Lebaran Ceria, Kami Mantu Dua Kali dan Liburan Keluarga

Lebaran selalu menjadi saat yang istimewa bagi umat Islam, terutama di Indonesia yang memiliki tradisi mudik. Yups.. Begitu juga bagi saya  dan keluarga, lebaran selalu menjadi momen  istimewa yang ditunggu-tunggu. So yeah..mudik mode ON.

Tradisi turun temurun yang sudah mendarah daging ini memang tak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia yang  memiliki ikatan kekeluargaan yang masih cukup tinggi. Ikatan  batin diantara keluarga dan kerabat ini menjadi perekat yang manis dan memberi warna yang hangat serta  menyenangkan di akhir bulan Ramadan yang mulia.

Usai sebulan  penuh ngebut dengan berbagai amal ibadah, tibalah saat berkumpul dan berkunjung ke rumah  kerabat dan sanak saudara. Alangkah bahagianya, bertemu keluarga dan kerabat yang sudah lama tak dijumpai. Dan alangkah syahdunya bisa reriungan, becandaan  dan tertawa bersama.

Tradisi  Baju Baru dan Kue-kue Lebaran

Yang namanya berkumpul dengan orang banyak dan menerima tamu silih berganti ataupun  bertamu ke rumah saudara, tentunya kurang afdhol bila tidak menyiapkan outfit yang cantik, ya?

Meski inti dari berlebaran adalah saling silaturahmi, saling memaafkan dan menghangatkan kembali ikatan antar keluarga, namun tanpa baju baru dan kue-kue serta hidangan khas nan lezat, semuanya terasa kurang lengkap. Maklum kumpul orang banyak, ya,kan?

Nah  untuk lebaran kali ini, kebetulan aku males banget keluar rumah, males berdesak-desakan di jalanan yang macet dan males nyari parkiran di pusat perbelanjaan. Jadilah untuk outfit lebaran, aku cukup beli dari online shop aja.

 

gaun-pink-polos-yang-kubeli-dari-olshopGaun pesta yang dibeli di Olshop.  Gaun pink polos dengan hiasan renda, harga terjangkau, tapi cantik.

Hasilnya ngga  mengecewakan. Memang aku mencari Olshop yang sudah terpercaya dan terseleksi ketat barangnya. Namun karena aku belinya dari beberapa ol-shop yang berbeda, ada juga beberapa barang yang aku agak kecewa. Antara bayangan dan kenyataan ngga matching. Jadi lain kali harus lebih selektif aja milih olshop dan milih-milih  barang.

Keluargaku Dua Kali Mantu

Jadi  ceritanya keponakan-keponakanku sudah beranjak dewasa dan sebagian besar  sudah lulus dari perguruan tinggi. Ada yang dokter, dokter gigi, akuntan, sarjana Teknologi  Pertanian dan lain sebagainya. Mereka cewek semua dan cantik-cantik dan insha Allah shalihat semua. Jadi..ya..sudah sepantasnyalah keluarga besarku mulai panen. Panen menantu, maksudnya.. hehehe.

Dimulai dengan keponakanku yang dokter,  dua bulan sebelum  Ramadan, dia dilamar dan langsung menikah  sebulan kemudian. Jadilah sebulan sebelum Ramadan, keluarga besar kami punya hajat, menikahkan ponakan dan sekaligus walimah pada hari yang  sama. Menikah pagi di masjid deket rumah, dan malamnya walimahan di Gedung Auditorium Kampus C Universitas Airlangga.

sungkeman-osyi-wedding
copyright to titialfakhairia.com

kuadi-pengantin-pertama

Orang tua mempelai Puteri
Orang tua mempelai Puteri

Puteri- puteri kami yang cantik

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

Sedangkan keponakanku yang satunya,    sarjana akutansi, sudah dilamar beberapa bulan sebelumnya,  pernikahannya digelar satu minggu sebelum lebaran, alias masih dalam bulan Ramadan. Dan  pesta walimahnya diadakan pada H+2 lebaran alias hari ketiga dihitung dari lebaran hari pertama.

foto=bersama-diana-wedding

Akad nikah ponakan kedua
Akad nikah ponakan kedua

Jadi bisa dibayangkan, bagaimana riuhnya suasana dalam keluarga besar kami. Kami disibukkan dengan kerepotan dalam mencari baju seragam untuk keluarga penganten, menjahitkannya, mencari pernik-perniknya untuk jumlah anggota keluarga yang tidak sedikit.

