Ketinggalan Pesawat Itu, Rasa Sakitnya Di Sini…

Aku tak sering bepergian dengan pesawat, dua kali ke luar negeri dan beberapa kali ke Jakarta. Seingatku semuanya dengan maskapai yang berbeda-beda.

Tapi aku  membaca berita bahwa trend terbang murah kini semakin diminati. Salah satu pelopor terbang murah tapi ngga murahan  adalah sebuah maskapai dari Malaysia, Air  Asia. Tulisan AirAsia.com gede-gede yang dicetak di badan pesawat dengan huruf berwarna putih berlatar belakang merah menyala,  menjadi ikon kebanggaan maskapai ini.

“Now Everyone Can Fly” menjadi tagline yang  memberikan harapan bagi berjuta orang yang ingin merasakan kenyamanan transportasi udara.

“Sekarang terbang dengan pesawat ngga jauh beda ongkosnya dengan naik kereta api” aku ingat ucapan kakak-ku beberapa tahun lalu yang  sering diundang oleh para budayawan negeri-negeri jiran.

Wow  Bandara Juanda serame pasar!” tulis salah satu temanku di akun facebooknya. Pasti  akibat setiap orang sekarang bisa terbang.  Air Asia, pelopor penerbangan Low Fares yang tetap mengutamakan kualitas dalam pelayanan. Aku penasaran ingin terbang dengan maskapai satu ini.

Seminggu-an yang lalu, aku membaca status sahabat dumay-ku Bang Bule sedang ke Indonesia. Tepatnya di Jakarta. Kunjungannya sudah berlangsung hampir satu bulan, namun aku merasa ngga ada alasan  menemuinya secara offline. Sampai  dia mengumumkan beberapa  workshop-nya.  Satu workshop-nya akan berlangsung hari itu, jam tujuh malam,  yang lain akan berlangsung hari Sabtu-Minggu. Hari  itu kamis. Bila aku segera mencari tiket pesawat , masih terkejar bagiku menghadiri acaranya malam itu. Tapi dengan berbagai pertimbangan, kuputuskan mengikuti workshop berikutnya,  hari Sabtu- Minggu.

Bagian Boarding Check Bandara Juanda, foto-koleksi Pribadi
Bagian Boarding Check Bandara Juanda, foto-koleksi Pribadi

Aku memesan tiket di  situs penjualan tiket online, kupilih hari keberangkatan Jumat jam 9.10 dari bandara Juanda Surabaya,, dan waktu kepulangan  dari Jakarta, jam 19.40.

Hari Jumat tiba, semalam suntuk aku sibuk mempersiapkan diri, dengan niat pagi-pagi aku bakalan siap berangkat. Jam 6.00 si bungsu maksa diantar ke Sekolah. Aku memintanya menunggu setengah jam, jadi aku bisa siap-siap untuk nantinya sekalian ngedrop dia terus langsung menuju Bandara. Tapi dia merengek maksa diantar saat itu juga. Jadilah aku antar dulu dia lalu baru balik pulang ke rumah. Sampai di rumah, aku mandi, ngerumpi dengan kakakku yang kebetulan nginep di situ dan sarapan, Aku terkejut melihat jam dinding, jadwal terbang pesawatku  tinggal setengah jam lagi. Ala maakkk….

Aku bergegas berlari ke mobil sambil meminta segera diantar ke Bandara saat itu juga. Meski sekencang apapun mobil membelah jalanan Surabaya menuju Bandara, toh kami masih saja ketemu ruas- ruas jalan yang sempit dan macet. Aku terus berdoa dalam hati semoga aku ngga ketinggalan pesawat, semoga pesawatnya delayed  barang satu jam-an. Semoga pesawat terlambat seperti kebiasaan penerbangan-penerbangan Indonesia selama ini, hingga aku tetap bisa masuk pesawat.

Malangnya doaku ngga pada tempatnya, aku tetap ketinggalan pesawat dan tiketku hangus, O la..la.. Mau batal pergi, udah terlanjur pesan tiket balik, terpaksa aku membeli tiket baru dengan harga yang cukup mahal. Hiks…sakitnya tuh di sini…(nunjuk dada).

dokumen pribadi
Tulisan Air Asia.com berwarna putih berlatar blocking merah menyala. foto-koleksi pribadi

 

Bismillah aku tekadkan untuk tetap pergi, dan tetap dengan maskapai yang kupilih sejak semula, Air Asia. Aku memang penasaran dengan layanan penerbangan yang memenangkan enam kali  berturut-turut penghargaan  sebagai maskapai Low Fares terbaik. Wow!

