Dari Limbah Sak Semen Hingga Pesawat Terbang | Pameran Produksi Indonesia 2015

Bangga, kagum dan kadang tertegun, setiap kali menghadiri acara pameran produksi anak negeri. Ada begitu banyak kreativitas hasil olah pikir dan olah tangan anak bangsa ditengah segala keterbatasan dan banyaknya persoalan di negeri ini. Jiwa-jiwa yang tak mau menyerah pada keterbatasan dan berbagai persoalan. Bahkan disitulah justeru sering hadir ide dan solusi bagi masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa ini. Oleh jiwa-jiwa pantang menyerah dan tangan-tangan kreatif, masalah justeru menjadi tantangan dan peluang untuk berkarya dan memberi arti bagi orang lain.

FURNITURE  NATURAL NAN MEMUKAU

Pertama kali memasuki ruang pamer di ajang Pameran Produksi Indonesia 2015, mata ini tak mampu berkedip dari keindahan ruang pamer Galeri Wisanka Indonesia yang mengusung tema natural, classic, minimalist tersebut. Karya-karya PT.Wisanka Indonesia yang terdiri dari furnitur siap pakai mulai dari living set, dining set, divider, TV stand, dan arm chair. Meski dibuat dari kayu yang menonjolkan serat alaminya dan diberi finishing warna  choco-brown dan sugar frosting , furnitur karya PT.Wisanka tersebut  tersebut tetap nampak modern dan cozy karena mengedepankan sisi  minimalis dan ergonomis, sehingga sangat fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai tema interior ruangan.

 

IMG_20150806_101013_20150808215515551

 

Produk PT. WISANKA Indonesia ini telah menembus pasar Jepang dan berhasil menghiasi berbagai hotel dan restoran di negeri Sakura yang terkenal menyukai kepraktisan yang berpadu dengan tradisi yang kuat tersebut.

Tak ayal, penulis pun tergoda untuk bergaya di dalam booth PT.WISANKA yang indah dan nampak Natural Modern tersebut.

Penulis Tertawan Background yang cantik
Penulis Tertawan Background yang cantik

Untuk mengetahu lebih jauh produk PT.WISANKA Indonesia, kunjungi langsung websitenya di www.pigunofurniture.com

LIMBAH SAK SEMEN JADI TAS TRENDY

Kepedulian akan lingkungan hidup telah menginspirasi sepasang saudara ini, Vania Santoso dan Agnez Santoso. Dua bersaudara cantik asal Surabaya ini, merasa terpanggil untuk memanfaatkan limbah bahan-bahan yang masih bisa didaur ulang, menjadi karya seni yang unik. Adalah limbah sak semen yang menarik hati kedua bersaudara itu, maka mereka pun berkreasi dengan memberikan pewarnaan alami pada kertas bekas bungkus semen itu. Dengan dibantu para pengrajin tas yang berdomisili di daerah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, merekapun berkreasi memadukan aneka bahan seperti batik, tenun, dan kulit untuk mempermanis kertas sak semen yang telah menjelma menjadi seperti lembaran kain batik jumputan itu. Selain itu mereka juga memanfaatkan plastik bekas bungkus kopi menjadi tas keren yang tentunya sangat mendukung program kepedulian lingkungan tersebut.

HEY STARTIC
HEY STARTIC.

Kedua bersaudara ini memang membentuk komunitas Green-Lifestyle yang mereka namakan AV-Peduli. Melalui AV-Peduli kedua dara cantik itu aktif mengkampanyekan manajemen pemanfaatan sampah kepada masyarakat luas. Vania,Sarjana Manajemen Universitas Airlangga dan kakaknya Agnez yang juga MC dan mantan penyanyi cilik Surabaya itu, mengedukasi masyarakat binaan di ketiga daerah di atas, agar mereka mampu mengolah sampah bekas bungkus semen, deterjen, kopi dan lainnya menjadi barang berguna dan menghasilkan uang. Atas prestasi mereka, mereka pernah mewakili Indonesia dalam ajang lomba kepedulian lingkungan hidup tingkat internasional oleh PBB pada tahun 2007, sebagai finalis sekaligus juara pertama Volvo Adventure. Sehingga mereka dipercaya sebagai duta lingkungan se Asia Pasific oleh PBB. Selain itu masih ada berderet penghargaan lain yang mereka terima.IMG_20150806_113303_20150808215359620
Salah satunya  mereka memenangkan penghargaan di ajang Jakarta International Handycraft Trade Fair (INACRAFT Awards 2015), pada April 2015 di Jakarta Convention Center. Produk-produk mereka merebut hati para konsumen Asia, Amerika dan Eropa. Harga produk mereka pun terjangkau dan dibanderol mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah saja. Mau tahu lebih jauh, kunjungi stand Hey Startic di ajang Pameran Produksi Indonesia 2015, Exhibition Hall, Grand City Mall, Surabaya 6-9 Agustus, atau stalking instagram mereka @HEYSTARTIC

BATIK BISA TAMPIL MODERN
World Heritage sudah mengakui bahwa batik adalah karya asli Indonesia dan menjadi warisan dan karya kebanggan Indonesia. Aneka batik klasik tiba-tiba menjadi demikian mahal dan menjadi buruan para kolektor dan orang-orang asing yang mengerti nilai dan falsafah luhur yang terkandung di dalam batik. Harga batik melonjak seiring apresiasi masyarakat yang meningkat terhadap salah satu warisan luhur bangsa Indonesia ini.

