Daging Babi, Daging Anjing dan Darah, Apakah Kita Tahu dan Peduli?

Sebagai Muslim, kita memilki aturan hidup yang sempurna yang telah Allah turunkan secara lengkap dalam kitab suci Alquran.

Dalam hal makanan, Allah sudah jelas menyebutkan dalam surah Al Maidah ayat  88

“Makanlah makanan yang HALAL lagi  THAYYIB (baik, menyehatkan) dari apa-apa yang telah Allah rezekikan bagimu, dan takutlah pada Allah yang kamu beriman kepadaNYA  (Quran Surah Al Maidah , ayat 88)

dalam surah yang lain ,  Allah berfirman :

Wahai SEKALIAN MANUSIA, makanlah makanan yang HALAL lagi BAIK (sehat) dari apa yang terdapat di muka bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sungguh syetan itu musuh yang nyata bagimu. (Quran, Surah Al Baqarah, ayat 168).

 

Masih dalam Quran Surah Al Maidah, yang memang berarti Hidangan atau makanan, ada disebutkan jenis makanan yang dilarang bagi Muslim alias HARAM:

“Diharamkan bagimu, (memakan) darah, bangkai, daging babi, dan hewan-hewan yang disembelih bukan atas nama Allah, yang (mati karena)  tercekik, yang terpukul, yang terjatuh, yang ditanduk, yang ditekam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Dan diharamkan bagimu, (binatang yang disembelih) untuk berhala.. ”
(Quran Surah Al Maidah, ayat 3).

Tuh Guys, serem banget, kan?

Sayangnya, sungguh banyak diantara kita yang tidak peduli terhadap apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita. Jangankan berpikir tentang makanan yang sehat (Thayyib), memikirkan yang Halal saja, seringkali kita abai.

Kita seringkali dengan cuek menyantap kue-kue lezat yang kita beli di bakery ternama  ataupun menyantap hidangan dengan nama-nama yang susah dieja di restoran-restoran mewah. Dengan dalih, “Ah..ini kan terbuat dari tepung, mentega, dan telur, mana ada babinya, semua halal lah.. ”

“Jadi orang Islam itu jangan mempersulit dirilah. Ini haram, itu haram, terus mau makan apa, kamu? Udah aja seumur hidup luh makan singkong ama ketela aja. Udah pasti halal, hahaha..” sinis seorang saudara waktu itu.

“Kita husnudzon, sajalah, jangan suka buruk sangka, masak iya orang sebaik itu tega meracuni kita. Baca Bismillah ajalah..”

Nah, loh? Kan? selalu, kan? kita akan ketemu orang-orang yang menggampangkan semua hal seperti mereka?

Oh GUYS, let me tell you, yess…

Yang namanya barang haram di jaman sekarang itu udah tak lagi kasat mata. Ngga cuma daging babi utuh atau minyak babi utuh yang kita temui di makanan kita. Bukan… itu sih terlalu NDESO kalau kita mengira yang haram itu karena seseorang sengaja mencampurkan daging babi atau minyak babi pada makanan kita.

Ini jaman udah canggih, Man. Yang namanya makanan itu sekarang bahan-bahannya udah kita beli dalam kemasan, dan semuanya import. Yaelaah..mana kita tahu inggredientsnya apaan. Orang melafalkannya aja susyaahhh.

Transformasi Zat Yang DiharamkanDalam Berbagai Bentuk Makanan

Nih ya contoh ; Unsalted Butter, CheeseCream, SourCream, Mozarella, Cream of Tar-tar, Ovalet, Rhum, Fondant, Emuslifier , etc

Hahaha..ambil contohnya kok bahan-bahan bikin kue semua. Okelah Guys, Syukur Alhamdulillah banyak diantara bahan-bahan tersebut yang sudah melewati proses Sertifikasi yang ketat sehingga mendapatkan label halal , yang tentunya tidak mudah dong prosesnya. Next time, kita akan akan ulas tentang Proses Sertifikasi Halal ini, ya. Kita kasih dulu space di SINI.

Nah, kalau anda pernah lihat salah satu videonya Mbak ilmuwan cantik dari Belanda yang mengatakan bahwa, orang Bule itu senang dengan ZERO WASTE. Mereka itu pintar dan efektif. Sekaligus ngga peduli, karena mereka kan, ngga meyakini ayat-ayat di atas. Jadi, karena makanan sehari-hari mereka adalah daging babi. Bisa dibayangkan, engga, betapa banyaknya sisa kulit, tulang dan jeroan kepala dan perut babi yang tersisa? Lantas mau dikemanakan itu semua?

Nah itulah yang kemudian mereka olah menjadi berbagai macam barang dan bahan makanan lainnya, yang kemudian digunakan oleh berbagai industri makanan, obat-obatan, kosmetika dll, hingga industri kuas, sabun, cat, lampu, filter air, keramik china dan masih buanyaakkkk lagi yang laennya.  Ihhh.. syeremmm!!

Oke, aku akan bikin postingan lain tentang bahan-bahan yang musti kita waspadai dalam makanan ya, ntar bisa baca  DI SINI.

Sayangnya, kasus-kasus yang banyak terjadi di Indonesia, selain  complicatednya bahan import ngga jelas seperti di atas, ternyata masih banyak juga kasus-kasus  di LEVEL NDESO ini.

