Ruangan Di Bawah Kubah Blenduk Balai Pemuda Surabaya

Indonesia pernah menjadi jajahan Belanda. Selama lebih dari 350 tahun menjajah  Indonesia, Belanda mewariskan banyak bangunan di berbagai kota di Indonesia. Ciri-ciri bangunannya hampir serupa,  merupakan perpaduan arsitektur yang sedang nge-trend di Eropa pada masa itu, seperti Classic, Barroque, Gothic dan lain-lain. Di Indonesia mungkin sudah disesuaikan dan di-modernisasi oleh para arsitek Belanda saat itu sehingga lebih dikenal dengan gaya arsitektur Neo-Colonialsm. Seperti Gedung Balai Pemuda Surabaya . Dulunya adalah bekas tempat rekreasi orang Belanda untuk berpesta, berdansa ,bermain bowling dan sebagainya , dikenal dengan nama gedung : De Simpangsche Societeit. Mungkin semacam mall-nya kaum bangsawan Belanda saat itu. Inilah bagian dalamnya, sebuah ruangan putih berlantai marmer dengan jendela-jendela art-deco yang menjadi ciri khas arsitektur masa itu. Di atas ruangan ini tedapat sebuah kubah semi-blenduk khas bangunan Neo-Colonialsm.

BagianDalam Gedung Berkubah Balai Pemuda Surabaya
Ruangan Di Bawah Kubah Blenduk Balai Pemuda Surabaya

 

<

p style=”text-align:center;”>Foto ini dikutkan dalam Turnamen Foto Perjalanan  Ronde ke 48: Chamber

10 thoughts on “Ruangan Di Bawah Kubah Blenduk Balai Pemuda Surabaya

  1. Btw, aku ngobrol ma beberapa teman yg sekolah di Belanda. Ternyata, belanda tuh gak permah ngerasa ngejajah Indonesia selama 350 tahun. Belanda permah ikut agresi Ke Indonesia th 1949 itu aja. Tapi gak berhasil menguasai Indonesia. Nah, adapun yg 350 tahun itu, pengakuan Belanda sih itu bukan Belanda yg jajah. Tapi ada misi VOC yang datang utk berdagang ke Indonesia dan kebetulan mereka sukses menguasai perekonomian, perdagangan dan misi agama tentu saja.
    Hmm… Belajar sejarah dari dua sisi kadang bikin bingung. Ah, abaikan komenku ini.

    Suka

    1. oww gitu ya Mbak, pantesan menurut temanku yang menikah sama orang Belanda, mereka bilang ngga diajarkan di sekolah bahwa negaranya pernah menjajah Indonesia, BTW mereka menjajahnya di mana-mana dan direstui oleh Ratu Belanda jaman itu tuh, gimana yak? 😛

      Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s