Sewaktu kecil  aku tinggal di desa, orang tuaku  memilki rumah dengan halaman yang luas baik di depan maupun di belakang. Selain itu, mereka juga punya beberapa lahan tanah. Ibuku sangat suka bercocok tanam. Dan beliau tahu betul bagaimana memanfaatkan setiap jengkal tanah yang kami miliki. Melalui tangan dingin beliau, tentunya dengan bantuan para pegawai yang bekerja di rumah kami, ibu menanam banyak pohon, terutama buah-buahan.
Di depan rumah kami ada  berbagai pohonbuah seperti : mangga,  jambu merah, jeruk bali, dan   nangka. Di belakang rumah ada pohon mangga ,  jambu batu , belimbing, delima dan  jambu air yang kalau berbuah sangat lebat dan merah-merah menggoda. Belum lagi tanah dan kebon kami yang terletak tidak terlalu jauh dari rumah.   Ibu menanaminya dengan berbagai jenis pohon mangga seperti  mangga gadung, mangga golek, mangga harum manis, mangga apel dan lainnya. lalu berjenis-jenis pohon pisang yang daunnya selalu kami ambil untuk membuat pepes tongkol, bongko, lontong dan berbagai jenis makanan lezat lainnya. Selain itu, ibuku suka bereksperimen. Setiap kali bepergian ke rumah famili, lalu menemukan jeis buah atau tanaman herba yang belum dimiliki, ibuku pasti meminta sedikit batang, umbi atau bijinya sehingga bisa ditanam di salah satu kebon kami. Seringkali ibuku pulang membawa aneka tanaman setiap kali ada acara pertemuan dengan teman atau  keluarga. Kebon kami makin lengkap dengan pohon sawo, sawo kecik, duwet , nanas dan masih banya lagi.

rambutan binjai, foro dari instagram @titi_halal_healthy_kitchen
rambutan binjai, foro dari instagram @titi_halal_healthy_kitchen

Kalau ditanya apa aku  suka buah? Ya iyalah, masa ya iya dong. Udah jelasss!!! kan makan buah sejak kecil. Secara buah di rumah kami kan tinggal petik dan bisa pilih buah apa atau buah mana yang bisa dimakan. Tapi kalau sekadar makan buah ngga asyik dong. Yang asyik adalah saat aku memanjat genteng rumah, untuk mengambil buah jambu yang sudah matang di atas talang rumah kami. Atau ketika rumah kami di renovasi dan ada lantai duanya. Maka aku tinggal naik ke lantai dua, dan penuh gaya memetiki buah mangga langsung dari pohonnya, untuk kemudian dimarahi ibuku,karena hasil petikanku banyak yang belum benar-benar tua. hihihi

Ada lagi cerita soal buah setelah aku dewasa.

Jauh sebelum aku  mengenal apa itu food combining yang menganjurkan kita cuma sarapan full buah saja dari pagi sampai jam 12 siang, aku udah jatuh cinta dengan yang namanya buah.

Dulu sih ceritanya pengen langsing. Maka tiap bangun tidur aku minum air peresan jeruk nipis karena menurut guru yogaku itu bisa bantu kecilin perut, abis gitu terus praktik senam  yoga deh. Sejam setelah senam, baru minum segelas jus buah.

Apa saja buah kesukaanku? Semua!! ya Semua buah lokal aku suka… hampir ngga ada buah lokal yang ngga aku suka. Semuanya sukaaa. Apalagi kalau pas musim buah berganti, aduhaii… exicted banget deh. Pas musim rambutan seperti bulan-bulan Januari ini, biasanya aku serbu jualan tukang rambutan. Beli dan puas-puasin makan deh.

Pas musim buah  mangga,naga merah, alpukat, kelengkeng duku, manggis, durian, jeruk bali alias pamelo, salak, nanas, sawo, melon, kesemek. Duhh.. pokoknya sebut aja deh, mana ada sih yang aku ngga suka? semua sukaaa.

Eh ada juga loh buah di Indonesia yang seperti ngga kenal musim alias tersedia hampir sepanjang tahun . Apalagi kalau bukan buah pepaya dan pisang. Juara deh, udah murah, manfaatnya banyak pula untuk kesehatan.