Seperti kemaren, kasus pemasok daging babi dan celeng untuk industri bakso di SURABAYA, yang ngakunya adalah daging sapi. Tentu saja, sasarannya adalah pedagang kecil yang mencari daging murah ataupun pedagang besar yang tak peduli, karena mereka mungkin bukan Muslim, atau Muslim yang tak tahu dan tak peduli. Sekali lagi itulah kuncinya, TAHU dan PEDULI. Apakah kasus tersebut membuat kita HEBOH?? Engga tuh, kita adem ayem aja. Kita paling ribut sebentar, habis gitu, ngga peduli.

Ciyusss.. yang kasus rame-rame Solaria, Kampung Roti dan tiadanya sertifikasi Halal di BreadTalk, apakah kita heboh?? engga tuh, biasa aja.

Nah, saking ngga pedulinya kita dengan apa yang kita makan, mungkin karena kepepet dengan masalah penghematan anggaran makan, atau karena kita sudah ngga kuat lagi mikirin hal lain, terdesak sulitnya mencari pekerjaan demi sesuap nasi di negeri yang konon kaya-raya,  Gemah Ripah Loh Jinawi yang jadi rebutan bangsa-bangsa lain ini, menjadikan nurani kita tumpul dan ngga peduli.

Yang beli ngga peduli apa yang dimakan, asalkan murah dan enak di lidah. Yang jualan ngga beriman dan curang bukan buatan. Nah, Video berikut ini, bakalan bikin kamu sadar engga sih akan pentingnya memastikan makanan apa yang masuk ke mulut kamu, terutama yang beli-beli dari warung pinggir jalan?

 

Pemilik warung pinggir jalan ini menipu para pelanggannya dengan memasak daging celeng campur daging anjing dan darah, entah darah babi atau darah anjing, masih ditambah paracetamol untuk mengempukkan daging. Makanan macam apa itu yang masuk ke tubuh para pelanggannya?
Cukup Guys, mulai saat ini, lebih telitilah, lebih waspadalah. Pedulilah apa-apa yang masuk ke tubuh kita. Karena ancamannya berat loh.

Dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menceritakan tentang seorang lelaki yang pulang dari bepergian, rambutnya kotor, pakaiannya kotor, dia berdoa “Wahai Rabbku, Wahai Rabbku”, DOA orang ini  TERTOLAK  karena makanan, minuman dan pakaiannya terdiri dari barang-barang yang haram . (Hadist Riwayat Muslim).

Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram,  NERAKA  lebih berhak atasnya (Hadist riwayat Ahmad)

 

16 pemikiran pada “Daging Babi, Daging Anjing dan Darah, Apakah Kita Tahu dan Peduli?

  1. Makasih udah mengingatkan lagi, mak.. Iya saya pernah ikut seminar tentang produk halal. Makin canggih aja itu bahan haram masuk ke brg2 yg kita pakai. Asli berasa ndeso sih waktu tau, krn rupa2nya banyaaak sekali yg tdk saya ketahui sebelumnya. Air aja bersihinnya bisa dr arang tulang babi. Belum lagi teknologi lain, hhuhu. Saya sempat paranoid juga sih, mak, setelah seminar itu. Mau makan ini khawatir, itu khawatir. Pokoknya penuh kekhawatiran. Tapi skrg2 saya coba tetap berusaha waspada tanpa berlebihan. Klo dapat info nggak jelas sumbernya, tabayyun ke sumber yg terpercaya dan kompeten. Cek di situs mui. Syukur klo ada pengganti klo ada yg lebih menentramkan hati.

    Sbg muslim kita juga harus cari info lain apakah ada yg bisa menjelaskan scr lebih ilmiah. Supaya menghilangkan ragu. Kayak beberapa waktu lalu ttg kuas sikat gigi.. Saya cukup bingung dan khawatir waktu itu. Bingung krn selama ini saya taunya kata bristles itu artinya bulu yg kaku. Apakah memang semua bristles merujuk hanya pada bulu babi seperti yg digemborkan. Rupanya nggak semua bristles itu adl bulu babi. Bisa bulu2 dr hewan lain, juga bulu sintetik, yg penting sifatnya kaku.

    Nah waktu ada yg komen, bernada “lha logis aja, kan pasti lebih mahal bulu babi drpd bulu sintetis”, seolah saya ini nggak mikir dulu sblm nyebarin link. Saya nggak balas pjg lebar sih, walaupun pengen juga bilang “mana yg lebih murah, limbah atau sintetis”, gitu. Tapi nggak jadi krn khawatir jd debat.. pun saya nggak kompeten di bidang tsb.

    Sama juga waktu ribut2 kerudung halal. Banyak yg komennya malah gimanaa gitu. Padahal yg komen keras menentang org islam.. saya jd bingung..

    Maaf ya mak, jd cerita di sini. Hehe. Nice share, btw.. 🙂

    Suka

    1. Iya Mba Delyanet Karmoni, memang kita harus sering mengingatkan. Bagaimanapun kita sudah kalah dalam berbagai hal. sehingga kalau kita makin melemah, kita akan digilas. Seharusnya hal ini tidak akan terjadi kalau masyarakat sadar dan peduli pada apa yang dimakannya. Kedua jika pemerintah tegas menegakkan aturan. Saya sangat salut dengan usaha LPPOM MUI yang demikian istiqomah dan gigih dalam menegakkan aturan ini. Meski nama MUI sering diguncang hujatan dari mulut-mulut tanpa pengetahuan . Makasih sharingnya mba 🙂

      Suka

  2. Iya banget mbak, kita suka cuek. Roti2an dan cake memang paling rawan tuh. Apalagi restoran jepang yg semakin menjamur dan blm bs dpastikan kehalalannya.. dulu doyan banget sama sushi yg super terkenal d mall2 itu. Pas tahu tnyata ga halal, insyaf deh. Takutt..

    Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s