Belum lagi mencari wedding organiser,  baju pengantin,  kue-kue hantaran, katering pesta dan lain-lain. Wah, pokoknya rame, sibuk dan meriah.

Keluarga Jauh Datang Berkunjung
Sudah  menjadi tradisi bahwa setiap lebaran, rumah orang tuaku menjadi pusat kedatangan tamu-tamu dari jauh. Sanak keluarga, palik-bulik, pakdhe budhe, sepupu dan keponakan. Karena orang tuaku sudah sepuh dan termasuk dituakan dan dihormati sejak aku kecil dulu.

Kumpul Keluarga saat lebaran
Kumpul Keluarga saat lebaran

Maka rumah keluarga kami selalu ramai dengan tamu-tamu yang datang berkunjung, terutama pada hari pertama dan kedua lebaran. Berbagai pengananan dan kue-kue pun disajikan untuk menjamu para tamu dan keluarga.

Biasanya mumpung kumpul, kami berfoto ria untuk mengabadikan momen kumpul-kumpul. Dari tahun ke tahun, kami memiliki kenangan foto lebaran yang berbeda-beda.

menu-wajib-lebaran-1

 

Jalan-Jalan Sesudah  Lebaran

Nah ini dia yang asyik. Ponakanku yang akuntan, menggelar pesta pernikahannya  di kota Tuban, Jatim.  Karena itu, mau tidak, mau,  kami sekeluarga  pergi sekaligus bernostalgia ke kota yang bersebelahan Kabupaten dengan kota tempat tinggal orang tua kami itu.

Oya,  mengapa sih pesta walimahannya digelar hari ketiga lebaran? Jawabannya karena  keluarga penganten putera dari keponakanku (penganten perempuan yang akuntan), itu semuanya merantau ke Jakarta dan sukses sebagai pengusaha restoran  di Jakarta. Jadi momen pulang kampung saat lebaran adalah momen di mana keluarga besar penganten putera mumpung ngumpul. Aji mumpung. Sekalian untuk menggelar pesta. Biar semua bisa hadir, gitu.

Pengantin-kedua-diapit-kedua-orang-tua
Pengantin-kedua-diapit-kedua-orang-tua
Pesta Pengantin kedua di Gedung Semen Gersik-Tuban
Pesta Pengantin kedua di Gedung Semen Gersik-Tuban
Pengantin dan kedua orang tuanya, foto diambil saat pesta pengantin pertama di Convention Hall Universitas Airlangga Surabaya
Pengantin dan kedua orang tuanya, foto diambil saat pesta pengantin pertama di Convention Hall Universitas Airlangga Surabaya

Perjalanan ke kota Tuban  membangkitkan keinginan kami untuk jalan-jalan. Maka dua hari setelah pesta pernikahan keponakanku di kota Tuban, kami pun kembali ke kota kabupaten yang cukup maju itu, untuk berwisata ke situs-situs bersejarah peninggalan walisongo yang kebetulan ada beberapa,  di kota tepi pantai ini.

Jadilah momen libur lebaran kami isi dengan wisata religi. Menyusuri jejak para walisongo di sepanjang daerah pantura (pantai utara Jawa Timur).

Bagian dalam masjidnya. Arsitektur Jawa Kuno

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

Liburan Ke Banyuwangi

Nah ini lebih asyik lagi. ternyata keponakanku yang menikah sebelum Ramadan, berencana menggelar pesta walimah kedua, yakni di kota kelahiran suaminya, Banyuwangi.

Jika pesta walimah dari pihak keluarga kami, yakni penganten perempuan digelar di Surabaya, sebulan sebelum Ramadan, maka pesta kedua akan di gelar pada satu minggu setelah lebaran, di luar kota, yang jaraknya lumayan jauh dari kota kami. Jadilah agenda kami adalah jalan-jalan keluarga besar. Asyikkkk….!!!

Kami berangkat pada Jumat malam tanggal 15 Juli 2016 menggunakan kereta api Mutiara Timur Malam dari stasiun Gubeng, Surabaya. Sampai di Banyuwangi, pagi subuh-subuh. Kamipun langsung naik mobil Elf yang sudah di booked  kakakku. Hmm.. liburan dimulai.

 

Departure Gate, we bring so much stuffs . #TravellingbyTrain #Train #Surabaya #Banyuwangi

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

Mobil Elf berhenti di sebuah mesjid besar di dalam kota Banyuwangi, karena kami akan menunaikan shalat Subuh.  Masjidnya cukup besar, dan ruangan-ruangannya cukup luas dan bersih. Lantai dua dikhususkan bagi wanita. Jadinya jamaah wanita bebas leluasa beribadah di atas dengan tenang.

