American Teens, Superhero Muslimah


Sebagai perusahaan penerbit cerita superhero nomor satu di dunia yang sudah melegenda dan melahirkan banyak superhero yang tak lekang waktu seperti Superman, Batman, Spiderman, Hulk, Wonderwoman dan masih banyak lagi. Marvel Comics menangkap nilai sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Amerika Serikat. Apalagi kalau bukan semakin banyaknya pemeluk Islam di Negara Adidaya tersebut.

Muslim di Amerika Serikat kebanyakan adalah imigran asal Timur Tengah, Turki, Pakistan dan India. Sedang Muslim dari negara lain seperti Indonesia, jumlahnya masih sedikit. Seiring perkembangan waktu dan gencarnya Dakwah Islam di negeri Paman Sam tersebut, terutama setelah peristiwa 11 September yang justeru semakin mengundang keingin tahuan warga Amerika terhadap Islam, sehingga banyak yang mengawasi gerak-gerik Muslim, menonton tatacara shalat Jum’at mereka, mempelajari Al Quran dan berujung pada jatuh cintanya mereka terhadap Islam. Berbondong-bondong warga negara Amerika baik yang berkulit putih maupun berkulit hitam memeluk Islan dan meyakini Islam sebagai agama yang paling sesuai dengan fitrah manusia.

Melihat fenomena sosial ini, dan menghormati semangat “keberagaman” ras, bangsa dan keyakinan, Marvel Comics terinspirasi untuk membuat sosok karakter baru. Dialah Kamala Khan, sosok remaja ABG muslim Amerika keturunan Pakistan. Sebagai Superhero, Kamala Khan tidak tercipta dari ledakan planet, kematian sanak kerabat , ataupun radiasi laba-laba.
marvel-image-popup
Gambar: koleksi Marvel Comics

Sebaliknya Kamala Khan akan digambarkan sebagaimana ABG lainnya yang sedang galau mencari identitas dirinya. Sebagai pengagum Superhero wanita Carol Denver, si Kapten Marvel yang pirang dan bermata biru, Kamala Khan menginginkan dirinya mejadi seorang Superhero juga. Namun keluarganya menentang keras keinginannya. Abangnya yang masih sangat konservatif dan cenderung ekstrem, menilai tingkah laku Superhero wanita itu tidak islami. Sedang ibunya yang sangat menjaga kultur ketimuran dan melindungi puterinya, khawatir bila Kamala nantinya akan bersentuhan fisik dengan lawan jenis dan berakibat “fatal”. Sementara ayahnya menginginkan dia fokus pada studinya dan menjadi seorang dokter.

Segera setelah mengetahui dirinya memiliki kekuatan tertentu dan mampu berubah bentuk, Kamala Khan menyebut dirinya sebagai Ms. Marvel. yang dulunya merupakan nama julukan Carol Denver pada masa awal karirnya sebagai Superhero Wanita.

Keseharian Kamala Khan nantinya akan menggambarkan cerita sehari-hari ABG Amerika pada umunya. Perasaan terisolir sebagai ABG Muslim, lalu menyadari bahwa dirinya memiliki kekuatan tertentu, dan menemukan jati dirinya sebagai Superhero yang akan menolong orang lain.

Memang karakter Kamala Khan ini mungkin akan menuai pro dn kontra, sebagaimana karakter Miles Morales , ABG hispanik kulit hitam yang dimunculkan dalam salah satu serial Spiderman. Kemunculan Miles Morales ini sempat memunculkan kekhawatiran penggemar Spiderman, bahwa Spiderman yang diperankan cowok kulit putih akan tergantikan seorang latin kulit hitam. Padahal kehadirannya dalam filem itu hanyalah bentuk penyegaran yang ditawarkan Marvel Comics. Kita tunggu saja kedatangan Kamala Khan di cerita ABG Superhero Amerika.

Inspirasi: George Gene Gustines, The New York Times

Artikel ini turut mendukung Gerakan PKK Warung Blogger

gerakan PKK WB