Nah ada satu buah yang lumayan sering muncul di pasaran dan mengingatkanku akan masa kecilku.Karena kebiasaan masa kecilku , yaitu  manjatin pohon buah yang satu ini di belakang rumah orang tuaku hehehe.  Apalagi kalo bukan buah jambu batu alias Guava Crystal. Buah yang satu ini nampak sederhana saja penampilannya. Namun khasiatnya boo..dasyaat!

Jambu Biji alais Guava Crystal-Gambar dari web Sunpride
Jambu Biji alais Guava Crystal-Gambar dari web Sunpride

Seingatku dulu namanya jambu biji dan buahnya ngga terlalu besar serta dagingnya sedikit lebih empuk. Sedikit berbeda dengan  hasil budidaya dalam satu dekade terakhir ini. Jambu batu atau Guava Crystal yang sekarang kita kenal adalah hasil pengembangan dari buah jambu biji .

Buah jambu batu alis Guava Crystal memiliki khasiat beragam, mulai dari kandungan seratnya yang tinggi , sehingga mudah dicerna dan membantu mengatasi sembelit. Mengkonsumsi Guava Crystal tanpa kulitnya terbukti menurunkan  kadar gula dalam darah. Guava Crystal diketahui menurunkan risiko  penyakit  diabetes type 2.

Selain itu kandungan serat yang tinggi pada Guava diketahui mampu meningkatkan sirkulasi oksigen  darah yang memacu kerja otak  otak . Kandungan kaliumnya mampu mengatur tekanan darah. Tingginya kadar vitamin C dalam guava, yakni sekitar 280% dari kebutuhan vitamin harian,menjadikan buah ini sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Konsentrasi Lycopene dan antioksidan yang tinggi pada Guava Crystal mampu menurunkan resiko penyakit kanker , utamanya kanker prostat.

Nah sejak semakin mengetahui dasyatnya manfaat buah bagi kesehatan tubuh. Aku hampir ngga mau ngemil makanan lain, melebihi banyaknya jumlah buah dalam cemilan keseharianku. Pagi-pagi kalau mau pergi ke gym atau kemanapun, aku berbekal potongan-potongan buah dalam kotak bekalku. Dan tak lupa tentunya sebotol air putih segar.

Buah jambu biji alias Guava Crystal tentunya masuk dalam daftar most wanted fruit-ku dong. Kalo ngga dimakan dalam bentuk potongan-potongan buah, ya aku jus dengan meminimalkan atau sekalian tanpa gula. Ya.. karena buah itu sendiri kan sudah mengandung kadar gula alami yang disebut fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula monosakarida bisa langsung diserap dalam darah pada masa proses pencernakan. Inilah sebabnya  mengkonsumsi buah sangat dianjurkan pada pagi  hari ketika perut kosong dan pencernakan sedang dalam fase pembuangan sisa-sisa makanan yang diserap semalam.

Pada fase pembuangan ini (antara jam 04 pagi hingga jam 12 siang) tubuh membutuhkan banyak energi, itulah sebabnya dibutuhkan energi segera yang bisa didapatkan dari kandungan gula dari buah-buahan.

Nah kalau memilih buah, mana yang lebih aku suka, buah impor atau lokal? jawabnya pasti buah lokal dooong. Iya.. bukan latah tapi nyata. Tanya kenapa? soalnya nih

1. Buah lokal itu eksotis

Suer deh, mana ada sih buah dengan rasa-rasa ajaib seperti buah-buah tropis yang banyak berserakan di pelosok Indonesia? ada buah Markisa.. hmmm manis asam segar, cocok untuk dibuat sirup. Nanas? oh segar dan manis. Mangga? mau yang rasa apa? agak manis, manis, manis banget. Manis asem. Tak berbau, berbau wangi, sangat wangi? Kecil, bulat, lonjong,besar? hijau, kuning, merah aahh.. semua ada. lalu buah jambu sendiri? enak banget buat rujakan loh. Selain itu jenis jambu yang merah sangat segar saat dikonsumsi dalam bentuk jus.Hmmm…

jus jambu merah
jus jambu merah

2. Buah Lokal itu Variatif

Indonesia itu super kaya. Khusus untuk macam buahnya saja, kita bakalan capek sendiri menghimpunnya. Dari Sabang sampai Merauke terdapat jenis-jenis buah yang berbeda dengan berbagai varian  yang mencengangkan jumlahnya. OMG Tuhan Maha Baik.

