Siapakah Eni Matini? Nama yang tak asing lagi di kalangan pegiat literasi yang tergabung dalam.komunitas BAW (Be-A-Writer) .

Jika kita menelusuri halaman demi halaman di Blog Mba Eni Martini, atau membaca postingan di Facebooknya, pasti kita temukan banyak kisah tentang  anak-anak Mba Eni, terutama kisah si bungsu Pendar.

Terkesan bahwa,  Mba  Eni Martini adalah penulis kisah keluarga, utamanya parenting.  Wajar saja karena si kecil Pendar  usia 17 bulan adalah buah hati yang dinanti-nanti, dan kelahirannya pun sempat hampir terjadi “drama ” induksi karena terjadinya salah perhitungan HPL akibat  alat USG di tempat  praktik dokter kandungan langganan  Mba Eni, kurang akurat. Selain itu, Pendar hadir setelah Mba Eni dan Suami sempat kehilangan anak ketiganya, Gibran dalam usia yang masih dalam hitungan bulan.  Jadi cinta untuk Pendar begitu tumpah ruah berpendar-pendar, menjadikannya pusat perhatian dan nyawa dari blog dan berbagai sosial media Mba Eni.

Pendar lahap mamam MPASI agar-agar dan sayur, foto dari blog mba Eni
Pendar lahap mamam MPASI agar-agar dan sayur, foto dari blog mba Eni

Sebagai wujud cintanya pada Pendar, Mba Eni memberikan ASI ekskusif dan kemudian rajin membuatkan MPASI yang dibuat sendiri dengan bahan-bahan alami pilihan. Banyak resep-resep homemade MPASI yang cukup menggoda dan bisa ditiru oleh ibu-ibu yang punya anak balita, di label  Dunia-Eni, sub-label  Aku dan Anakku .  Selain itu, Mba Eni Martini juga banyak membahas tentang  tips-tips merawat anak, bagaimana  bila anak terlewat mana imunisasinya, bagaimana menangani si kecil yang demam, hingga toilet training dan tips menyapihnya.

Tapi tahukah,  ladies and gentlemen, ?  bahwa sesungguhnya dibalik rajinnya Mba Eni menulis tentang kelucuan Pendar dan kisah-kisah serunya  menghadapi suka duka merawat balita, sesungguhnya ternyata beliau adalah seorang novelis?

Kita tentu akan terhanyut dalam novel-novel romantisnya  hasil olah katanya yang  indah, baik saat menulis novel secara solo, maupun bersama teman-teman sesama penulisnya. Tak sedikit karya yang dihasilkan penulis produktif dan kreatif ini dalam berbagai kisah, diantaranya  antologi :BIRU , Sabar Hingga Akhir waktu yang menceritakan tentang kisah-kisah sedih para penulisnya yang tergabung dalam komunitas BAW (Be-A-Writer)  dalam menghadapi keluarga yang sakit atau meninggal, saat menulis kisahnya, mba Eni sedang mengandung si kecil Gibran, dan ternyata mba Eni harus kehilangan buah hatinya tersebut dalam.usia 5 bulan.

Ada lagi kolaborasi Mba Eni Martini dengan Mba Ifa Avianty yang berjudul  SUNYI, lalu kisah RAINBOW, BADUY  dan masih banyak lagi.

mba-eni-mba-ifa
Mba Eni Martini dan Mba Ifa Avianty

Yang cukup mengejutkan saya, adalah  saat mengetahui bahwa  jauh sebelum berganti genre menjadi novelis kisah romantis, Mba Eni sesungguhnya adalah penulis kisah-kisah horor yang cukup produktif. Hiiii…. syerem.

Bahkan salah satu novel horornya yang berjudul Toilet  105 pernah  difilemkan oleh sebuah production house,  Mplus (Multivision Plus). Waoo..keren, yaa.. Dan jangan salah, honor menulis kisah-kisah horor ini juga  cukup horrorrr…. alias gede. Eh..honor nulis horor itu horrorr yaaa.. (apaan sihh,…..).

Tapi pada akhirnya Mba Eni memutuskan untuk menghentikan menulis kisah-kisah horor itu, karena ada perasaan risih tersendiri yang bahkan membuat mba Eni sempat merahasiakan nama aslinya dalam kepenulisannya. Merasa lebih enjoy dengan nama aslinya dan  genre yang lebih menyentuh sisi keindahan jiwa, Mba Eni beralih  menjadi penulis kisah bergenre romantis hingga saat ini.

Salah satu judul buku Mba Eni Martini
Salah satu judul buku Mba Eni Martini

Mau tahu lebih banyak tentang Mba Eni Martini dan keseruan-keseruan lainnya? kepoin aja blognya http://www.enimartini.com . Atau follow twitternya di @duniaeni dijamin  Ladies and Gentlemen bakal  dapat banyak inspirasi dari penulis yang pantang menyerah ini.