Pentingnya Mengenalkan Pola Hidup Sehat Menyeluruh Sejak Dini

Artikel ini hasil tulisan Titi Alfa Khairia yang  pernah diikut sertakan pada lomba writing contest Bisnis Indonesia  di sini

Sudah bukan hal yang aneh lagi bila kita jalan  ke mall-mall, tempat-tempat makan fast food semakin menjamur menjejali setiap sudut mall. Rumah makan modern dengan warna-warni mencolok yang mengundang selera untuk datang dan mencicipi menunya. Ditambah lagi  berbagai paket menarik yang ditawarkan, plus iming-iming hadiah bagi anak-anak. Siapa coba yang tertarik untuk mencicipinya?

Kita pun akan dimanjakan dengan menu-menu a-la barat yang semakin familier di lidah Indonesia. Rasa lembutnya ayam, dipadu gurihnya bumbu, serta keriuk tepung pembalut ayam, sungguh menggoda lidah. Empuknya burger ditambah lezatnya daging serta saus yang melimpah membuat siapa saja termanja. Lumpuhlah indera perasa kita menghadapi godaan lezat nan terjadi segera saat lidah kita menyentuhnya ,plus dalam balutan suasana modern. Akibatnya lidah kita menolak makanan-makanan  a-la kampung yang jadi terasa dingin  dan “begitu-begitu saja” . Tanpa rasa gurih yang menggoyang  lidah, tanpa rasa asam manis pedas yang berasal dari saus tomat dan saus sambal yang memerah menggoda. Tanpa tambahan ini itu yang memuaskan hasrat bocah.

Kue-kue cokelat berhias gigi
Kue-kue cokelat berhias gigi

 

Yah.. makanan. Hal terpenting dalam siklus keseharian manusia, sejak jaman purba hingga era telekomunikasi. Tak akan berubah hingga dunia fana. Yang berubah adalah selera manusia. Selera manusia semakin menginginkan kepraktisan, kemewahan, kemodernan dan rasa yang kuat menyengat lidah. Tak peduli entah bahan apa yang ada dalam makanan. Seringkali kita tak awas dan merasa tak perlu mempertanyakannya.

Akan tetapi banyak kasus kesehatan yang kemudian muncul. Para dokter dan ahli-ahli kesehatan, menemukan bahwa, faktor makanan siap saji, makanan yang terlalu banyak mengalami pemrosesan, makanan yang telah dicampuri bahan-bahan tambahan penguat rasa, pengempuk daging, pelembut roti, pengenyal, perenyah ,pewarna dan masih banyak lagi lainnya, serta makanan yang mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi adalah penjahat nomor satu yang mengakibatkan kasus kematian di banyak belahan dunia.

Belum lagi, gaya hidup manusia modern yang cenderung sibuk dan dimanjakan fasilitas serba elektrolik. Membuat manusia malas bergerak dan hanya sedikit melakukan aktifitas fisik. Bangun tidur langsung memegang remote control. Semua pekerjaan bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol-tombol. Untuk bepergian dan beraktifitas, semuanya bisa dilakukan dengan bantuan mesin dan alat-alat modern yang canggih. Konsekuensi hidup modern  juga berarti tuntutan pekerjaan yang menyita waktu dan energi sedemikian besar terutama bagi masyarakat perkotaan. Selain menimbulkan kelelahan, beban hidup modern yang berat juga memicu stress.

Padatnya jadwal, rutinitas yang kurang aktivitas fisik, makanan cepat saji atau yang telah mengalami pemrosesan dan penambahan bahan-bahan lain, stress yang berkepanjangan. Semuanya adalah puzzle-pulze penyusun masalah kesehatan yang menimpa hampir semua masyarakat modern di kota-kota besar dunia.

Kondisi di atas mendorong manusia yang dinamis dan peduli kesehatan fisik dan mental, untuk menyuarakan gerakan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat tak bisa dilakukan dalam sekejap. Ini adalah soal merubah kebiasaan, merubah pola hidup. Selain itu gaya hidup sehat tak bisa dilakukan secara sepotong-sepotong. Ia haruslah merupakan kesatuan utuh dari bagian-bagian pola makan, pula aktifitas, dan pola pikir. Keseluruhan itulah, yang apabila dijaga, maka akan terjadi keseimbangan. Keseluruhan puzzle kesehatan itu adalah kesehatan menyeluruh, atau kesehatan holistik.

Membiasakan gaya hidup sehat secara menyeluruh tak bisa dilakukan dengan instan. Ia butuh proses panjang, mulai dari mengubah mind set tentang pentingnya hidup sehat, mensosialisasikan gaya hidup aktif, mengenalkan makanan-makanan alami yang sehat, hingga mendorong manusia untuk mengelola stress dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Kesemuanya itu adalah kesatuan yang hendaklah dikenalkan sejak masa anak-anak. Kebiasaan baik haruslah ditanamkan sedini mungkin.

Kita tentu saja tak mungkin mengharapkan generasi muda harapan bangsa yang sehat dan berprestasi, bila sejak kecil kita tak mengenalkan mereka pada gaya hidup sehat. Apa jadinya anak-anak yang tumbuh dari makanan  yang punya efek buruk bagi kesehatan tubuh dan pikiran mereka? Apa yang bisa kita harapkan dari generasi yang malas yang sudah terbiasa manja dengan fasilitas hidup modern tanpa membuat mereka mau berlelah-lelah mengerjakan hal-hal keseharian, dan punya kemauan untuk menjaga kebugaran tubuh. Apakah bisa kita harapkan dalam sekejap mereka merubah selera makan yang sudah terlanjur mereka gemari sejak kecil?
Jawabananya tidak. Untuk mencapai kehidupan sehat berkualitas, seharusnya dimulai sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan, seorang ibu bisa mulai memilih makanan sehat untuk bayi dalam kandungannya, seorang ibu hamil juga harus tetap aktif selama hamil hingga saat melahirkan, selain hal itu baik untuk kesehatan fisiknya, hal itu juga baik bagi kesehatan mentalnya. Perlu untuk menjaga konsistensi mengenalkan semua kebiasaan baik hingga anak lahir dan mencapai usia dewasa dan mampu membuat sendiri keputusan terbaik untuk hidupnya.

Alangkah baiknya bila seluruh elemen masyarakat bersama-sama satu kata mengenalkan kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh pada anak-anak. Melalui pendidikan di sekolah, melalui tayangan televsidan media-media lainnya. Dengan demikian bisa diharapkan gya hidup sehat merupakan kesadaran kolektif seluruh masyarakat. Dan anak-anak akan mengadopsi gaya hidup sehat menyeluruh hingga tercapailah cita-cita bangsa yang sehat, cerdas, tangguh dan berprestasi.

 

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s