Indonesia pernah menjadi jajahan Belanda. Selama lebih dari 350 tahun menjajah  Indonesia, Belanda mewariskan banyak bangunan di berbagai kota di Indonesia. Ciri-ciri bangunannya hampir serupa,  merupakan perpaduan arsitektur yang sedang nge-trend di Eropa pada masa itu, seperti Classic, Barroque, Gothic dan lain-lain. Di Indonesia mungkin sudah disesuaikan dan di-modernisasi oleh para arsitek Belanda saat itu sehingga lebih dikenal dengan gaya arsitektur Neo-Colonialsm. Seperti Gedung Balai Pemuda Surabaya . Dulunya adalah bekas tempat rekreasi orang Belanda untuk berpesta, berdansa ,bermain bowling dan sebagainya , dikenal dengan nama gedung : De Simpangsche Societeit. Mungkin semacam mall-nya kaum bangsawan Belanda saat itu. Inilah bagian dalamnya, sebuah ruangan putih berlantai marmer dengan jendela-jendela art-deco yang menjadi ciri khas arsitektur masa itu. Di atas ruangan ini tedapat sebuah kubah semi-blenduk khas bangunan Neo-Colonialsm.

BagianDalam Gedung Berkubah Balai Pemuda Surabaya
Ruangan Di Bawah Kubah Blenduk Balai Pemuda Surabaya

 

<

p style=”text-align:center;”>Foto ini dikutkan dalam Turnamen Foto Perjalanan  Ronde ke 48: Chamber