Hobinya bermain game. Tiap pulang sekolah, yang dilakukan adalah mencetin gadget yang ada di rumah buat nge-game. Aku sering mengingatkannya untuk membatasi diri bermain game. Aku tidak mau dia menjadi kecanduan dan melupakan hal lain yang lebih penting.

Tapi dia selalu punya alasan bahwa dia sudah suntuk bersekolah karena pergi pukul setengah tujuh pagi dan pulang pukul setengah empat sore. Jadi sesampai dirumah dia hanya ingin bermain game, sebagai satu-satunya hiburan yang disukainya. Hmm… bagaimana ya? Akhirnya kami sepakat dia hanya boleh mendownload game-game tertentu yang cukup bagus, dan aku membatasi lama waktu yang dihabiskannya.

Kesepakatan lain adalah dia tidak boleh memakai laptopku, karena laptop itu khusus untukku bekerja. Membaca artikel, browsing bahan tulisan, menulis di blog, blog-walking, facebook-an, twitter-an, dan segala keperluan “Emak-Sibuk-Bekerja-Online”.Secara aku kan anggota Emak-emak Blogger gitu. Iya, kesepakan tinggal kesepakatan. Sering kutangkap basah dia menggunakan laptop-ku.Dia menolak menggunakan laptopnya sendiri yang khusus kuberikan untuk dia bermain game dan belajar menulis cerita dia sehari-hari.

Laptopku lemot! Aku mau laptop seperti punya Kakak atau punya Mama!, pokoknya ngga mau pake yang lemooot…!”
“Sayang yang ini buat Mama kerja, ngga buat mainan Nak”.
Biasanya berakhir dengan acara raut kecewa, atau bahkan ngambek. Terpaksa kuijinkan dia mendownload “Catch Smurf” di notebookku. Hanya satu game saja.
Dia tak kurang akal, mensabotase tabletku. Hingga akhirnya aku tak pernah bisa memegang tabletku sendiri, kecuali saat dia sedang berada di sekolah.
Setiap ada gadget baru di rumah, dialah penguasanya. sampai dia hafal segala seluk beluk gadget dan lebih menguasai penggunaannya dibanding aku.
fina smurf 1

Sebenarnya masing-masing orang di rumah sudah punya laptop. Tapi tetap saja ada ketidak puasan sehubungan dengan performa laptop lama yang kurang greget lagi. Teknologi yang terus bergerak sering membuat gadget yang mahal serasa tidak menarik lagi akibat kalah dengan model baru yang lebih canggih.

Sayangnya kebanyakan produsen laptop/notebook membanderol tinggi harga produknya. Semakin canggih fitur yang dibenamkan, apalagi bila sudah pasang windows 8 dan menampilkan disain cantik, pasti harganya bikin gigit jari. Mikir… pengen jual semua gadget dan ganti dengan yang lebih bagus. Ngelirik produk-produk Acer yang semakin canggih dan keren, tapi paling terjangkau di kelasnya.

Akibat masih sering harus berebut laptop/notebook dengan si kecil aku biasanya mengalah sampai dia puas, baru aku ganti memakainya. Halaagh…, masalah! Ternyata pas giliranku memakai, selalu pas baterai sudah habis!. Jadi berapa kali harus men- charge baterai sih seharusnya? Ini baru di isi full, lalu dipakai si kecil main game sejam-an kok udah habis lagi?. Terkadang laptop jadi sangat panas bila si kecil membuka beberapa game yang berdurasi panjang dengan bandwidth yang cukup berat. Hedewww… 😦

Sering aku menghabiskan banyak waktu di depan laptop akibat lamanya menyelesaikan satu tulisan, karena leletnya laptop/notebook ku dalam me-loading, terutama kalau posisi harus membuka banyak tab sekaligus. huu..hu..hu.. Kesel! Kerja jadi kurang efektif.Heran padahal laptopku sudah memakai prosesor intel i3. Kok masih lelet juga ya? Ada apa sebenarnya? Hmm… kurasa aku butuh yang “baru”!

Browsing sana-sini, membandingkan kualitas, fitur, penampilan dan harga beberapa merek gadget. Tetap saja jatuh cinta dan kembali pada produk-produk Acer. Mulai dari aneka seri tablet Acer Iconia, Aneka smartphone seri Liquid, sampai notebook Acer Aspire slim series. Semuanya keren dan bikin ngiler.

Untukku saat ini yang paling mendesak tentu saja notebook handal yang bisa diajak menyeselaikan banyak tugas sekaligus, tetap ringan dan efektif, serta ngga mengecewakan saat harus men-entertaint keluarga. Kurasa aku patut mencoba Acer E1-432 slim series.

Didukung performa Intel® prosesor di dalamnya, yakni prosesor Intel® Dual Core Celeron®. Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz, bisa dipastikan kecepatan kerjanya lebih memuaskan dibanding notebook milikku saat ini. Ya pastilah, prosesornya yang sering disebut dengan istilah Haswell ini sangat efisien bekerja pada TDP 15 watt saja. Kombinasi baterei 4 cell (2500 mAh) menjadikan daya tahan batereinya maksimal.

Dan lagi, prosesor intel Celeron® 2955U ini sudah terintegrasi dengan intel HD graphics terbaru yang tentunya akan memuaskan si kecil saat bermain game. Ya, meski itu berarti aku harus pandai membagi waktu agar pas dia pulang sekolah, aku sudah selesai dengan pekerjaannku. Jadi saat dia “memaksa” meminjam notebookku, ngga ada masalah lagi.

Ya, siapa sih yang ngga pengen gadget yang mewadahi semua kebutuhan dalam satu tempat? Diajak kerja keras? hayuu. Di bawa nampang ketempat pertemuan? siapa takut?. Di pakai bermain game bersama keluarga, ngga mengecewakan. Dan aku hanya punya satu nama Acer Aspire E1-432 slim series.

Acer windows 8

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”
 bannerlomba30hariblogchallenge

KETERANGAN:
Julah kata 717 kata, tidak termasuk judul, keterangan gambar maupun keterangan keikutsertaan lomba.
Sumber informasi dan gambar dari : http://www.acerid.com/2013/10/acer-aspire-e1-432432tipis-dan-hemat-daya-berkat-prosesor-intel-haswell-4th-gen/