#Mosque #Masjid #Banyuwangi #Fajr #Subuh

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

Usai shalat Subuh, kami langsung cabut ke pantai Boom untuk menyaksikan matahari terbit. Walaupun pantai bukan hal  baru bagi kami, namun  momen kebersamaan dalam perjalanan jauh inilah yang membuat kami merasakan bahwa perjalanan kali ini sangat istimewa. Jalan bareng keluarga besar. Tentu bukan hal yang  mudah untuk dilakukan, kecuali saat liburan panjang dan direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

#familyholiday #holidaymodeON #Banyuwangi #Travelling #latepost

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

Guest House Yang Indah dan Asri

Pulang dari pantai Boom, kami menuju Guest House yang sudah di booking oleh yang empunya hajat, yakni kakakku yang ngunduh mantu. Wah..kami sukaakkk banget dengan guest housenya yang asri. Arsitekturnya meniru rumah khas Jawa, rumah joglo yang antik dan indah.

The front gate of our #guesthose in #Banyuwangi #Travelling #Familyholiday

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

Halamannya luas, penuh tanam-tanaman yang asri, dan yang penting tempatnya bersih banget. Kamar dan kamar mandinya bersih dan nyaman. Airnya bersih dan lancar, AC nya adem, ada Wifinya. Pokoknya,  Highly Recomended!! Bintang lima buat penginapannya. fasilitasnya, keramahan pemiliknya, dan makanannya yang lezat!

#SingosariGuestHouse #Banyuwangi

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

Nama guest house nya adalah Singosari Guest House, sesuai nama jalannya, yakni jalan Singosari. Tempatnya bersih, asri dan tenang. Dijamin betah deh.

Dan lebih asyik lagi, ternyata tempatnya deket banget dengan pusat oleh-oleh yang menyediakan berbagai merchandise a-la Banyuwangi, Osing Deles di jalan Agus Salim nomor 12,  tinggal jalan keluar gang, lalu belok kiri menuju jalan besar, dari jalan besar belok jalan ke kiri kira-kira sepuluh meter, udah nyampe.

Belanja-Belanji

Kalau udah jalan-jalan dan masuk toko cendera mata itu biasanya bawaannya boros,  ya, ngga terkontrol. Apa-apa mau dibeli. Tapi tenang… aku ngga gitu kok. Aku tetap nyari barang yang berkualitas dengan harga yang reasonable.  Jadinya aku hanya beli seperlunya, sebuah outer rajut. Dan beberapa aksesoris kecil. Hihihi.. kliatan pelitnya? Enggaa… soalnya barang lainnya aku ngga suka hehehe.

#OsingDeles #SouvenirandArtShop #Travelling #FamilyHoliday .#Banyuwangi

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

Rombongan keluargaku yang berjumlah dua mobil Elf itu membeli macem-macem. Mulai dari tas, t-shirt hingga aneka cemilan. Aku ngga ah. Di guest house udah banyak cemilan, lagian kami kan mau menghadiri pesta pernikahan, ntar juga makan di sana, hahaha. penghematan mode ON.

Blonjo rekkkk #beli_beli #ShoppingTime #Travelling #FamilyHoliday #OsingDeles. #Banyuwangi

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

Pengen Snorkeling di Pantai Bangsring

Rencananya sih kami mau snorkeling di pantai Bangsring, Banyuwangi. Aku udah make baju renang dibalik abayaku. Dengan niat, ntar mau nyebur ke laut dan melihat-lihat koral dan ubur-ubur dari dekat. Hmm…

Dari guest house, kami menempuh perjalanan yang cukup jauh, menuju arah pelabuhan Gilimanuk, kalau aku tidak salah.  Kami menyusuri jalan di tepi pantai yang membuat kami histeris melihat sebuah pulau yang hijau di seberang selat antara Banyuwangi dan Bali. Hasil Googlingku mengatakan, itu adalah Taman Hutan Bali Barat. Wuih.. aku sudah membayangkan bahwa mobil yang kami tumpangi membawa kami ke seberang pulau nan hijau indah tersebut.

Ternyata mobil membelok ke sebuah perkampungan, atau daerah yang masih penuh dengan persawahan, tegal dan kebon. Hmm.. agak kecewa sedikit sih. Jauh dari harapan. Jalannya berkelok-kelok melewati tempat yang sempit dan sampailah kami ke tempat parkiran yang becek dan banjir setelah semalaman diguyur hujan.

