit.ly/1WmH5Nv

    Artikel ini juga diikut sertakan dalam lomba memperingati HUT ke 35 Yayasan Jantung Indonesia,

     

    Link artikel lombanya ada di sini  

     

8 thoughts on “Kenali Jenis Penyakit Jantung Dan 8 Cara Pencegahannya

  1. ternyata balik lagi pada polahidup sehat ditambah olahraga teratur dan makan makanan sehat yang menjadi kunci pencegahan sakit jantung hehe

    btw kl yg udh terlanjur kena, apa ada terapinya mbak??

    Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s