My Dreamy Vacation, Anywhere Following Greenpeace


Setiap orang pasti punya impian dan tempat-tempat indah yang senantiasa menghiasi mimpi-mimpinya. Dulu waktu masih kecil saya selalu bermimpi mengunjungi hutan Wisconsin di pantai barat Amerika karena senang membaca buku serial Laura Ingals Wilder, yang berjudul Little House in The Big Woods berlanjut dengan Little House In The Prairie dan sebagainya.

Lalu impian saya berkelana mengikuti cerita-cerita Malory Towers saat saya beranjak remaja. Dan saat udah mulai dewasa saya bermimpi keliling dunia, menjejakkan kaki ke setiap sudut dunia. Memotret, bertemu banyak orang baru , belajar banyak budaya baru, mencicipi aneka makanan baru, bersama kekasih hati, yang saya bayangkan seorang jurnalis atau arkeolog. Kalo bisa dia-nya bule dan tampan, widiihh. Saat itu Eropa selalu jadi nomer satu dalam bayangan saya akibat banyaknya membaca cerita bergambar seri dunia yang banyak menceritakan kehidupan Prince and Princess dari negeri-negeri benua biru itu.

Setelah dewasa saya berbalik arah. Lebih ingin menjelajah negeri-negeri muslim yang banyak meninggalkan jejak sejarah. Bukhara di Uzbekistan, tempat bersemayam perawi hadist nomor satu, Imam Bukhari. lengkap dengan tur ke negeri-negeri Asia Tengah yang tertutup namun menyimpan misteri dan eksotisme sejarah percampuran yang gegap gempita pada masa penaklukan Kubilai Khan yang menghancurkan seluruh negeri-negeri di sepanjang jalur antara Rusia dan China, meluluh lantakkan semua aset budaya, ilmu pengetahuan dan agama. Demi satu tujuan, menjadikan semuanya tunduk dalam kekuasaan bangsa nomaden Mongolia yang liar dan berkuasa.

al azhar mosque

Lalu negeri-negeri Afrika Utara yang menyimpan ribuan ilmuwan Klasik yang menguasai hukum-hukum Islam dan menjadi magnet jutaan muslim dunia yang ingin memuaskan dahaga ilmu. Mesir, Maroko, Tunisia, Jordania. Tentu tak lupa mampir ke Spanyol dan Turki yang pernah membuat Islam demikian hebat dan bergaung di Eropa. Lanjutkan membaca “My Dreamy Vacation, Anywhere Following Greenpeace”