Sekali lagi sebut saja; durian, nagka, cempedak. Durian petruk, durian montong, durian apalagi?

Lalu mangga,ada mangga gadung, mangga golek, mangga apel, mangga gedong gincu, mangga harum manis, mangga indramayu, oh apalagi?

Pisang? pisang raja, pisang ambon, pisang kluthuk, pisang kepok, pisang ah.. tak terhitung variasinya

Yang unik-unik coba : rambutan, buah naga merah, kelengeng, duku, langsat, manggis, salak, markisa, kawista, kesemek, mundu, duwet atau buni, aahh… masih banyak lagi pasti bauh dari pelosok Indonesia yang belum

Buah tropis, buah lokal Indonesia yang beragam
Buah tropis, buah lokal Indonesia yang beragam

3. Segar

Yah karena buah lokal bisa kita dapatkan langsung dari pohonnya, tanpa melalui proses pengiriman yang jauh, maka kesegarannya jelas lebih terjamin. Apalagi kalau cara bertanamnya secara organik. wah juara deh. No pestiside, No GMO, guarantee of healthy.  Terus terang saja, aku sering menemui buah jeruk impor yang rasanya pahit setengah busuk. Aku yakin itu adalah buah-buah yang sudah disemprot pestisida hingga berlebihan. Belum lagi isu adanya buah apel yang terkontaminasi bakteri  Listeria Monocytogenes  yang dicurigai sebegai penyebab penyakit meningitis. Sebanyak 89% pasien yang terserang bakteri Listeria dilaporkan telah mengkonsumsi apel karamel, yakni jenis apel yang diberi gagang lalu dilapisi karamel agar lebih padat.  Hal ini tentu mencemaskan konsumen Indonesia terhadap buah-buahan impor.

Beruntung telah beredar larangan impor apel jenis Gala dan Granny Smith dari California oleh Kementrian Perdagangan, berdasarkan surat dari Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat Dan Makanan , tertanggal 23 Januari 2015. Nah.. apalagi… jelas pilihan buah impor adalah pilihan paling aman. Apalagi negara kita juga merupakan penghasil apel. Di daerah Batu Malang dikenal ada tiga jenis apel yang sudah dibudidayakan masyarakat. Yakni apel batu hijau , apel ini bertektur renyah dan rasanya sedikit asam. Apel manalagi yang berwarna hijau muda dan menjadi kuning bila telah menua, teksturnya lebih lunak dan rasanya lebih manis. Serta apel Ana yang memiliki tekstur mirip apel batu, tapi warnanya perpaduan hijau dan merah, dengan rasa manis dan ada sedikit asamnya.

apel malang, jenis Ana. foto dari instagram @titi_halal_healthy_kitchen
apel malang, foto dari instagram @titi_halal_healthy_kitchen

4. Terjangkau

Karena dibudidayakan di negeri sendiri. Tak ada biaya pengapalan, pajak dan lain-lain, jelas buah lokal lebih terjangkau. Ini malah justeru menguntungkan, karena dengan makin tingginya harga kebutuhan-kebutuhan pokok. Biaya menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah lokal, jadi masih masuk akal.

 

Semua keunggulan buah lokal ini ditangkap oleh PT Sewu Segar Nusantara pemasok buah segar di supermarket-supermarket Indonesia yang dikenal dengan brand Sunpride. Bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran dan asosiasi logistik Indonesia, PT.Sunpride mengembangkan sistem rantai pasok sayur dan  buah.

Martin M Wijaya, Managing Director PT. Sunpride, mengatakan bahwa dalam memasarkan produk lokal Indonesia, baik di kancah domestik hingga internasional. diperlukan strategi khusus untuk menghadapi tantangan pasar. Pihaknya melihat potensi yang besar dalam produk-produk hortikultura Indonesia, yang diperlukan adalah penanganan dan branding yang tepat agar produk Indonesia bisa dikenal dunia.

Selain menghadirkan buah-buah lokal berkualitas, PT.Sunpride juga memperkenalkan beberapa sayuran lokal seperti: wortel,kentang ,kol putih, sawi putih, brokoli, dan tomat yang akan segera diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Untuk lebih lengkapnya, baca di sini  mengenai Cara Sunpride Kembangkan Sistem Pasok Holtikultura,