Aku mengenal Wardah, kira-kira 12 tahun yang lalu, ya saat si sulung masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Aku senang dan menyambut gembira  hadirnya kosmetika halal. Secara saat itu ghirah ku sedang tinggi-tingginya untuk mengkonsumsi hanya yang halal-halal saja. Perkenalan awal, adalah seorang guru di sekolah tersebut yang tak lain adalah kakak iparku, beliau bercerita tentang datangnya sales kosmetika halal yang mempresentasikan Wardah ke Sekolah. Akupun memesan beberapa item, dan merasa “agak” cocok. Hmm… maksudnya sedikit kurang cocock sih, tapi tetep aku pakai saja, secara pengen halal minded. 

Sebelumnya aku sudah memakai kosmetika asli Indonesia, dan merasa nyaman banget dengan produknya, tapi… si dia belum halal. Maka aku tetap menguatkan tekad untuk memakai produk Wardah saja.

Bahkan kemudian aku sempat menjadi reseller produk turunan Wardah, yakni Zahra. Kalau kemasan Wardah dari awal bernuansa hijau lembut, maka kemasan Zahra adalah biru tua. Meski ngga ngerti -ngerti amat soal kosmetik, aku keukeuh mencobai produk-produk Wardah dan Zahrah.

IMG_20140829_082038~2_20140829083807697
Rangkain Kosmetika Wardah

Tapi kemudian produk Zahra menghilang dari pasaran, dan aku juga kesulitan mencari Wardah, karena produknya belum dijual secara luas.  Dan lagi aku menemukan masalah, ternyata kulitku alergi dengan beberapa produk Wardah. Kulitku menjadi kering bersisik seperti panuan, di bagian pipi. Maka kuhentikan sementara memakai kosmetik merek ini dan hunting kosmetik lain yang lebih aman untuk kulitku meski itu berarti merogoh kocek lebih dalam.

Ketika booming produk kosmetika organik, aku ingin sekali menyurati Ibu Nurhyati Subakat, pemilik Wardah untuk memproduksi Wardah Organik, tapi aku ngga tahu harus ke mana mengirim surat pada beliau.

Saat itu Wardah tidak dikenal di kalangan masyarakat luas, karena Wardah berkomitmen untuk tidak ber-iklan agar bisa menekan biaya produksi dan memberikan harga yang terjangkau bagi konsumen. Aku ingat model pertama Wardah adalah Marissa Haque, kemudian beralih ke Inneke Koes Herawati. Sementara Zahra memasang Mbak Ratih Sang sebagai Brand Ambassadornya.

Tahun berlalu, hingga akhirnya sekarang ini aku melihat produk Wardah semakin berkualitas, di samping  variannya juga semakin komplit. Mau tak mau akupun kembali melirik produk yang satu ini. Apalagi Wardah semakin gencar berpromosi dan menjadi sponsor banyak acara dan majalah wanita. Masyarakat semakin kenal siapa Wardah. Meski begitu bila dibandingkan harga Wardah dengan kosmetika lainnya, harganya jauh sangat-sangat terjangkau. Padahal aku yakin, kualitasnyapun sejajar dengan kosmetika bermutu lainnya.

White Seceret Series Wardah
White Seceret Series Wardah

Makin mantaplah hatiku untuk kembali pada Wardah, kosmtika halal dan berkualitas.

Oya, bila kita bicara soal kosmetik, jangan hanya berpikir tentang tata rias wajah ya. Kosmetika itu lebih ditekankan pada produk perawatan kulit dan rambut. Mulai pembersih, penyegar, facial foam, pelembab, foundation, pelindung matahari, lalu bedak dan tata rias lainnya. Juga jangan lupakan perwatan tubuh seperti sabun, hand and body lotion, body butter dan lain-lain. Ya wajarlah perempuan pengin tampil bersih terawat dan wangi . ya kan? hehehe 🙂

Dan yang lebih menggembirakan,dengan makin besarnya kesadaran masyarakat untuk memakai kosmetika halal, beberapa produk kosmetika dalam negeri juga mengikuti jejak Wardah untuk mendapatkan Sertifikasi Halal dari Badan LPPOMMajelis Ulama Indonesia (MUI).  Sebut saja, Mustika Ratu, Sari Ayu, Biokos,Caring  Colors, Biocell,  Ristra,  Moors, , dan lainnnya. Bahkan La Tulipe juga sudah mendapat sertifikasi halal.

Tentunya konsumen muslim Indonesia akan semakin nyaman dan bangga dengan produk kosmetik dalam negeri Indonesia yang aman, berkualitas, halal dan harganya terjangkau. Aku Bangga Kosmetika Halal Indonesia