Bateeq , menampilkan batik yang modern
Bateeq , menampilkan batik yang modern

Tak sedikit disainer muda yang berusaha berkreasi dengan batik, agar kain indah penuh corak dan warna tersebut tampil dalam kemasan modern yang sesuai dengan selera anak muda, terutama kalangan menengah ke atas. Adalah Michelle Tjokrosaputro yang mencoba mengkreasikan batik di atas busana-busana berpotongan simpel khas anak muda dan para sosialita metropolitan yang menggemari nuansa modern minimalis. Mengusung tema Fusion  untuk musim Fall-Winter 2015, yang berciri pop modern, memadukan warna-warna gelap dengan corak geometris hasil puzle beberapa motif batik yang disederhanakansimple namun elegan, Michelle sukses menampilkan brand BATEEQ.

Batik dalam tema fusion yang simple dan modern
Batik dalam tema fusion yang simple dan modern


Brand yang menyasar usia muda kalangan menengah atas tersebut, makin meneguhkan dirinya sebagai Brand yang siap Go Internasional dengan menempati sebuah   gerai di Galaksi Mall 2 Surabaya, lantai 2. Atau anda bisa juga mengunjungi websitenya di www.bateeqshop.com

PT.DIRGANTARA INDONESIA MASIH BERJAYA

Kita pernah berbangga saat Indonesia, mendeklarasikan diri sebagai salah satu negara produsen pesawat terbang di bawah pimpinan Bpk. Prof. Ing. B.J. Habibie , nun dahulu kala di tahun 1976. Saat itu, 23 Agustus 1976, Presiden Soeharto lah yang meresmikan PT. Industri Pesawat Terbang yang diberi nama NURTANIO. Sejak tahun 1984,PT. Nurtanio berubah nama menjadi IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) dan   memproduksi PesawatCN 235 atau Tetuko yang diterbangkan kali pertama pada 30 Desember 1983. Sebelum itu PT Nurtanio beberapa kali memproduksi roket dan torpedo di bawah lisensi Siemen Telefunken Jerman dan Felzedbrudge Belgia.

Pada tahun 1988, terjadi gerakan Reformasi yang melengserkan Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan, sebelum huru-hara terjadi, beberapa waktu sebelumnya Presiden sempat menghentikan dana APBN yang selama ini digunakan untuk mensuport produksi PT Nurtanio atau IPTN atas desakan IMF. Akibantnya ribuan karyawan terpaksa di rumahkan akibat perombakan besar-besaran di tubuh perusahaan yang terpaksa harus dilakukan karena tiadanya dana bantuan dari pemerintah, sehingga Jajaran Direksi harus berpikir keras bagaimana agar perusahaan tetap berjalan meski harus berdiri di atas kaki sendiri.

IMG_20150806_150106_20150808220401346
courtesy to PTDI

Tahun 2000, IPTN berganti nama menjadi PTDI (PT Dirgantara Indonesia) dan melanjutkan kehidupan dan kelangsungan perusahaan meski menuai protes dan kecaman para karyawan yang terseleksi setelah adanya resutrukturisasi susunan karyawan demi penghematan di tubuh perusahaan. Setelah proses tersebut, dibentuklah satu direktorat khusus yang menangani pembuatan komponen pesawat-pesawat PTDI, Airbus dan sekarang Eurocopter, dengan nama Aerostructure.

Sampai dengan saat ini, tipe-tipe pesawat yang dilayani adalah : NC-212-400, CN235-berbagai varian, Airbus Military CN-295, Airbus A-320/A-321, A-350, A-380, Eurocopter EC255, EC725 dan lain-lain.

Selain itu, PTDI bersama Kementrian Riset Dan Teknologi, sejak 2007, merintis Pengembangan Roket Nasional . Pengembangan tersebut didukung Konsorsium yang terdiri dari kementrian Riset dan Teknologi, (KRT),  kementrian Pertahanan (Kemhan), Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN),  Institut Teknologi Bandung (ITB), PTDI,  PINDAD, PT. DAHANA, dan PT. Krakatau Steel,

Roket yang sedang dikembangkan ada 7 tipe, yakni 3 tipe Balistik, 2 tipe Balistik Kendali, dan 2 tipe Kendali Aktif.

N219

Kita patut berbangga dan bersyukur bahwa Indonesia masih memiliki sebuah perusahaan yang mampu mengerjakan pekerjaan teknologi tinggi yang sungguh dibutuhkan dalam industri transportasi dan pertahanan. Karya-karya PTDI sudah dibeli oleh beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Pakistan,  Korea Selatan,Jepang,  UAE, Burkinafaso, Senegal, Turki , Irlandia, Inggris, Jerman, Perancis dan Spanyol. Baik pembelian pesawat, komponen dan Jasa PT. Dirgantara Indonesia.  Baik untuk pesawat kepresidenan, maupun pesawat militer. Saat ini PTDI sedang mengembangkan pesawat-pesawat kecil pesanan beberapa maskapai dalam negeri untuk penerbangan perintis antar pulau Indonesia, pesawat tersebut diberi nama CN219.

Ingin kenal lebih jauh dengan PTDI, kunjungi www.indonesia-aerospace.com

Nah, bagaimana, bangga bukan, menjdi warga negara Indonesia yang kreatif dan pantang menyerah? Terus berkarya demi kemajuan bangsa.

#BanggaProdukIndonesia #CintaProdukIndonesia #ProdukIndonesia #PameranProduksiIndonesia 2015 @ppi2015

Sebenarnnya masih buanyakk lagi produk-produk keren berkualitas dari ajang #ppi2015 hanya aku belum sempat menulis lagi, ntar kalau ada waktu aku mau tulis dengan tema yang lain. Inshaa Allah. Sementara bisa cek gambar-gambarnya diinstagram aku ya @titi_halal_healthy_kitchen atau cari di side bar sebelah kanan ya guys…

18 thoughts on “Dari Limbah Sak Semen Hingga Pesawat Terbang | Pameran Produksi Indonesia 2015

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s