Takut Mengkonsumsi Gula? Ini Dia Penggantinya

Yups,  tak bisa dipungkiri bahwa dewasa ini kita sudah kelebihan dalam mengkonsumsi gula (gula pasir/gula putih). Gula bagaikan jenis “racun” baru yang tersebar di dalam berbagai jenis  makanan. Apakah kita tidak boleh mengkonsumsi gula sama sekali? Tentu saja tidak, namun kemampuan tubuh untuk menerima dan memproses jumlah gula yang kita asup, sangat terbatas.

Menurut Emilia E Achmadi, jumlah gula yang bisa dikonsumsi manusia dewasa dalam satu hari rata- rata adalah 32- 48 gram (setara dengan 4-6 sachet gula ukuran 8 gram/sachet). Selengkapnya bisa dibaca di SINI  .

Masalahnya adalah bagaimana kita bisa mengontrol jumlah kalori yang masuk jika dalam sehari kita mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang sudah ditambahkan sejumlah besar gula untuk memberikan rasa manis.. Contoh, kita pagi-pagi sarapan roti dengan selai yang sudah diberi pemanis (gula), minumnya susu atau teh dengan gula.  Lalu siang hari kita makan siang, minumnya bisa jadi es teh. es campur, es kirim  atau es-es yang llain. Sore hari mengudap makanan manis lainnya dan malam haripun demikian.

Belum termasuk gula yang diperoleh dari dipecahnya pati menjadi zat gula dari sumber karbohidrat sederhana yang kita makan seperti nasi, lontong, mie, roti dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan jika kita pola konsumsi kita seperti itu terus menerus, alangkah besarnya tumpukan zat gula yang belum terurai secara sempurna dalam tubuh kita. Maka  tak heran, akhirnya banyak penderita sakit gigi, kegemukan, diabetes, symdrom metabolic, kanker, hingga serangan jantung.

Barangkali beberapa dokter menganjurkan pasien diabetes untuk mengganti konsumsi gula pasir dengan gula buatan (artificial sweeteners). Kedengarannya hebat dan mampu memecahkan masalah. Tapi sejumlah ahli mengatakan bahwa gula buatan sama buruknya dengan gula pasir/gula putih.  padahal konsumsi gula buatan justeru memperparah rasa sakit pada tubuh dan otak.

Untunglah Tuhan sudah menciptakan berbagai bahan pangan alami yang berfungsi sebagai pemanis, sehingga bisa menggantikan fungsi gula pasir/ gula putih. Bahkan rasanya tak kalah lezat.

1. Madu  Alami
Madu alami adalah MADU MURNI yang di dapat dari perahan sarang lebah tanpa tambahan apa-apa. Madu memiliki rasa manis lebih dari gula pasir/ putih. Sehingga lebih sedikit jumlah madu yang dibutuhkan untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman dibandingkan gula pasir/putih. Madu mengandung berbagai vitamin, mineral, dan anti oksidant yang berfungsi menangkal radikal bebas.  Memang, madu memiliki jumlah kalori lebih besar dibanding gula, namun jumlah yang dibutuhkan untuk memberi rasa manis pada makanan juga hanya sedikit. Sebaiknya dipilih madu lokal yang organik sehingga terjamin kualitas dan kesegarannya.

Madu Murni, gambar dari SINI
Madu Murni, gambar dari ybertaud9.wordpress.com

 

2. Sirup Maple Murni

Selalu periksa label saat berbelanja, pastikan sirup maple yang anda beli, benar-benar murni. Sirup maple murni dibuat dari penguapan getah maple. . Maple murni mengandung zinc dan mangaan. Sirup maple bisa digunakan untuk memasak. Ada juga gula maple yang bibuat dari sirup maple yang dikeringkan.

3. Gula Kelapa

Gula kelapa dibuat dari nira kelapa. GULA KELAPA  mengandung beberapa traced minerals seperti : kalsium, zat besi, zinc, potassium. Gula kelapa juga bagus bagi penderita diabetes, karena mengandung inulin, sejenis serat yang membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Gula kelapa ini sangat dianjurkan bila anda suka mengkonsumsi yang manis-manis atau suka membuat berbagai macam kue-kue.

Sumber dari SINI
Gula Kelapa Organik, foto  dari  tokopedia.com

4. Molasses/ Tetes Tebu
Berwarna gelap dan bertekstur cairan kental., molasses sesungguhnya adalah produk sampingan dalam pengolahan tetes tebu menjadi gula pasir/putih. Namun kandungannya berbeda. Molasses / Tetes tebu mengandung zat besi, zinc, calsium, potassium, magnesium dan tembaga (dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh). Zat-zat tersebut tidak bisa ditemui di dalam gula pasir/putih . Kekurangannya , tetes tebu mengandung banyak fruktosa.

5. Stevia

Inilah dia, bahan pemanis paling alami yang memiliki rasa manis 300 kali lipat dibanding gula pasir/putih. Tanaman yang berasal dari wilayah Amerika Selatan (latin) ini tidak dipasarkan sebagai pemanis buatan. Namun dikenal sebagai suplemen diet. Selain bisa dijumpai di pasaran dalam bentuk bubuk siap pakai, stevia juga bisa di tanam sendiri di pekarangan (dalam pot). Jadi saat butuh membuat teh atau kue-kue, ambil saja beberapa helai daun stevia, cuci bersih dan plung!, manis deh.

Stevia, 300 X lebih manis, Gambar dari SINI
Stevia, 300 X lebih manis, Gambar dari quality-health-care.com

12 thoughts on “Takut Mengkonsumsi Gula? Ini Dia Penggantinya

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s