Hutan Indonesia, Paru-paru Dunia, Dalam Bahaya


Hutan Indonesia termasuk dalam hutan hujan tropis, bersama-sama dengan hutan hujan tropis Brazillia termasuk dalam jajaran hutan purba dunia . Hutan purba dunia meliputi hutan borealis-jenis hutan pinus di Amerika Utara, hutan sub-tropis dan hutan mangrove. Bersama-sama hutan-hutan ini melindungi ekosistem yang penting bagi kehidupan di bumi. Hutan-hutan tersebut turut mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Kestabilan iklim dunia juga tergantung hutan-hutan ini yang mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, yakni sekitar 300 milyar ton karbon atau sekitar 4 kali lipat jumlah emisi yang dilepas ke atmosfer.

Hutan-hutan menakjubkan ini adalah tempat tinggal duapertiga spesies flora dan fauna dunia, dan juga tempat tinggal jutaan manusia hutan yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan dan memiliki ikatan spiritual yang kuat pada hutan.

APA ITU LAHAN GAMBUT?

Hutan Indonesia yang menyimpan lahan gambut umumnya sedalam dua hingga tiga meter adalah tempat yang sangat besar untuk menyimpan karbon sehingga tidak lepas ke atmosfer.
Lahan gambut yaitu lapisan tanah di bawah hutan yang terbentuk akibat genangan air yang mencegah terjadinya pembusukan bahan organik-kebanyakan vegetasi, dan terkumpul selama ribuan tahun. Secara global gambut mnyerap 25-30 persen emisi karbon per tahun. Tanah gambut menyimpan karbondioksida 1.200 kali lebih banyak dibanding pepohonan. Bisa kamu bayangkan kan betapa besar konstribusi lahan gambut dalam melindungi atmosfer dari karbondioksida yang bisa saja berasal dari polusi kendaraan bermotor, asap pabrik dan lainnya.

Selain itu lahan gambut menyimpan 20 persen cadangan air bersih. Lahan gambut hutan tropis juga merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati. Di sebuah wilayah lahan gambut di daerah Kampar,Riau terletak sebuah desa, yakni desa Dosan yang memiliki lahan gambut sedalam hingga 15 meter menjadikannya lahan gambut terbesar di dunia, WOW!

Selama ribuan tahun, gambut berakumulasi dan membentuk kubah penampung air yang berdiameter 5 hingg 50 meter, di mana jalur airnya terletak dekat dengan permukaan tanah.

Continue reading “Hutan Indonesia, Paru-paru Dunia, Dalam Bahaya”