Jalan Kaki Lebih Bermanfaat Daripada Nge-Gym

Tempat-tempat nge-gym terus bermunculan di kota-kota besar, seperti Jakarta. Ini tanda bahwa ada potensi bisnis besar dari keinginan orang untuk tetap hidup sehat. Tapi, tahukah, ada cara sederhana dan jauh lebih bermanfaat dibanding berlatih di tempat-tempat kebugaran? Berjalan kaki adalah jawabannya.

Ilmuwan menemukan, jalan kaki dalam periode yang panjang benar-benar lebih bagus ketimbang latihan dengan intensitas tinggi, seperti di pusat-pusat kebugaran. Olahraga intensitas rendah, seperti jalan kaki, meningkatkan sensitivitas insulin dan membuat kadar lemak darah pada tingkat yang lebih baik dibanding olahraga intensitas tinggi.

Studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE ini dilakukan peneliti dari Maastricht University, Belanda. Dalam studinya, peneliti membagi 18 orang berusia 19-24 dalam tiga kelompok. Satu kelompok duduk 14 jam tanpa melakukan latihan apa-apa; satu kelompok duduk 13 jam tapi melakukan latihan berat selama satu jam; dan satu kelompok terakhir duduk enam jam, berjalan selama empat jam, dan berdiri dua jam.

Hasilnya, peneliti menemukan, ketika energi yang dikeluarkan sama, kadar kolesterol dan lemak secara signifikan meningkat pada kelompok ketiga. “Mengurangi ketidakaktifan fisik dengan aktivitas intensitas rendah seperti jalan kaki pada langkah yang tidak tergesa-gesa, dan berdiri juga lebih efektif dibanding latihan fisik yang menetap,” kata ketua tim peneliti Hans Savelberg sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis, 14 Februari 2013.

Telah banyak diketahui bahwa olahraga jalan kaki 30-45 menit setiap hari bisa meningkatkan kesehatan.

Sumber: Sobat Cantik