Parkiran di depan pantai Bangsring yang sempit dan becek
Parkiran di depan pantai Bangsring yang sempit dan becek

Catatan bagi Pemkab Banyuwangi untuk lebih memperbaiki fasilitas di wisata pantai Bangsring.

Dari jauh nampak gubug-gubug di tengah laut yang entah apa mereka menyebutnya. Di sana adalah tempat penangkaran ikan-ikan hiu dan beberapa jenis ikan lainnya. Masih catatan buat Pemkab Banyuwangi, harap diperbaiki dan ditambah fasilitasnya. terutama kondisi di tepi pantai yang memprihatinkan dan kurang mencerminkan keindahan tempat wisata.

Itu dia rumah di tengah laut, tempat penangkaran ikan hiu
Itu dia rumah di tengah laut, tempat penangkaran ikan hiu

Tapi saya salut dengan bapak-bapak yang menarik-ulur perahu. Bolak-balik menyeret perahu,sepanjang hari terpapar sinar matahari dan badannya terendam air laut. Semoga sehat-sehat ya, Pak. Dan pengunjung hanya perlu membayar Rp.5.000 untuk menikmati perjalanan naik perahu dan bercengkerama dengan ikan-ikan hiu. Murce..marice.

Rumah hiu
Rumah hiu
keramba-hiu-bangsring
Berani gak berenang bersama ikan hiu? Di belakang sana nampak Taman Hutan Bali Barat

Dua hal yang menarik namun ngga berani saya lalukan adalah, saya penasaran dengan pulau kecil di tengah laut, berpasir putih dan konon menjadi  snorkeling spot, dengan membayar Rp. 100.000 untuk paket lengkap, panduan sekaligus peminjaman alat snorkeling. Namanya pulau Tabuhan. Konon nama itu diambil karena, di pulau kecil itu, angin laut berhembus cukup kencang sehingga menimbulkan suara-suara bergesekan alam yang mirip tetabuhan.

Yang kedua adalah Taman Hutan Bali Barat yang nampak indah nun jauh di sana. Sayang, Tak ada yang mau menemaniku untuk berperahu ke sana. Semua takut dengan ombak pantai yang cukup tinggi. Hmm… kami memang bukan berdarah petualang. Kalah sama bule-bule yang pemberani itu. 😀

Kesimpulannya. kami ngga jadi snorkeling, cuma naik perahu dan beberapa orang nyemplung ke tempat penangkaran hiu. Saya engga,nyemplung,  cuma lihat-lihat aja. Duuhh.

Outfit Lebaran dan Liburan

Karena kami masih dalam momen lebaran, maka kami pun mengenakan outfit lebaran. Dan karena kami dalam situasi liburan yang masih berada di masa lebaran (bingung, kan?), maka kamipun mengenakan outfit liburan. Dan..karena kami sedang menghadiri pesta pernikahan, maka outfit kamipun merupakan perpaduan tiga acara tersebut; Lebaran, Liburan dan Pesta Pernikahan.  Maksudnya bajunya campur-campur… hehehe.

Yah biarlah, yang penting kami bahagiaaa banget, bisa liburan rame-rame  dengan keluarga besar. Serunyaa lebaran tahun ini!

Kuadi pengantin di Banyuwangi
Kuadi pengantin di Banyuwangi

The #nephews the #sisters , #sisterhood #familyholiday #holidaymodeON #latepost

A photo posted by Titi Alfa Khairia (@titi_alfa_khairia) on

 

kumpul-keluarga-besar-pantai-boom

keluarga-besar-di-pantai-boom

bin-ali-pantai-bangsring

 

Nah itu Cerita Lebaran Asyik (CERIA) ku kemaren. Gimana dengan ceria-mu wahai  ladies?  Apakah cerita lebaranmu seseru kisahku? atau lebih seru lagi?

 

Keterangan :  Isi artikel dan semua foto merupakan hak milik titialfakhairia.com. Apabila ada pihak yang secara sengaja menggunakannya tanpa ada pemberitahuan dan persetujuan dari pemilik blog ,maka akan dituntut sesuai hukum yang berlaku.

 

18 thoughts on “Lebaran Ceria, Kami Mantu Dua Kali dan Liburan Keluarga

  1. Serunya banyak acara hajatan pas Lebaran, sekalian ngumpul keluarga besar dan ketemu banyak orang. Berasa banget Lebarannya kalau rame banyak orang. Apalagi ini tambah seru karena mudiknya pindah-pindah juga ke beberapa kota.

    Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s