Ternyata aku ngga salah pilih, maskapai yang satu ini tepat waktu, pesawatnya bersih dan nyaman, para kru di darat dan di udara semua sigap dan ramah. Ditambah lagi aku sudah membaca bahwa Air Asia sangat memperhatikan faktor keamanan penerbangan, maka hatiku pun jadi tenang selama terbang bersama Air Asia.

Dalam perjalanan, aku membaca Air Asia Magazine, di sana aku temukan artikel yang menohok ku tepat ke ulu hati. Artikel itu menulis, apa akibat yang ditimbulkan bila sebuah penerbangan  mengalami delayed alias penundaan jam terbang.

Menurut artikel itu, sebuah penundaan satu jam terbang dari satu maskapai hari itu, akan mengakibatkan penundaan penerbangan-penerbangan berikutnya. Khusus Maskapai Air Asia, layanan boarding check akan ditutup 45 menit sebelum jadwal  terbang pesawat sesuai yang tertera di tiket.

Ini berarti, paling aman bila kita tiba minimal 2 jam sebelumnya di Bandara. Jadi jangan harap kamu bakal diterima, meski tiba 30 menit sebelum jam terbang. Mengapa seperti itu?

Ternyata, sebuah maskapai, dalam jadwal terbangnya, mereka memerlukan waktu untuk memasukkan bagasi dan menatanya sebaik mungkin di lambung peswat. Selain itu mereka juga harus menghitung total berat muatan, yakni berat penumpang beserta barang bawaan di bagasi maupun barang yang masuk ke kabin. Setelah diketahui dengan pasti jumlah penumpang, dihitunglah  secara cermat  berat penumpang dan seluruh barang bawaannya (FYI, berat maksimal barang yang boleh masuk kabin adalah 7 kilogram, dan barang masuk bagasi maksimal 15 kilogram, untuk penerbangan domestik), maka akan di dapatkan angka berapa jumlah bahan bakar pesawat yang diperlukan oleh pesawat yang bersangkutan untuk terbang. Setelah itu, kru pesawat yang berwenang akan meminta pada pihak Bandara untuk memberikan bahan bakar sesuai jumlah yang dibutuhkan.

So,  sebuah penundaan penerbangan , akan berakibat, kacaunya jumlah perhitungan di atas, yang berari harus mengulang lagi, menghitung dari awal, mulai dari jumlah penumpang, berat total muatan pesawat, hingga jumlah bahan bakar yang dibutuhkan. Nah… terus waktu akan semakin molor dan ini bisa menganggu jadwal penerbangan-penerbangan  berikutnya,  Coba bayangkan berapa banyak kerugian dari pihak maskapai? Selanjutnya… bagi penumpang yang sedang dikejar waktu meeting dengan klien di daerah tujuan,penundaan bisa berarti kegagalan sebuah tender dan lain sebagainya. Hmm… kacau juga yaa…

Jadi begitu ya? aku manggut-manggut, memikirkan ketelodaranku sendiri. Dan betapa acungan jempol untuk Air Asia yang berusaha selalu tepat waktu dengan jadwal terbang. Jadi meski ada sakit di dada, akibat kehilangan banyak uang akibat hangusnya tiket pertama, aku berusaha memahami dan mengambil hikmahnya. ” Ya… lain kali lebih displin dan lebih prepare dong, emang ini maskapai milik Bokap elu? ” nasehatku pada diri sendiri.

Awan bergerak perlahan, seiring laju pesawat melintasi angkasa,sebuah tekad kutancapkan dihatiku, aku ngga akan ketinggalan pesawat lagi,. Air Asia telah mengubah pandanganku bahwa  maskapai penerbangan itu suka ngaret. Air Asia membulatkan tekadku untuk lebih disiplin dalam berbagai hal. Lebih jauh lagi, promo-promo penerbangan murah di www.airasia.com semakin menggelitik keinginanku untuk terbang dan melihat dunia, aku ingin keliling dunia bersama Air Asia.  Dan yang terpenting saat itu, aku bisa mengejar workshop  Bang Bule. Baaang... tunggu aku di workshopmuuu…

Bang Bule sedang presentasi dalam workshopnya, foto-koleksi pribadi
Bang Bule sedang presentasi dalam workshopnya, foto-koleksi pribadi

 

Keterangan:

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog 10 Tahun Air Asia, dengan tema

“Bagaimana Air Asia Mengubah Hidupmu”
Jumlah kata 992, tidak termasuk keterangan

9 thoughts on “Ketinggalan Pesawat Itu, Rasa Sakitnya Di Sini…

  1. Aishhhh…. Habis mandi masih sempat ngerumpi dan berangkat 30 menit sebelum jadwal berangkat? Nekad. Aku ikut gemes bacanya. Untunglah ada jadwal penerbangan berikutnya. Kalo gak ada alias adanya besoknya makin sakit hati kali ya hehe

    Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s