Tahapan Berhijab

“Wahai Nabi Katakanlah kepada Isteri-isterimu dan wanita-wanita yang beriman agar mereka menutup seluruh tubuhnya dan mengulurkan kerudung ke seluruh dadanya. Yang demikian itu adalah agar mereka lebih mudah dikenali, dan agar mereka tidak diganggu”     Quran Surah Al Ahzab :59

Saat ini kita melihat muslimah di seluruh dunia mulai kembali melirik pakaian yang dianjurkan agamanya, yakni hijab.  Berbagai ragam cara memakai hijab bisa kita jumpai. Mulai dari hijab sederhana ala- anak kuliah yang standarnya celana jeans, kemeja longgar dan kerudung tipis , hijab gaya ala- Dian Pelangi yang warna-warni berjuntai-juntai , berlilit-lilit yang saat  sedang  ngetren, hijab syar’i warna-warni  ala Mbak Oki Setiana Dewi, hingga hijab super lengkap serba hitam  ala sister-sister niqabi yang hanya menyisakan setipis mata si wajahnya

Pertumbuhan pemakai  hijab yang ada di Indonesia  merupakan fenomena yang harus kita syukuri.keragaman model hijab yang kita jumpai bisa jadi terjadi karena pemahaman dan tuntutan kondisi yang berbeda-beda bagi setiap hijabers.Dulu di era 70-an, boro-boro kita melihat ada  hijabers ala- sekarang. seingat saya, satu-satunya  guru saya yang memakai kerudung, yakni sejenis kain sifon tipis berbentuk selendang, yang disampirkan ke bahu, adalah guru agama,Selain itu tak ada lagi wanita berhijab di sekolah saya. Di rumah, ibu saya memakai kain dan kebaya, dan sekali-kali berkerudung kalau harus bepergian. Menurut ibu saya itu sudah bagus. Karena tren yang ada sewaktu ibu saya masih muda adalah orang-orang mengadaptasi gaya wanita eropa, peninggalan penjajah Belanda.

Lalu sejak tahun 80-an mulailah gerakan dakwah menyasar kampus-kampus dan SMU-SMU di Indonesia. Sejak saat itu mulailah bermunculan hijabers yang kukuh  mengenakan hijabnya (meski bentuknya masih sederhana), hingga banyak siswi SMU yang harus menghadapi pengadilan dengan resiko  dikeluarkan dari sekolah Negeri. Sungguh perjuangan besar bagi para hijabers pejuang hak nya sebagai muslimah tersebut.

Akhirnya saat ini semua murid SMP dan SMU negeri seIndonesia bebas mengenakan jilbabnya dalam berbagai kegiatan di sekolah. Diluar,  para penggiat mode menangkap  fenomena bangkitnya hijab ini dengan menjadikan hijab sebagai lahan bisnis. Berbagai bentuk dan merek bermunculan. Karena persaingan untuk selalu menjadi trend-setter inilah para tenant mencoba mengeksplorasi aneka bahan dan bentuk hijab dan busana muslimahnya. Akibatnya mudah ditebak, jilbab menjadi trend yang bukan lagi hanya sekadar bertujuan syari , tapi malah menjadi mode yang langkahnya semakin tak terbendung. Di satu sisi kita senang dengan semakin banyaknya pilihan ragam jilbab sehingga muslimah tak lagi kesulitan mendapatkan pakaian yang sesuai kebutuhannya.
Di sisi lain, kadang miris melihat pemakai jilbab yang semakin lama semakin keluar dari pakem syar’i. Jilbab yang mulanya ditujukan untuk menutup aurat dan mengajarkan kesederhanaan pada muslimah, (sederhana dalam penampilan tapi melejit dalam prestasi), berubah jadi ajang untuk tampil berlebih-lebihan dan justeru menarik begitu banyak perhatian dengan modelnya yang alay bin lebay.

Sayapun berusaha menatap semua fenomena ini dengan pemikiran positif. Setidaknya sejak banyaknya pilihan jilbab modis, membuat banyak pesohor dan artis yang mau-tak mau adalah trend setter masyarakat era informasi sekarang ini-tak segan-segan memakai jilbab. Contaoh banyaknya artis berjilbab (dan tentunya modis) adalah: Inneke Koes Herawati, Berliana Febrianti,Desy Ratnasari,Puput Melati, Adies Adelia, Nuri Maulida, Bahkan Dewi Sandra!!. Subhanallah, kita tentu tahu bagaimana penampilan Dewi Sandra sebelumnya.

Maka bagi saya, meskipun saat ini saya merasa lebih nyaman mengenakan hijab model Mbak Oki Setiana Dewi (OSD), dan bahkan saya sangat  ngefans dengan para niqabi sisters, akan tetapi saya tak memandang sebelaha mata pada Mbak-mbak hijabers modis. Bagi saya semua itu adalah pilihan sesuai kondisi masing-masing orang. Dan bukankah semua orang itu memerlukan proses. saya yakin para niqabis itu dulunya juga memulai dengan hijab kecil sebelum akhirnya memutuskan berhijrah menutup sempurna auratnya.

Akhirnya biarlah Allah Subhanahu Wa Taala yang Maha Tahu dan Maha Adil sajalah yang memutuskan, apa dan bagaimana kita di mataNYA. Sungguh Allah Maha Tahu apa yang ada di hati kita. Semoga setiap wanita yang memutuskan menghijabi dirinya, juga membekali diri dengan ilmu syar’i dan terus berusaha mengupgrade ilmunya sebagai bekal penyempurna amalnya. Wallahu A’lam bisawwaab.

#Titi Alfa Khairia

2 pemikiran pada “Tahapan Berhijab

  1. Mantap mbak tulisannya
    Hijab itu memang kewajiban
    Tapi toh kita ga bisa memaksa orang melakukannya sebab kembali pada tanggung jawab masing2 di hadapanNya, yang penting kita sudah memberikan pandangan 🙂

    Suka

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s